Senpi Pecas Ndahe

Desember 20, 2006 § 9 Komentar

Perlukah orang sipil bersenjata api? Tanyakanlah pada pak polisi. Menurut Kepala Polisi RI Jenderal Sutanto, memegang senjata api itu seperti memelihara harimau. Salah-salah bisa menerkam pemiliknya.

Makanya, Pak Jenderal dan pasukannya secara bertahap menarik senjata api dari tangan warga sipil. Lah, terus bagaimana orang ramai membela diri ketika jiwanya terancam? Ya pakai gas air mata saja katanya. « Read the rest of this entry »

Porong Pecas Ndahe

Desember 18, 2006 § 5 Komentar

Bahkan di Porong pun ada meja khusus untuk menghadapi teror. Toh meja itu akhirnya tak kuasa juga menahan serbuan lumpur yang menenggelamkan Porong. Memang ada masanya ketika kantor ini menjadi “tempat yang menakutkan”. Pada masa ketika seorang buruh bernama Marsinah ditemukan meninggal dengan cara yang sangat mengenaskan. Dan ketika Kapten Kusaeri, bekas Komandan Rayon Militer Porong yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Marsinah, pernah berkantor.

« Read the rest of this entry »

Kulkas Pecas Ndahe

Desember 16, 2006 § 9 Komentar

Berdasarkan fungsinya, lemari es atau kulkas itu mestinya ya tempat buat menyimpan, mendinginkan, atau membekukan benda-benda seperti air, minuman dalam kaleng, sayur-mayur, buah-buahan, ikan, daging, dan sebagainya. Tapi, di rumah saya, kulkas telah berubah fungsi. « Read the rest of this entry »

Alda Pecas Ndahe

Desember 13, 2006 § 20 Komentar

Saya mengingatnya sebagai penyanyi perempuan berwajah ayu. Kulitnya cerah. Hidungnya mancung. Bibirnya padat merah merekah. Matanya syahdu. Bulu matanya lentik. Rambutnya hitam, panjang, laksana mayang terurai. Dadanya permai, padat, berisi. Suaranya bak buluh perindu ketika dia bernyanyi,

“Aku tak biasa … “

Dia Alda Risma Elvariani. Lahir di Bogor, 23 November 1982. Berat 50 kilogram, tinggi 162 sentimeter. Tadi malam ia meninggal dunia [diperkirakan] dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dan saya pun tertunduk seraya berbisik, from dust to dust, ashes to ashes

Ah, kenapa Alda pergi dalam usia begitu muda? Akankah kepergiannya membuka sebuah skandal yang lain? Another politician? « Read the rest of this entry »

Aceh Pecas Ndahe

Desember 13, 2006 § 6 Komentar

Untuk pertama kalinya rakyat Aceh memilih kepala daerahnya sendiri. Setelah melewati proses pertarungan yang demokratis dan sah, ternyata calon-calon pemimpin dari kalangan bekas anggota Gerakan Aceh Merdeka unggul untuk sementara. Ada yang tenang, ada yang hatinya rusuh.

Yang tenang — tapi mungkin dengan perasaan yang tak menentu juga — mengatakan, “Kita harus menerima hasil itu. Ini demokrasi, Bung!”

Yang penuh curiga dan perasaan waswas berujar, “Wah, jangan-jangan nanti mereka minta merdeka?” « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.