Gerhana Pecas Ndahe
Maret 11, 2016 § 62 Komentar

Suasana Pantai Nyiur Melambai, Belitung Timur, saat terjadi gerhana matahari total pada 9 Maret 2016
Saya merasa beruntung pernah menyaksikan dua kali gerhana matahari total (GMT) sepanjang hidup. Yang pertama saat saya masih SMA pada 1983. Dan yang kedua pada 9 Maret 2016.
Apa persamaan dan perbedaan dua peristiwa alam yang menakjubkan ini di mata saya? « Read the rest of this entry »
2015 in review
Desember 31, 2015 § 38 Komentar
Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.
Berikut ini kutipannya:
Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 89.000 kali di 2015. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 4 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.
Lari Pecas Ndahe
Desember 21, 2015 § 44 Komentar
Sebuah situs komunitas hobi lari, marilari.com, mengumumkan rencana penutupan situs tersebut. Dalam pernyataan yang dimuat di situs pada 20 Desember 2015, pengelolanya menulis:
“Karena beberapa alasan serta tekanan dari beberapa pihak tertentu, kami dengan sangat menyesal memutuskan untuk tidak melanjutkan operasional dan pemeliharaan situs MariLari.com. Proses penghentian akan dimulai per 1 Januari 2016.”
Pengumuman tersebut sontak membuat banyak orang, terutama mereka yang mengenal situs tersebut dan para anggota komunitas lari, bertanya-tanya. Ada apakah gerangan? « Read the rest of this entry »
Narkoba Pecas Ndahe
Januari 28, 2015 § 119 Komentar
Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Sultan Iskandar Muda mengarah ke Markas Kostrad 2, Jakarta Selatan, Selasa malam, 20 Januari 2015. Insiden maut itu melibatkan sejumlah sepeda motor dan mobil. Korban empat orang tewas.

Perkembangan berita tentang tabrakan maut di Pondok Indah itu bisa dibaca di laman ini. Saya hanya ingin menyorot kejanggalan pasca insiden itu ditangani polisi. « Read the rest of this entry »
Meme Pecas Ndahe
November 14, 2014 § 26 Komentar
Ahok adalah sinar terang di ujung lorong. Ia harapan warga Jakarta yang kian suram dan ruwet.
Harapan itu membesar setelah DPRD DKI Jakarta hari ini secara resmi menetapkan Basuki T. Purnama alias Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta. Ahok adalah wakil gubernur yang naik karena gubernur sebelumnya, Joko Widodo, menjadi presiden.
Kita tahu Ahok melewati jalan yang terjal sebelum mencapai kursi DKI 1. Berasal dari kaum minoritas, kemunculannya membuat kelompok radikal seperti FPI bagaikan disengat lebah.
FPI menganggap Ahok sebagai batu di tengah jalan yang harus disingkirkan. Maka kelompok minoritas ini pun gencar menolak Ahok.
Tapi sebagian besar warga Jakarta lainnya, the silent majority, ada di belakang Ahok. Dukungan mereka setidaknya muncul di media sosial. Seperti apa bentuk dukungan itu? « Read the rest of this entry »
