Ganyang Pecas Ndahe

Agustus 29, 2007 § 18 Komentar

Setelah Donald Pieter Luther Colopita, wasit karate Indonesia itu, dihajar empat polisi Malaysia sampai babak belur, hubungan kedua negara memanas. Perlukah kita ganyang Malaysia, seperti anjuran Soekarno pada 1963?

“No, no, no … tunggu dulu. Ganyang jangan buru-buru,” kata teman saya, a singer wanna be, menirukan lirik lagu Slow Down Baby-nya She.

“Harus, Mas. Ganyang Malaysia, sikat habis. Tumpas! Tapi, sisakan Siti Nurhaliza buat saya, ya?” kata teman saya yang satunya lagi, seorang aktivis, mantan preman.

Halah, ndasmu, dul!

Kuis Pecas Ndahe

Agustus 11, 2007 § 30 Komentar

Ki Sanak, mari kita lupakan acara pemilihan gubernur Jakarta yang sudah ketahuan pemenangnya itu. Mari kita tinggalkan gegeran penemuan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza. Kini saatnya kita kembali ke kehidupan yang normal, yang penuh tikungan mengejutkan itu.

Nah, sekarang saya punya sebuah kuis buat sampean semua. Tentu saja ini kuis iseng-iseng tanpa hadiah, jadi jangan dianggap serius. Tapi, siapa tahu dengan menjawab kuis ini wawasan jadi bertambah.

Begini kuisnya. Ini ada sebait puisi Spanyol. Bacalah baik-baik, paling sedikit dua kali:

COMO CAMBIAR LA CINTA
Quite la cubierta y enrolle toda la cinta
gastada en un solo carrete
Saque la cinta de la horquilla portacintas
Tome los carretes y: descuelge la cinta del carrete vacio.

Pertanyaan:

a) Apa tema puisi ini sebenarnya? Pilih salah satu:

1. Tentang asmara yang merana di Andalusia.
2. Tentang sindiran untuk keluarga Somoza yang korup di Nikaragua.
3. Tentang keterampilan menggunakan sepuluh jari.

b) Siapa penerbitnya?

c) Di mana bisa dibeli?

Jelas? Sudah dijawab (dalam hati juga boleh)? Inilah jawaban yang benar. « Read the rest of this entry »

Lee Pecas Ndahe

Juli 26, 2007 § 12 Komentar

Ia sudah senior. Seorang mentor. Namanya Lee Kuan Yew. Kita tahu siapa dia. Hari-hari ini dia tengah melawat ke Jakarta, bertemu banyak orang. Dan, banyak berkata-kata. Tentang hubungan Indonesia-Singapura, soal politik, ekonomi, dan sebagainya.

Ah, pak tua itu belum pikun juga rupanya …

Paklik Isnogud cuma senyum-senyum ketika saya mengajaknya ngobrol tentang Mr Lee itu. Saya ikut mesem juga. “Ah, sampean pasti mau ngeledek pak tua itu ya, Paklik?”

“Ndak, Mas, Ndak … Saya justru kagum pada Tuan Lee itu,” jawab Paklik.

Kagum? Kenapa?

“Saya ingat sebuah cerita tentang Tuan Lee, Mas. Sampean mau dengar?”

Saya mengangguk. « Read the rest of this entry »

Blacklist Pecas Ndahe

Juni 29, 2007 § 22 Komentar

Sebelum sampean naik pesawat terbang hari ini, sebaiknya baca berita ini dulu.

“All Indonesian airlines including national carrier Garuda are to be banned from the European Union. An updated blacklist of unsafe airlines also includes operators from Bulgaria, Moldova, Angola and Ukraine.” — BBC News

Halah. Pecas ndahe tenan ki … 😦

Hidup kita memang di tangan Tuhan. Tapi, apa ya sampean ndak mau berpikir-pikir dulu sebelum naik pesawat?

Boys Pecas Ndahe

Juni 5, 2007 § 27 Komentar

Boys are getting harder to make. Halah. Tenane?

Leh sampean ndak percoyo, silakan saja kunjungi dan baca berita di situs Washington Post, persisnya di rubrik sains, edisi kemarin. Atau klik tautan yang sudah saya sediakan di sini.

Para ahli statistik, seperti dikutip Washington Post, mengatakan:

From 1970 to 2001, they found, the number of boys born for every 100 girls dropped steadily from 105.5 to 104.6. Male births among U.S. whites dropped even more steeply, from 105.9 per 100 girls to 104.7 … The researchers found similar declines in Japan, another industrialized country with excellent birth records.

Lalu ada teori yang mengira-ira mengapa bocah lanang kian jarang dan sebagainya, namun penyebabnya tetap saja merupakan misteri. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Duniasana category at Ndoro Kakung.