PLN Pecas Ndahe

Agustus 27, 2007 § 27 Komentar

SEMENA-MENA | Tanggal berapa batas akhir pembayaran rekening listrik PLN? Pada tanggal 20 bulan berjalan? Salah!

Saya baru tahu pagi ini ketika tiba-tiba melihat ada stiker mencolok warna merah di kaca jendela rumah saya, persis di sebelah meteran PLN terpasang. Ketika saya baca, stiker itu ternyata berisi pengumuman dari PLN, bahwa batas akhir pembayaran diajukan jadi tanggal 10 setiap bulan.

Dalam hati saya misuh-misuh. Asyem tenan, ki! Mentang-mentang jadi pemasok tunggal, pabrik setrum itu seenak-enaknya menetapkan tanggal batas pembayaran tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Ini artinya kan, suka ndak suka, saya [tepatnya simboke bedes-bedes itu] harus mengatur lagi anggaran belanja rumah tangga bulanan. Yang dulunya biasa membayar sekitar tanggal 15, mbesuk-mbesuk terpaksa harus dimajukan. Soalnya saya bukan jenis orang yang memilih sistem pembayaran one bill seperti yang ditawarkan lembaga keuangan yang mengeluarkan kartu kredit itu.

Semena-mena? Saya kira iya. Lah wong orang PLN ndak pernah ngajak saya diskusi soal ini je. Pokoknya mereka langsung memasang stiker pemberitahuan itu. Masangnya pun ndak pakai permisi pula, ndak pakai surat-menyurat. Bagaimana seandainya saya ndak pernah melirik stiker itu dan tetap membayar tagihan setelah tanggal 10?

Semula saya mau protes, tapi kok sepertinya percuma. Lah wong setiap listrik padam dan lapor ke PLN itu responnya bisa lama je. Apalagi kalau mau mengadu soal beginian.

Saya ndak tahu apakah rumah sampean juga sudah dipasangi stiker seperti itu. Silakan cek sendiri. Jangan-jangan cuma rumah saya ya? Wah, pecas ndahe tenan ki … Kayaknya cuma di Indonesia yang bisa begini …

Iklan

§ 27 Responses to PLN Pecas Ndahe

  • Mbilung berkata:

    “Area Pelayanan Kalideres” … lha siapa melayani siapa di sana itu?

  • edwin berkata:

    emang kalo tgl-nya di-maju-in jd tgl 10 beneran bisa ngurangin antrian…? hubungan-nya gimana antara tgl 10 sama tgl 20…?

  • kw berkata:

    di daerah selatan jakarta, di rumahnya pak haji, belum ada pagi ini, ndoro.

  • yati berkata:

    giliran telat bayar, langsung dicabut ga pake pemberitahuan. tapi disini, udah biasa banget PLN semena-mena. ga ada yang protes, udah punya genset semua. dudulz…

  • kenny berkata:

    makanya siap2 teplok ndoro 😀 , disini lumayan pengertian pln nya klo telat bayar dapat surat amaran(peringatan) tapi warnanya pink terang. Klo ada gangguan listrik jg kasih pengumuman dulu.

  • nananias berkata:

    ngono ae kok gumun to ndoro. iki rak negara indonesia yang merdeka. merdeka pisan gawe goro-goro 😀

  • KRMT Rai Singo berkata:

    Nuwun Sewu, Sanksi bila Ndoro membayar lewat tanggal 10, adalah dimasuken ke gelombang ke-2…. kan juga masih ada gelombang 3 dan 4. jadi Ndoro santai kemawon. Priyayi PLN sukanya memang begitu .. mbundhet

  • andrias ekoyuono berkata:

    Di tempat saya juga gitu ndoro, dikasih gelombang2 gitu. Padahal mbayarnya udah di loket PLN di perumahan yang gak gitu rame 😀

  • mathematicse berkata:

    Wow, pake merah pula!

  • mbakDos berkata:

    nurut, nrimo, mau diapakeun juga mereka manut. begitu mungkin pikir mereka atas para konsumen 😐

  • iway berkata:

    kayaknya dirumah saya dah dari bulan kemaren, padahal saya bayar lewat atm (males ngantri di pln)

  • bootdir berkata:

    Mungkin dari hasil survey PLN pada orang yang ditempeli stiker, gaji sebulan habis pada 10 hari pertama. Jadi supaya ‘komanan’ tanggal pembayaran diajukan. 🙂

  • bangsari berkata:

    makane kos wae pakde, ra ngurusi mbayar listrik ngene. hahaha

  • agus berkata:

    salam kenal, ndoro…
    googling PLN koq malah nyasar kesini.. 😀
    makanya jgn ada monopoli, ndoro. jadinya kita gak ada pilihan lain selain manut.
    kebetulan saya sekarang lagi di Australia, disini ada beberapa perusahaan penyedia listrik. harga bersaing meskipun tetap ada patokan dari pemerintahnya, pelayanan pun berlomba-lomba bagus2an. “you can choose your power” begitu kalo disini slogan-nya.
    kapan ya Indonesia seperti itu…? 😦

  • nYam berkata:

    lho baru dikasih tau sekarang? saya sudah terima pemberitahuan itu mulai Mei atau Juni. kok PLN ga kompak gini ya?

