Keajaiban Pecas Ndahe

Agustus 2, 2007 § 18 Komentar

Carpe diem. Seize the day.

Seseorang pernah berkata begini, “Menulislah hari ini. Lalu diamlah sejenak dan saksikan keajaiban yang terjadi.”

Ah, saya ingat. Orang itu Henriette Anne Klauser, penulis buku Writing on Both Sides of the Brain.

Semula saya nyaris tak percaya pada kata-kata itu. Soalnya, bagaimana saya bisa percaya kalau mau mulai menulis saja sudah males duluan? Boro-boro dapat keajaiban. Halah, itu namanya hil-hil yang mustahal.

Sampean mungkin juga pernah mengalami saat-saat seperti itu ketika dulu hendak memulai membuat blog dan mengisinya.

“Blog? Menulis? Binatang apa itu?” Barangkali begitu pikiran sampean dulu.

Tapi, coba lihat sekarang. Sudah berapa banyak blog sampean? Berapa kali dalam seminggu sampean mengisinya? Sudah berapa posting yang sampean bikin? Ternyata ndak susah kan mengelola blog itu?

Ingatkah sampean saat-saat awal dulu, ketika pertama kali mau menulis? Mungkin saja sampean merasa gamang, malu, rendah diri, ndak percaya diri, dan banyak lagi perasaan negatif lainnya. Boleh jadi sebaliknya, sampean justru lancar menulis seperti sedang ngebut di atas sedan sport, gas pol. Kenceng bangetlah pokoke.

Apa sampean juga masih ingat, apa sebetulnya yang membuat sampean punya perasaan negatif waktu itu? Apa karena merasa belum pernah menulis, lalu takut ditertawakan para pembaca blog yang ganas seperti piranha itu?

Apa pula yang membuat sampean lancar menulis seperti halnya sampean sedang berselancar di atas salju? Apakah karena sampean mendapatkan sensasi tertentu waktu itu?

Jawaban sampean pasti macam-macam. Saya cuma ingin tahu dan memancing imajinasi sampean saja. Eh siapa tahu, berkat pertanyaan saya ini, sampean justru punya bahan posting berisi kiat menulis dan mengisi blog. Itu saja, Ki Sanak.

Tapi, jangan lupa kasih tahu saya ya kalau sampean sudah menuliskannya di blog sampean masing-masing. Minimal kasih track back ke saya.

Matur nuwun sebelumnya, Ki Sanak.

Iklan

§ 18 Responses to Keajaiban Pecas Ndahe

  • mbakDos berkata:

    karena nemu orang sejenis panjenengan ini, ndoro πŸ˜‰

    ini sanjungan, rayuan gombal, atau apa, mbak? πŸ˜‰

  • Hedi berkata:

    Ah justru karena blog sampean saya dapet ilmu. Sampean justru memberi contoh banyak bagaimana menulis rutin (hampir tiap hari) dengan posting yang bermutu pula.

    Sampean ini becandanya kelewatan πŸ˜›

    ah kon ojok gojek tah, hed … πŸ˜€

  • kw berkata:

    saya memulai ngeblog karena merasa tak ada yang menarik lagi untuk dilakukan. sebagai tempat pelampiasan. lalu keterusan. namun meskipun nyaris 2 tahun ngeblog sampai sekarang saya masih kesulitan untuk mencipta tulisan yang bagus (dan informatif).

    tulisan saya pengenya sedahsyat tulisan blogger keren macam ummmm…..ndoro kakung ini.

    nah bisa kasih tipsnya? atau sekalian aja buka kelas menulis? πŸ™‚

    kelas menulis? wah, ongkosnya mahal kang ,,, πŸ˜€

  • mas adis berkata:

    saya ngeblog karena ada LAN di kantor….
    kekekeke…..

