Bom Pecas Ndahe

Desember 27, 2007 § 22 Komentar

Ikut berduka cita atas meninggalnya Benazir Bhutto dalam aksi bom bunuh diri di Rawalpindi, Pakistan hari ini.

Ah teror, kekerasan, kapan kau pergi …

[Pic taken from here]

Perawan Pecas Ndahe

Desember 27, 2007 § 48 Komentar

Perempuan dan perjaka negara mana yang paling cepat kehilangan keperawanannya? Warga Amerikakah? Inggris? Jepang? Korea?

Lihatlah datanya di Furfy.com. Sampean bakal melihat statistik mencengangkan. Halah. Datanya, katanya, didapat dari hasil survei sebuah kumpeni pembikin kondom pada 2005.

Sedikit gambaran, menurut situs itu, anak muda Eslandia menyerahkan tubuh keperawanan/keperjakaannya rata-rata pada usia 15,6 tahun. Kau muda di Jerman 15,9 tahun. Indonesia? Lihatlah sendiri di sana.

Eh, eh, eh … jangan lupa mengecek berapa populasi perawan di seluruh penjuru dunia di situs ini. Angkanya berubah terus lo …

UPDATE: Thanks untuk Kang Mbilung yang sudah merevisi definisi “virginity”.

Bayi Pecas Ndahe

Desember 25, 2007 § 23 Komentar

Hari ini, lebih dari 2.000 tahun yang lalu, ada jabang bayi lahir di kandang domba. Tapi, siapa sebenarnya yang lahir di Betlehem 25 Desember itu?

Saya ndak tahu. Tapi, Paklik Isnogud pernah bercerita, “Barangkali tak seorang bayi pun, suci atau tak suci, lahir di hari itu, Mas. Sebagian orang yang meneliti perkara ini pernah menyimpulkan bahwa hari kelahiran Yesus ditentukan kemudian dan tidak ada hubungannya dengan catatan dan akurasi sejarah.”

“Kok bisa begitu, Paklik?”

“Bisa saja. Bahkan tanggal yang sekarang menjadi Hari Natal itu pada mulanya ada kaitannya dengan ritual pra-Kristen di Eropa, demikian juga halnya pohon Natal, dan entah apa lagi.

Tapi, pentingkah itu semua? Barangkali juga tidak. Cerita tentang Tuhan, para nabi, cerita tentang mukjizat, tentang pengorbanan jiwa, cerita tentang pengalaman religius dan hidup sebelum dan sesudah dunia, semua itu terlampau dahsyat untuk para penelaah fakta historis yang ketil dan cerewet.” « Read the rest of this entry »

Haji Pecas Ndahe

Desember 19, 2007 § 22 Komentar

Kepada mereka yang datang menerima panggilan itu,

Ke negeri yang kering, ke kolong langit dalam dengus suhu 40 derajat, ke haribaan Kaabah dalam kelimun jutaan orang, mengikuti perlambang Bapa Ibrahim. Kepada yang datang dan impit-mengimpit di terowongan Al-Muaisim …

Labaik, Allahhumma Labaik …

:: satu hari sebelum hari keikhlasan itu ::

Nina Pecas Ndahe

Desember 18, 2007 § 22 Komentar

Kepada mereka yang serakah. Kepada mereka yang mau membuat manusia dan dunia secara habis-habisan mengikuti satu rumus. Baiklah untuk diingat sebuah sajak penyair Rumania, Nina Cassian …

Aku serakah. Para Puritan pun marah
Karena kukejar meja hidangan
Yang tersaji di kehidupan
Dari semua kuingin dan kuimpikan

Mereka mencerca aku berpesta
Mereguk yang pahit dan yang meriah
Melulum krim berkendi-kendi
Mengenyam nyaman panasnya roti

Mereka kecam jepit dasiku
Dan sunting kembang yang di rambutku …

« Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Duniasana category at Ndoro Kakung.