Tikus Pecas Ndahe
Februari 7, 2008 § 20 Komentar
Hari ini kita memasuki Tahun Baru, Tahun Tikus [tanah], menurut kalender Cina.
Apakah ini pertanda tikus-tikus makin banyak berkeliaran dan berjaya? « Read the rest of this entry »
Sisifus Pecas Ndahe
Januari 25, 2008 § 31 Komentar
Dengan kata apakah kita sebut orang yang jatuh, bangun, jatuh, bangun, dan jatuh lagi, lalu bangun lagi? Tabah? Konsisten? Penuh determinasi? Atau tolol?
Saya ndak tahu. Tapi hampir setiap hari saya melihat orang-orang seperti itu. Artis X menikah, cerai, menikah lagi, lalu cerai, menikah lagi, beberapa kali. Dan akhirnya, impian tentang keluarga yang bahagia itu tak pernah terjangkau.
Ada lagi Bapak Y yang mencoba-coba berusaha jualan, tapi bangkrut dalam sekejap. Dagang lagi, bangkrut lagi. Buka usaha baru, tutup juga. Begitu seterusnya. Dan cita-cita menjadi kaya itu terbang dibawa angin.
“Ah, mungkin karena kita kini hidup tak lepas dari dongeng Sisifus, Mas,” kata Paklik Isnogud. « Read the rest of this entry »
Rangga Pecas Ndahe
Januari 15, 2008 § 70 Komentar
Dua orang terkenal dengan cara berbeda. Yang pertama Soeharto, dan kedua Rangga Wardhana. Soeharto, sampean pasti tahu, ngetop karena namanya memang populer dan sekarang di ujung ajal.
Rangga Wardhana? Saya tahu dia dari Detikinet, lalu dari Koaa dan Media Jateng. Rangga alias S-X207 ini kabarnya [entah benar, entah ngawur] mahasiswa Kedokteran, Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto.
Meski bukan seleb blogger, namanya mendadak kondang karena situsnya ditutup Google. Lah kenapa dia? « Read the rest of this entry »
Chua Pecas Ndahe
Januari 3, 2008 § 38 Komentar
Halah, gombal tenan Menteri Kesehatan Malaysia Chua Shoi Lek ini. Mosok skandal Yahya Zaini – Maria Eva yang bikin heboh itu kok ya diikuti.
Apa dia ini ndak tahu trik bersembunyi di tempat yang terang ya?
Eh, eh, eh … apakah di antara sampean sudah ada yang punya video syur Pak Cik yang satu ini? Anangku punya nggak ya?
Kalender Pecas Ndahe
Desember 31, 2007 § 37 Komentar
Untunglah pergantian tahun dihitung berdasarkan aturan kalender Masehi. Coba seandainya pakai metode melihat bulan dan sebagainya itu, bisa-bisa ada yang sudah merayakan tahun baru hari ini, ada yang besok, dan ada yang kemarin.
Tapi, kenapa ya masih ada di antara kita yang terkesan lebih suka mempersulit hal-hal yang mudah, membuat soal yang gampang jadi rumit?

