Suramadu Pecas Ndahe

Juni 17, 2009 § 115 Komentar

Baru satu minggu diresmikan, lampu-lampu penerangan Jembatan Suramadu hilang dicuri orang. Benarkah masyarakat kita tak mampu menghargai fasilitas publik?

Ini cerita tentang Suramadu, jembatan yang baru diresmikan pada 10 Juni 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dibangun dengan dana lebih dari Rp 4 triliun, jembatan tersebut menghubungkan Pulau Jawa dan Madura.

Dengan panjang 5,4 kilometer, Suramadu menorehkan rekor sebagai jembatan terpanjang di Indonesia bahkan di Asia tenggara. Ia tercatat sebagai salah satu megaproyek yang pernah dibangun Indonesia setelah Stadion Utama Senaya dan Satelit Palapa.

Mulai dibangun pada pertengahan 2002 dengan 3.500 tenaga kerja Indonesia dan Cina, proyek Suramadu menghabiskan 28 ribu ton baja, serta 600 ribu ton campuran baja. Jembatan ini dirancang sanggup bertahan sekitar 100 tahun.

Satu abad? Mungkin tidak. Kenapa? « Read the rest of this entry »

Mendengar Pecas Ndahe

Juni 15, 2009 § 28 Komentar

Blog Boediono Mendengar resmi diluncurkan hari ini di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

blog-boediono

Sebelumnya, blog tersebut sudah diperkenalkan ke khalayak di Yogyakarta pada Sabtu, 13 Juni 2009. Sampean bisa membaca laporan mengenai acara di Yogyakarta itu di sini.

Boediono (dan timnya) bahkan juga aktif bercakap-cakap menggunakan Twitter. Apakah sampean tertarik mengikuti Twitter calon wakil presiden ini?

BF Pecas Ndahe

Juni 15, 2009 § 29 Komentar

poster-bfApakah sampean suka nonton film? Ingin ngobrol, diskusi, dan tukar pengalaman tentang dunia film?

Kalau iya, mungkin sampean perlu bergabung dengan komunitas Bicara Film (BF). Di komunitas ini, sampean tak hanya akan diajak menonton film, tapi boleh ikut bicara.

Penggagas dan komandan komunitas BF adalah Iman Brotoseno. Tahu, kan? Iman ini juga manusia kursi Pesta Blogger 2009.

Menurut Iman, film itu bukan sesuatu yang ekslusif, sulit, dan jauh di awang awang. Film itu menyenangkan. Siapa pun bisa bicara dan masuk ke dalam dunia ini.

Nah, BF adalah sebuah wadah diskusi dan tukar-menukar info tentang film. Ini forum yang kasual dan informal, menampung peminat film awam. Basis komunitas BF adalah blogger dan pengguna layanan media dan jejaring sosial.

“Mereka bukan anggota Kine Klub mana pun. Bukan anggota milis diskusi film. Belum pernah melihat script maupun story board, tetapi getol mendiskusikan film. Mereka belum pernah — atau jarang — melihat proses produksi film dengan segela kerepotan organisasinya, tetapi mereka senang melihat footage tentang “the making of” dan cerita behind the scenes,” demikian tulis Iman di penjelasan tentang BF.

Mengapa perlu bicara film? « Read the rest of this entry »

LSI Pecas Ndahe

Juni 11, 2009 § 96 Komentar

Haruskah lembaga survei independen? Bagaimana kalau ada yang memihak pada salah satu kandidat?

Pertanyaan itu menari-nari di kepala saya sepanjang siang ini. Pemicunya adalah SMS dari Budi Putra. Ia mengabarkan bahwa Denny J.A., Direktur Lembaga Studi Demokrasi, memasang iklan di sebuah koran yang isinya mengajak pemilih untuk mencontreng salah satu pasangan calon presiden dan wakilnya.

Capture iklan oleh Budi Putra

foto pinjam Budi Putra

Kita tahu bahwa Denny juga Direktur Eksekutif Lingkar Survei Indonesia (LSI). Lembaga survei ini kerap menerima order jajak pendapat dari partai-partai politik, para politisi, calon pemimpin daerah, dan sebagainya. Dan ini bukan iklan pertama tentang dia.

Seperti yang pernah disampaikan beberapa kalangan, saya juga bertanya-tanya, bagaimana Denny menempatkan diri sebagai wakil lembaga survei yang diharapkan independen dan posisinya sebagai pendukung kandidat? Bagaimana Denny menghindari konflik kepentingan? « Read the rest of this entry »

Drama Pecas Ndahe

Juni 5, 2009 § 87 Komentar

If there’s not drama and negativity in my life, all my songs will be really wack and boring or something. ~ Eminem.

Yeah, hidup memang bisa menyebalkan dan membosankan tanpa drama. Hidup bakal datar-datar saja tanpa tangis dan air mata. Kurang greget. Itu sebabnya kita umumnya menyukai drama. Sesuatu yang dramatik membuat kita bergairah. Membuat kalbu tercabik-cabik. Membuat perasaan teraduk-aduk.

Begitulah pelajaran yang saya peroleh setelah menghadiri persidangan pidana perdana kasus Prita Mulyasari di Pengadilan Negeri Tangerang kemarin. Dalam sidang yang hanya berlangsung 15 menit, Prita didakwa jaksa telah mencemarkan nama baik dokter dan Rumah Sakit Internasional Omni Tangerang.

Sidang kemarin mirip sebuah pentas. Lengkap dengan panggung, lamput sorot, dan kamera-kamera yang siaga menembak setiap adegan. Pengunjung sidang ibarat penonton sebuah pertunjukan. Kilat mata-mata mereka yang penasaran menatap tanpa berkedip, khawatir kehilangan setiap potong adegan. Orang berharap sebuah drama. Sebuah adegan dramatik.

Adakah? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.