  • OdyDasa berkata:

    Kok lama waktu pembayaran jadi berkurang ya, kalau biasanya (bukan di Jakarta kali, saya di boyolai), tgl 6 s.d. tgl 20, yang berarti 14 hari, alias 2 minggu.
    Nha ini, sudah dimajuin, dipotong pula slot waktu pembayarannya. harusnya sih, kalau waktu terakhir bayar diajuin, waktu awal pembayaran juga diajuin, mulai tgl 26 bulan sebelumnya misalkan. PLN juga harus konsekuen, pencatatan pemakaian listrik juga harus diajukan juga.
    Jadi, bagi pelanggan, slot waktu pembayaran tetap 14 hari, tidak di-discount 10 hari kayak gitu.
    Memang mentang-mentang, sok pinter, tapi males untuk berubah jadi baik.

  • OdyDasa berkata:

    …di Jakarta kali, saya di boyolai…
    ==> masksudnya Boyolali, Jateng.

  • tuginem ginak-ginuk berkata:

    loh ini kayaknya konco lawas ki…mas ody dasa…, sekolah teleponya mas ody dulu?

  • bambam berkata:

    wah…merah???
    nyaing-nyaingi stiker peringatan imlek dunk ndoro….
    diklehtek wae pye..???????

  • aryadi berkata:

    Emang sih di australi udah ga monopoli urusan listriknya. tapi sudahkah anda menelusuri lebih dalam kenapa beda dengan di Indonesia. tanya langsung sama pak Edi Widiono(Bosne PLN) biar ga ada yang Berprasangka Buruk en menjurus ke arah provokatif.
    slh satu dr bnyk sebab adalah, kondisi perekonomian yang menyebabkan biaya produksi yang sangat tinggi(Rp 1800/Kwh),jauh diatas harga jual yaitu (500-600 rupiah). sapa juga yg mw jualan listrik di Indonesia, ga ada yang berani jual dibawah harga produksi. apalagi tarif listrik sekarang aja udah berat bgt buat kbanyakan orng Indo. di tiap instansi ga akan luput dari kecacatan, begitu juga PLN. walaupun ada kebijakan2 yg mnggkn akan jadi keluhan, itu sama sekali bukan karna semena2 mentang2 monopoli. dibalik itu adalah untuk kepuasan pelanggan.
    dasar kebijakan itu adalah seringnya pelanggan yg membayar di akhir periode. otomatis loket pasti penuh dong.kl g slese smua antrian hari itu, otomatis ada yang ga bayar hari itu. akibatnya tau kan, pelanggan tsb jd telat bayar dan harus membayar biaya keterlambatan.
    maaf juga untuk untuk ahmad simanjuntak.. banyak pegawai PLN yang meninggal saat bertugas, semua yg dikerjakan beresiko tinggi. semua agar kita bisa menikmati listrik. kita seharusnya mendoakan yang baik untuk mereka. mengapa harus mengutuk mereka?
    jika anda ingin menjadikan ngara ini maju.. jadilah orang yang berprestasi, terus menciptakan karya inovasi, bergabunglah dengan PLN, jadikanlah PLN lebih baik seperti yang anda inginkan. itu lebih baik daripada sekedar meluapkan emosi. terima kasih…

  • moslem berkata:

    gue setuju dengan pendapat dari mas aryadi
    seharusnya semua pada ta alo pln itu menjual listrik banyak masalhnya. mulai dari harga jual yang ditetapkan oleh pemerintah jang selisihnya jauh dari harga produksinya, belom lagi dengan para pelanggan yang selalu protes dengan mutu pelayanan yang diberikan oleh pln. emang sih tingkat mutu pelayanan dari pln sekarang ini masih merah, tapi itu semua udah dilakukan segala perbaikan untuk dapat meningkatkan tingkat pelayanan tersebut. makanya kalo gak tau dengan pasti jangan asal nuduh sembarangan.klo emang mau penjelsan yang lebih tentang kenapa alasan pln berbuat begitu kenapa nggak datang langsung ke kantor pln dan minta penjelasan yang selengkap-lengkapnya

  • […] Ini dia biang kerok yang sempat membuat saya pernah misuh-misuh sampai bikin dua posting ini dan yang ini. […]

  • NuDe berkata:

    oow, jadi sekarang PLN itu sama dengan Perusahaan Listrik Njelehi to ndoro

  • gatotburisrowo berkata:

    Mas, sampean orang pinter, ndak perlu rasanya saya jelasin kenapa sampean ndak boleh juluki bedes ke anak-anak sampean.

  • dmztc03 berkata:

    alasane cek lucune bin guoblok tenan…….bayankan saya tertawa…tapi hanya satu kali saja…..(HA!!)…..ngabab

  • yanuar berkata:

    mbah mbah … nuwun sewu nggih
    yang bener PECAS NDAHE apa PECAH NDASE ? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading PLN Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: