574 Pecas Ndahe
Januari 8, 2007 § 17 Komentar
Misteri hilangnya pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 belum terpecahkan hingga sekarang. Tim SAR bahkan belum berhasil menemukan serpihan pesawat atau tanda-tanda di mana korban berada. Hasil pencarian mereka setiap hari nihil.
Di tengah harapan keluarga para korban yang kian menipis, spekulasi pun merebak. Ada yang menduga pesawat itu meledak di udara, jatuh di laut, dan sebagainya.
Saya mendengar teori lain: Teroris membajak pesawat itu. Benarkah? Ikuti kisahnya berikut ini, Ki Sanak. « Read the rest of this entry »
Sirkus Pecas Ndahe
Januari 4, 2007 § 17 Komentar
Sirkus maut terbang itu bernama Adam Air. Seorang penulis yang mengaku bernama PK-KAR memberikan julukan itu di sini.
Dan, setelah membaca tulisannya yang berjudul: Adam Air — The Flying Circus Nightmare itu, saya mengambil kesimpulan setidaknya ada lima alasan mengapa kita tak perlu naik pesawat Adam Air. Mohon maaf, saya kutip dari bahasa aslinya. Semoga sampean tak makin pecas ndahe melihat kondisi perusahaan penerbangan di Endonesah ini.
Adam Pecas Ndahe
Januari 2, 2007 § 21 Komentar
Musibah mewarnai hari pertama 2007. Pesawat Boeing 737-400 milik Adam Air bernomor penerbangan KI 574 hilang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Manado. Pesawat yang mengangkut 102 penumpang dan kru itu kehilangan kontak dengan Bandar Udara Hasanuddin, Makassar, dan Bandara Sam Ratulangi, Manado, Senin sore. Nyasar atau jatuh?
Paklik Isnogud cuma menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar kabar itu. “Iki lelakon, Mas. Lelakon,” kata Paklik berulang-ulang.
Ungu Pecas Ndahe
Desember 20, 2006 § 46 Komentar

[foto diambil dari situs Ungu Band]
Konser grup band Ungu di Gedung Olahraga Manggala Krida, Pekalongan, Jawa Tengah, tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, memakan korban. Sepuluh orang penontonnya tewas akibat berdesak-desakan ketika keluar stadion untuk pulang. Ini tragedi terburuk dalam sejarah dunia hiburan Indonesia.
Teriring doa dan simpati saya untuk para korban. Semoga tragedi kelam semacam ini tak terulang.



