Armstrong Pecas Ndahe
Januari 23, 2007 § 24 Komentar
Tiba-tiba saja orang tua itu muncul dari belakang panggung. Jalannya agak tertatih, badannya sedikit membungkuk. Begitu sampai di tengah panggung, ia melambaikan tangan. Senyumnya mengembang. Giginya putih bersih dan masih lengkap, tanda selalu dirawat.
“Ladies and gentlemen, please welcome Neil Armstrong.”
Halah. Gendeng. Lelaki sepuh itu ternyata benar-benar si astronot legendaris, orang yang pertama kali menginjakkan kaki di bulan, Neil Armstrong.
Orang-orang langsung berdiri dan bertepuk tangan panjang. Saya ndomblong. Mulut saya menganga nyaris tak percaya. Waow … sosok tokoh yang dulunya cuma saya kenal di buku-buku sejarah dan sains itu benar-benar di depan saya. « Read the rest of this entry »
Beckham Pecas Ndahe
Januari 13, 2007 § 15 Komentar
Bagaimana rasanya punya gaji Rp 9 miliar per minggu? Enaknya buat apa ya uang sebanyak itu? Tanyakanlah pada David Beckham.
Bintang sepak bola Inggris itu pindah ke klub Los Angeles Galaxy, Amerika, dengan nilai kontrak senilai US$ 250 juta atau sekitar Rp 2,28 triliun. Ini salah satu kontrak termahal dalam sejarah olahraga di dunia dan rekor kontrak tertinggi sepak bola Amerika sejak 1975, ketika Pele bergabung dengan New York Cosmos.
Busyet, dah! Itu kan sama dengan sekitar Rp 9 miliar per minggu atau Rp 1,232 miliar per hari, Rp 52,8 juta per jam, Rp 880 ribu per menit. Jadi berapa harga setiap tarikan napas Beckham setiap detik? Silakan hitung sendiri … « Read the rest of this entry »
Modernisasi Pecas Ndahe
Januari 4, 2007 § 7 Komentar
Setelah jaringan internet njengking tempo hari dan masih terasa imbasnya hingga hari ini, ada yang menulis — dengan nada agak khawatir — tentang bagaimana sulitnya kita hidup tanpa internet.
Bayangkan, katanya, bagaimana kita akan berkomunikasi, transaksi, dengan orang lain di tempat yang jauh tanpa internet? Bagaimana kita bisa bekerja cepat dengan tanpa internet? Wah, dunia serasa mau kiamat …. « Read the rest of this entry »
Saddam Pecas Ndahe
Januari 3, 2007 § 17 Komentar
Ada satu peristiwa besar yang nyaris luput dari perhatian saya. Mungkin tak terlalu penting buat sampean, Ki Sanak. Tapi menjadi kabar menghebohkan orang-orang di luar sana: Saddam Husein dihukum gantung.
Sulit rasanya menerima kenyataan bahwa hidup bekas orang nomor satu dan paling berkuasa di Irak itu harus berakhir di tiang gantungan pada pengujung 2006 lalu. Rekaman video eksekusi itu bahkan tersedia di YouTube. Sampai sekarang pun saya masih bertanya-tanya, kok bisa?




