Panglima Pecas Ndahe

Juni 10, 2008 § 38 Komentar

munarman menyerah

“Ah, belagu lo,” kata seorang kawan di pabrik setelah membaca berita itu. Mulutnya mencibir, menujukkan ketidaksukaannya.

Saya tersenyum, mencoba memahami perasaannya yang barangkali memang sedang kesal akibat ditimbun setumpuk pekerjaan.

Mungkin juga kawan saya itu kurang istirahat setelah begadang semalaman hanya untuk menyaksikan pertandingan Euro 2008 sehingga agak sensitif pada hal-hal yang bernuansa kepongahan.

Rambut sama hitam, isi kepala juga hati kan bisa berlainan. Kawan saya itu boleh saja mengumpat, tapi sampean belum tentu sepakat, bukan? « Read the rest of this entry »

Perbedaan Pecas Ndahe

Juni 9, 2008 § 28 Komentar

Bagaimana mengayuh perahu agama di tengah tekanan gelombang politik yang ganas? Bagaimana kelompok-kelompok agama harus bersikap terhadap pemerintah dan kelompok lain? Apakah mereka juga memakai pentungan? Menggebuk?

Bukalah buku-buku sejarah. Barangkali dari sana kita akan mendapatkan semacam pelajaran tentangnya, dan bagaimana harus bersikap di tengah keragaman.

Dari arsip usang dan berdebu di pabrik, misalnya, saya mengetahui sedikit gambaran tentang suasana hari terakhir Muktamar Nahdlatul Ulama Surabaya, 13 Oktober 1927.

Kurang lebih 200 orang hadir. Semuanya ulama. Ketuanya adalah Kiai Hasyim Asy’ari dari Tebu Ireng, Jombang.

Perdebatan sengit sering terjadi dalam muktamar ini, tapi dalam hal-hal pokok keagamaan para peserta bersatu.

Juga nampaknya dalam satu hal lain. Menurut laporan yang diterima pemerintah kolonial Belanda waktu itu, sebagaimana tersimpan dalam Koloniaal Archief di Den Haag, para peserta muktamar memuji-muji politik penguasa.

Pemerintah Hindia-Belanda, begitulah kata mereka, menjamin kemerdekaan Islam yang benar tanpa mencampuri segi-segi keagamaan. « Read the rest of this entry »

Gaby Pecas Ndahe

Juni 6, 2008 § 30 Komentar

Gaby atau Geby sih? Entahlah. Tapi, setelah didengar-dengarkan, enak juga ya lagunya?

Jauh kau pergi versi Youtube.

Dasar saya yang kuper, katak dalam tempurung, baru tahu gosip beginian setelah beredar berbulan-bulan di mana-mana. Bahkan blog-blog sebelah sudah membahasnya sejak kapan hari.

Zam yang duitnya sudah meteran itu pun bercerita bahwa para pengamen di bus kota dan metro mini di Jakarta sudah fasih mendendangkan lagu ini.

Pertanyaannya, duit sudah meteran kok masih naik bus kota sih, Zam? Rp 5 juta per minggu masih kurang?

Terus si Gaby itu siapa? Apakah Gaby ini yang sama dengan Gaby yang itu?

Rumor Pecas Ndahe

Juni 5, 2008 § 57 Komentar

Rumor itu beredar dari milis ke milis, juga di beberapa blog dan situs jurnalisme warga. Isinya kurang lebih begini:

Hari Kamis tgl 29 Mei 2008 di bandara Soekarno Hatta telah dilakukan pemeriksaan terhadap para calon penumpang yang membawa komputer.

Kepada mereka yang komputernya terinstallasi software-software tidak berlisensi, dilakukan sidang di tempat dan dikenakan denda sebesar Rp 9.500.000,- per komputer. Selanjutnya komputer ditahan dan harus ditebus di polres yang telah ditentukan.

Menurut info yang didapat, pemeriksaan komputer ini telah dilakukan selama seminggu oleh aparat kepolisian beserta tim HAKI di bandara, cafe-cafe dan tempat umum lainnya.

Kejadian ini disaksikan langsung oleh pak Rahmat Saptadirdja (Xsis) dan pak Bima Kurniawan (Anabatic) yang akan melakukan perjalanan melalui bandara Soekarno Hatta.

Kepada rekan-rekan yang menggunakan komputer notebook, harap berhati-hati dalam menggunakan komputernya di tempat umum dan segera melegalisir software-software yang digunakan atau menghapus software yang tidak legal.

Kabar itu memicu keresahan di kalangan pemakai laptop/notebook, terutama yang memakai sistem operasi ilegal. Tapi, para aktivis sistem operasi terbuka justru menunggangi memanfaatkan kabar itu sebagai bahan kampanye penggunaan peranti lunak terbuka. « Read the rest of this entry »

Intro Pecas Ndahe

Juni 4, 2008 § 33 Komentar

Coba perhatikan dan dengarkan intro kedua lagu ini. Bagian intronya saja ya.

Where did you go — Fort Minor

Kukatakan dengan indah — Peterpan

Mirip nggak? Sebuah kebetulan atau …

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.