Upeti Pecas Ndahe
Mei 27, 2011 § 48 Komentar
Syahdan di Etiopia. Sang Negus mengangkat Germame Neway, lulusan Amerika, menjadi gubernur. Pengangkatan seorang pejabat itu sebenarnya momen yang normal di mana pun, juga di Negeri Habsi itu. Apalagi Sang Negus alias Haile Selassie adalah penguasa yang memutuskan kedudukan bawahannya. Ia sendiri yang menunjuk menteri, gubernur, manajer hotel, bahkan kepala kantor pos. Ia Sang Penentu nasib.
Tak heran bila saat-saat penunjukkan pejabat adalah klimaks dari seluruh harap-harap cemas, juga kasak kusuk, gosip, info-info, dan fitnah-fitnah sesama pembesar. Dan H.S. tampaknya menikmati saat-saat seperti itu dengan senang.
Tapi gubernur yang satu ini aneh, dan menimbulkan risau: ia tak mau menerima suap atau upeti. Semua yang diterimanya disumbangkannya untuk membuat sekolah.
Perbuatan semacam ini, bila diikuti gubernur lain, pasti akan menyebabkan keresahan. Germame pun dicopot, tapi ia membangkang. Dengan menolak upeti, bahkan dengan berpikir lain dari pola yang umum di Etiopia, Germame memang telah melawan.
Orang celaka! Maka, ia pun tewas. Yang aneh ialah bahwa ternyata perlawanannya menyebabkan orang tersadar dari tidur. Tak ayal, bahaya pikiran pun menyebar. Sang Negus bernama Haile Selassie itu akhirnya copot. Ia dimakzulkan dan dikurung di Istana Menelik. « Read the rest of this entry »
Multiply Pecas Ndahe
Mei 18, 2011 § 55 Komentar
Apa yang sampean bayangkan setiap kali mendengar kata Multiply? Kalau saya pasti langsung teringat pada dua hal: blog dan musik.
Saya, mungkin juga sampean, dulu memang mengenal Multiply sebagai penyedia layanan blog yang juga memberi kita kesempatan untuk berbagi dokumen musik.
Saya masih ingat dulu setiap kali mengunjungi blog beberapa kawan di Multiply, tiba-tiba saja terdengar lagu-lagu mengalun. Ada juga blog-blog yang sengaja menyediakan tautan-tautan untuk mengunduh lagu.
Kini tak ada lagi lagu-lagu yang mendadak mengalun di blog kawan-kawan di Multiply. Tak ada pula tautan-tautan pengunduhan dokumen musik.
Sebagai gantinya, saya melihat banyak blog di Multiply yang menjelma bagaikan toko penjual aneka barang, dari baju sampai barang elektronik.
Rupanya Multiply telah berubah fungsi dan perannya. Wajahnya juga akan segera diperbaharui. Ia kini lebih segar berkat banyaknya desain blog baru. Ia tak lagi sekadar penyedia layanan blog, melainkan juga sebuah pasar yang potensial.
Apa saja yang baru dari Multiply Indonesia? Baca di sini.
>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah sampean tertarik membeli sesuatu lewat Internet?
Pejabat Pecas Ndahe
Mei 5, 2011 § 62 Komentar
Tiba-tiba Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bicara soal Facebook dan Twitter ketika berpidato di depan para pengusaha Amerika Serikat.
Ia juga bicara tentang anak-anak muda yang memadati ranah Internet dan tingginya popularitas media sosial di Indonesia. Adakah kebanggaan? Adakah kecemasan? Bagaimana reaksi para pejabat di bawahnya mendengar pidato itu?
Kita tahu bagaimana media sosial meroket di panggung dunia maya. Orang berduyun-duyun memakainya sebagai salah satu “obat ajaib” yang mampu merobohkan sekat-sekat informasi.
Tapi kita juga melihat kegamangan. Terutama di kalangan para pejabat publik, pelayan masyarakat, yang ngumpet di sudut-sudut birokrasi yang ruwet. « Read the rest of this entry »
Asuransi Pecas Ndahe
April 19, 2011 § 41 Komentar
Asuransi itu seperti ban serep di mobil. Ia merupakan perlindungan terhadap kemungkinan buruk, misalnya ban kempes di tengah jalan. Ban cadangan memberikan semacam rasa aman bagi pengemudi: ada sesuatu yang bisa diandalkan ketika kesulitan datang.
Ibarat mobil, hidup kita juga memerlukan ban cadangan. Asuransi memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko dalam hidup setiap orang, seperti kecelakaan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
Pertanyaannya, siapa yang perlu asuransi? Apa keuntungan dan kerugian memiliki asuransi? Bagaimana memilih perusahaan asuransi yang andal? « Read the rest of this entry »