  • Aris berkata:

    Terima kasih ndoro untuk menyemangati agar tetap menulis. Saya sendiri ngeblog biar bisa seperti ndoro yg pinter menulis dan tulisannya enak dibaca. Tapi sejauh ini, tetep aja tulisan saya masih ngalor ngidul dan enggak bisa kontinyu. Seperti usulan yg lainnya, mungkin ndoro bisa menularkan elmunya dan memberi tips?

    lah saya juga masih belajar nulis tuh, ris … πŸ˜€

  • iway berkata:

    lancar? wah liat saja blog saya, jarang diupdate, jadi pertanyaan itu bukan buat saya ndoro πŸ˜€

  • Bening berkata:

    Setuju sama Heti & Aris!
    Tujuan saya ngeblog untuk melonggarkan kepala dan hati yang sumpek, Ndoro. Tapi ternyata menulis itu nggak mudah 😦 dan itu bikin saya terpacu untuk mulai belajar menulis dengan baik dan runtun. Salah satunya ya belajar dari tulisan Ndoro.

    ah, jadi malu … πŸ˜€

  • Sekadar berbagi Ndoro,
    bahwasanya: genta-bukanlah genta bila tak didentangkan…
    cinta-cukanlah cinta bila tidak dinyatakan,
    dan idea bukanlah idea bila tak diwujudkan dalam tulisan..

    tabik,

    betooool … *tepuk tangan*

  • Mbilung berkata:

    coba ya … itu yang dulu ngglandang saya nyuruh ngeblog sapah!!! ngono kok takon.

    kekekek … :))

  • gandrik berkata:

    kapan yo aku iso ngeblog?

    sing penting niat, kang πŸ™‚

  • pitik berkata:

    saya ini selalu terkagum2 sama tulisan2 sampeyan, selain rutin kok ya isinya selalu hebat…itu ngelmunya ngunduh darimana tho ndoro?

    lah ngunduhnya kan dari sampean juga, kang πŸ™‚

  • sapto berkata:

    Saya koq belum bisa mulai ngeblog Ndoro,
    padahal udah punya tempat,udah banyak bahan,
    pengennya sih share pengetahuan.

    Masalahnya belum isa ngilangin sifat idealis,
    yang ga pingin tinggal pake & gampang,
    kayaknya lebih afdol kalo semuanya mbuat sendiri,
    padahal ga sempet2.

    Jadi maap, kalo ndoro mampir ke tempat saya
    (sapa juga yang mau mampir !! :p)
    belum ada tempat yg layak.

    padahal saya juga sesuatu yang simple seperti blog sampean, mas. πŸ™‚

  • firman firdaus berkata:

    saya tidak pernah bisa lancar menulis. setidaknya dibutuhkan peristiwa yang benar-bnear dahsyat dalam hidup saya untuk bisa nulis agak mendingan, hehe…piye iki.

    ini pasti merendahkan diri untuk meninggikan mutu … πŸ˜€

  • yati berkata:

    mmm…saya ngeblog biar tulisan saya dibaca sama ndoro trus direkrut jadi juru ketiknya ndoro…. hahaha….boong ding… saya ngeblog untuk keabadian. Halah…sok…:p
    sesekali mampir ke blogku, Ndoro…

    done!

  • mei berkata:

    dan saya masih merasa bahwa tulisan saya itu semua ecek-ecek, gak ada gunanya…hanya berisi keseharian dan sekalian tempat ngilangin penat, marah, seneng semuanya nyampur..seharusnya ndak layak baca yo kang..hiks

  • venus berkata:

    saya nulis untuk keseimbangan aja, ndoro. biar gak mumet, huehehe…

  • venus berkata:

    ada yg ketinggalan. saya nulis biar gak mumet dan pecas ndahku πŸ˜€

  • r berkata:

    dulu aku ngeblog alesannya apa ya?
    buat belajar menulis yg tulisannya trus dibaca orang, biar terkenal juga πŸ˜€
    eh, itu dulu…
    sekarang?
    alasan nge-blog gak penting lagi deh… sudah mencandu (atau menyandu?)…

    sama seperti mbaca blog ini, dulu bilang karena enak dibaca dan perlu *halah!* sekarang, nggak penting lagi alesannya, soale sudah jadi ritual πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Keajaiban Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: