Bocor Pecas Ndahe

Maret 15, 2008 § 27 Komentar

Garansi bocor 1 tahun? Apakah maksudnya setelah satu tahun boks dari besi ini pasti bocor, begitu?

Photobucket

Lah kok kalah hebat dibanding kondom antibocor itu ya. Wah, klaim yang sangat aneh tuh.

Saya menemukan tulisan itu di sebuah mobil boks di dekat Bandar Udara Soekarno-Hatta. Sayang saya ndak sempat menanyakan maksudnya kepada si pengemudi.

Toko Pecas Ndahe

Maret 14, 2008 § 41 Komentar

Mengapa mal-mal dan pusat-pusat perbelanjaan terus bertumbuhan di Jakarta? Tanda-tanda kemakmuran? Pertumbuhan ekonomi yang meroket?

Saya tak tahu. Tapi, kemarin siang, di Pacific Place yang menjulang, luas, dan dingin itu, saya melihat toko-toko sepi tanpa pembeli. Tapi, tempat-tempat makan, kafe, rata-rata ramai pelanggan.

Bapak-bapak berdasi LV, ibu-ibu dengan tas Prada di tangan, mengudap jajanan. Sesekali terlihat mereka menyesap kopi berlogo duyung dalam bulatan hijau itu.

Saya heran, bila toko-toko baju, parfum, arloji, dan sebagainya itu tiada laku, dan itu artinya tiada pemasukan, bagaimana mereka bertahan? Bukankah menyewa lahan di dalam kompleks pertokoan mewah jelas butuh uang tak sedikit? « Read the rest of this entry »

Sumbangan Pecas Ndahe

Maret 13, 2008 § 33 Komentar

Ide dan niat baik tak selalu menghasilkan yang baik-baik juga. Lihatlah dari cara mereka menutup separuh jalan dengan palang kayu dan drum bekas hanya demi membuat para pemakai jalan melambat, lalu melemparkan selembar rupiah atau segepok koin.

Saya paham mereka cuma mau minta sumbangan untuk membangun sesuatu. Ide dan niat sih, luhur. Tapi, saya kok ndak sreg ya dengan cara-cara seperti ini. « Read the rest of this entry »

Monyet Pecas Ndahe

Maret 10, 2008 § 53 Komentar

Perang [iklan] tarif antaroperator telepon selular memang sudah ndak masuk akal. Yang satu mengiming-iming tarif nol koma sekian rupiah per detik, satunya lagi ndak mau kalah masang ongkos nol koma sekian-sekian rupiah per detik.

Akibatnya, para pelanggan, terutama sekali, kartu pra bayar seperti monyet beneran: pindah sana pindah sini mengikuti tarikan sang dalang. Gimana ndak kayak monyet coba? « Read the rest of this entry »

Asus Pecas Ndahe

Maret 8, 2008 § 40 Komentar


Asus Eee PC
benar-benar produk yang layak dicoba. Mungil, ringan, ringkas, sederhana — dan harganya cukup terjangkau. Begitulah kesan saya setelah mencoba subnotebook itu milik seorang kawan di pabrik.

Asyik juga bikin posting pakai perangkat ini. Cuma saya masih agak kesulitan mengetik di keyboard yang ukurannya lebih kecil dari milik notebook biasa. Beberapa kali salah pencet. Mungkin hanya karena belum biasa saja. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.