Edaran Pecas Ndahe

September 6, 2007 § 18 Komentar

Inilah surat edaran yang bikin resah sebagian warga Jakarta beberapa hari ini.

<img border=”0″ src=”http://aycu24.webshots.com/image/25783/2006257723321475256_rs.jpg” title=”surat yang bikin resah”

Saya mendapatkan surat edaran ini dari seorang tetangga kemarin pagi. Katanya, surat itu beredar dari satu ibu ke ibu yang lain di pasar kompleks perumahan kami. Entah siapa yang mengedarkannya. « Read the rest of this entry »

Starbucks Pecas Ndahe

September 1, 2007 § 18 Komentar

Coffee anyone?

[terima kasih untuk mas gandrik yang mengirimkan foto ini. mohon maaf, saya ndak tahu ini foto bikinan siapa dan di mana lokasinya]

Darkness Pecas Ndahe

Agustus 31, 2007 § 18 Komentar

Seorang ibu dan anaknya terjun dari lantai 35 apartemen Ambasador, Jakarta. Seorang ibu memaku kepala anaknya dan kepalanya sendiri. Sebelumnya, seorang ibu membakar diri bersama anak-anaknya.

Duh Gusti, kenapa kehidupan jadi begini muram? Inikah nujum yang pernah dinyanyikan Simon dan Grafunkel dengan lirih, seperti melamun, “Hello, darkness …”?

Ada yang bilang, banyak orang zaman sekarang yang terganggu jiwanya karena menderita stres, putus asa, dan frustrasi. Penyebabnya bisa kemiskinan, korupsi, diskriminasi, kebodohan, kekerasan dalam rumah tangga, ketidaksabaran. Mungkin juga oleh sebab lain. Saya ndak tahu.

Jakarta, juga kota-kota besar lain di Indonesia, memang seperti tak pernah sabar. Klakson memekik-mekik di jalan. Kemiskinan, juga korupsi, merajalela. Di sisi yang lain, banyak orang yang kian rakus dan suka merampas hak orang lain yang lebih lemah. Pertanda apakah ini? « Read the rest of this entry »

Ganyang Pecas Ndahe

Agustus 29, 2007 § 18 Komentar

Setelah Donald Pieter Luther Colopita, wasit karate Indonesia itu, dihajar empat polisi Malaysia sampai babak belur, hubungan kedua negara memanas. Perlukah kita ganyang Malaysia, seperti anjuran Soekarno pada 1963?

“No, no, no … tunggu dulu. Ganyang jangan buru-buru,” kata teman saya, a singer wanna be, menirukan lirik lagu Slow Down Baby-nya She.

“Harus, Mas. Ganyang Malaysia, sikat habis. Tumpas! Tapi, sisakan Siti Nurhaliza buat saya, ya?” kata teman saya yang satunya lagi, seorang aktivis, mantan preman.

Halah, ndasmu, dul!

PLN Pecas Ndahe

Agustus 27, 2007 § 27 Komentar

SEMENA-MENA | Tanggal berapa batas akhir pembayaran rekening listrik PLN? Pada tanggal 20 bulan berjalan? Salah!

Saya baru tahu pagi ini ketika tiba-tiba melihat ada stiker mencolok warna merah di kaca jendela rumah saya, persis di sebelah meteran PLN terpasang. Ketika saya baca, stiker itu ternyata berisi pengumuman dari PLN, bahwa batas akhir pembayaran diajukan jadi tanggal 10 setiap bulan. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing the Indonesiana category at Ndoro Kakung.