Makinseru Pecas Ndahe

September 3, 2007 § 17 Komentar

Sampean sering sebel melihat orang yang kalau menelepon sampai berjam-jam? Pengen nimpuk orang itu?

Hahaha … sama. Tapi, ndak usah buru-buru nimpuk beneran, Ki Sanak. Sampean bisa melakukan simulasi saja. Caranya? « Read the rest of this entry »

Roy Pecas Ndahe

Agustus 8, 2007 § 35 Komentar

Surat Terbuka untuk Roy Suryo

Roy,

Pertama-tama izinkan saya meminta maaf kepada sampean atas semua posting yang saya buat dengan memanfaatkan nama sampean, tanpa minta izin pula, seenak saya sendiri. Padahal, justru berkat nama besar sampean, saya telah mendapatkan banyak keuntungan.

Saya telah memanfaatkan nama sampean yang memang empuk sebagai sasaran kecaman itu dengan semena-mena. Saya meminjam ketenaran sampean demi popularitas saya sendiri. Saya menjadi pendompleng yang tak tahu diri.

Terus terang saya ndak punya masalah pribadi dengan sampean. Begitu pula sebaliknya saya kira. Tapi, lihat betapa jahatnya saya yang sudah memanipulasi sampean. Saya pura-pura menawarkan senyum yang tulus ketika pada saat yang sama hati dan pikiran saya sebenarnya penuh muslihat. Padahal sampean ndak pernah melakukan hal yang sama kepada saya.

Saya jadi merasa kotor, seperti Durna, Yudas, dan para pengecut yang suka menikam dari belakang itu. Betapa tak adilnya saya. Betapa kekanak-kanakannya saya. Padahal apa salah sampean pada saya? Ndak ada sama sekali. Kesalahan sampean cuma satu: sampean sangat kondang, lebih tenar dari saya. Itu saja. « Read the rest of this entry »

Indonesia Raya Pecas Ndahe

Agustus 5, 2007 § 105 Komentar

Namanya Roy Suryo. Now, he is the man on fire — as usual.

Hahaha … Terus terang saya kagum padanya. Di beberapa milis dan blog, namanya kembali disebut-sebut sebagai orang yang sedang mencari sensasi (lagi). Tentu saja bukan kali ini saja Roy menggegerkan publik.

Yeah, he is the man on fire, indeed.

Gegeran kali ini muncul setelah Roy dan Tim Relawan Air Putih mengumumkan penemuan dokumen video lagu kebangsaan Indonesia Raya lengkap dalam tiga stanza berdurasi 3 menit 49 detik, dengan ukuran file sekitar 20 MB (Roy tak ingat persisnya).

Pengumuman mereka dimuat di koran yang ringkas dan cergas itu, Sabtu kemarin. Lalu, orang ribut di milis-milis dan situs berita dotcom. Ada yang menuduh Roy menjiplak temuan yang sebenarnya sudah ada di YouTube dan Wikipedia. Sejarawan Des Alwi juga mengklaim memiliki rekaman asli lagu Indonesia Raya dalam versi lengkap 3 stanza.

Saya penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kebetulan saya mengenal Roy Suryo — kalau dia mengaku ndak kenal, itu urusan dia. Bukan urusan saya. Yang jelas, suatu kehormatan buat saya karena dia mau menerima telepon saya.

Anehnya, dia langsung menjelaskan isu yang kontroversial itu sebelum saya sempat bertanya. Pokoke dia langsung nyerocos begitu saya menyapa, “Halo.”

Nah, beginilah cerita versi Roy. « Read the rest of this entry »

Kuldesak Pecas Ndahe

Agustus 3, 2007 § 19 Komentar

Satu-satunya yang lebih sulit dari menulis adalah mulai menulis.

Saya tahu Ki Sanak karena saya juga sering mengalaminya. Tiba-tiba kita merasa ndak tahu mau nulis apa. Mendadak di depan kita hanya ada selembar kertas putih atau layar monitor yang kosong, tanpa satu kata apa pun.

Saya paham betul masalah sampean. Saya juga sering mengalaminya. Mati ide, gaya, dan kata-kata. Rasanya seperti bertemu kuldesak, jalan buntu, dan ndak tahu mau ngapain.

Untuk sebagian orang, menulis memang lebih sulit dari apa pun. Sampean mungkin lebih jago masak, mengganti kran air yang rusak, memperbaiki sepeda anak-anak, menambal ban kempes.

Tapi, menulis? Halah. Tobat … tobat … « Read the rest of this entry »

Keajaiban Pecas Ndahe

Agustus 2, 2007 § 18 Komentar

Carpe diem. Seize the day.

Seseorang pernah berkata begini, “Menulislah hari ini. Lalu diamlah sejenak dan saksikan keajaiban yang terjadi.”

Ah, saya ingat. Orang itu Henriette Anne Klauser, penulis buku Writing on Both Sides of the Brain.

Semula saya nyaris tak percaya pada kata-kata itu. Soalnya, bagaimana saya bisa percaya kalau mau mulai menulis saja sudah males duluan? Boro-boro dapat keajaiban. Halah, itu namanya hil-hil yang mustahal.

Sampean mungkin juga pernah mengalami saat-saat seperti itu ketika dulu hendak memulai membuat blog dan mengisinya.

“Blog? Menulis? Binatang apa itu?” Barangkali begitu pikiran sampean dulu.

Tapi, coba lihat sekarang. Sudah berapa banyak blog sampean? Berapa kali dalam seminggu sampean mengisinya? Sudah berapa posting yang sampean bikin? Ternyata ndak susah kan mengelola blog itu? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Blog category at Ndoro Kakung.