Pengecut Pecas Ndahe

Februari 22, 2008 § 51 Komentar

Saya ndak mau ikut-ikut, males. Saya ndak merasa kualitas saya bertambah atau berkurang hanya gara-gara ada pesohor sableng yang dengan gegabah mengatakan:

“Internet itu dunia orang pengecut yang nggak ada kerjaan… “

Apakah termasuk orang-orang yang ada di sinikah? Entah.

Buat saya, Internet, juga blog, itu dunia yang 68% isinya mengasyikkan. Itu saja.

Sandal Pecas Ndahe

Februari 19, 2008 § 37 Komentar

Sandal itu memang ndak sopan. Makanya, sandal dilarang masuk ke gedung Mahkamah Konsitusi.

Mahkamah adalah ruangan resmi. Ada tata cara dan etika yang harus dipatuhi. Kalau sampean nekat melanggar, ya pasti bakal dicegat satpam — minimal sampean diusir dipersilakan keluar.

Nah, bagaimana dengan sandal yang ini? « Read the rest of this entry »

Corolla Pecas Ndahe

Februari 18, 2008 § 54 Komentar

Sampean mungkin juga mendapat undangan seperti ini. Entah hari ini, kemarin, atau kemarinnya. Tapi saya baru memperolehnya siang ini.

Sebuah kehormatan tentu saja, sekaligus keheranan. Sebuah kehormatan karena saya merasa produsen mobil raksasa sekelas Toyota telah menghargai blogger begitu tinggi. Mereka tak lagi memandang kelompok penulis digital ini dengan sebelah mata.

Tapi saya juga heran, kok saya yang diundang? Lah saya ini siapa toh kok sampai diajak makan siang? Apa mereka ndak khawatir saya nanti minta nasi liwet plus wedang ronde di acara itu?

Enaknya datang nggak ya, Ki Sanak?

Seminar Pecas Ndahe

Februari 15, 2008 § 73 Komentar

Akhirnya kesampaian juga keinginan saya bertemu para eBlis warga Cahandong. Kok bisa?

Kebetulan saya diundang teman-teman di Magister Manajemen, UGM, untuk ngoceh di acara bincang-bincang tentang Blog as Bussines [?] pas Valentine’s Day kemarin. Selain saya, ada Cosa, Anto, dan Tikabanget di acara itu. « Read the rest of this entry »

Rudyanto Pecas Ndahe

Februari 15, 2008 § 32 Komentar

Hidup itu penuh perjuangan. Sungguh susah kalau cuma bisa jual abab, omong ndobos, sana-sini. Seperti halnya nge-blog, bekerja itu butuh krenteging ati, niat teguh, juga upaya yang benar-benar keras.

Maka dari itu, segala daya upaya pun mesti dikerahkan. Bila perlu sampai harus menyediakan jasa touris (tanpa t) dan travel.

Semua usaha itu demi meraih gelar yang terhormat dalam Ilmu Manajemen pada Program Pasca Sarjana IBII (Institut Bisnis dan Informatika Indonesia). Karena jualan mie saja ternyata tak cukup. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Blog category at Ndoro Kakung.