Bimbi Pecas Ndahe

Juli 3, 2008 § 34 Komentar

Seseorang kehilangan kejenakaannya tadi pagi. Parasnya lesi, seperti bayi kurang gizi. Matanya suwung, sedikit linglung.

“Hari-hari ini, saya teringat Bimbi, Tuan,” begitu bisiknya lirih.

Bimbi? Aha, tentu saja saya tahu siapa Bimbi, gadis lugu dalam lagu ciptaan Titiek Puspa yang legendaris itu.

Tapi, siapakah Bimbi sebenarnya? Gadis yang tak kenal lagi saudara? Pelacur murahan? Seleb numpang lewat atau seseorang yang kehilangan masa lalu? « Read the rest of this entry »

Kenyataan Pecas Ndahe

Juni 30, 2008 § 29 Komentar

Apalagi yang kau cari kawan? Pertandingan usai sudah. Tak ada lagi umpan-umpan matang di depan gawang. Tendangan salto. Sistem 4-3-3. Pertahanan gerendel. Peluh. Ganjalan. Gol. Penalti. Kartu merah. Hasrat reda, gairah jadi kuyu, seperti umbul-umbul yang kena hujan.

Orang pulang dan berhitung, tentang ongkos beli karcis dan beli obat antiserak. Akuntansi, perhitungan utang dan piutang — dan kecemasan untuk tidak kebagian tempat dalam hidup — kembali mengambil peran.

Hidup jalan terus, dengan pesona dan keberengsekannya. Kita bertemu kembali dengan lawan dan kawan-kawan lama. Kita hadapi lagi urusan lama dan baru, seperti dulu. Yah, masih yang itu-itu juga.

Mari kembali ke pojokan kedai kecil, tempat kita biasa minum secangkir teh tarik. Kau tentu masih ingat kedai itu bukan? « Read the rest of this entry »

123 Pecas Ndahe

Maret 3, 2008 § 19 Komentar

Jadi begini ceritanya, Ki Sanak. Tiba-tiba saya dijawil (tagged) oleh Unspun. Jawilannya berupa permainan iseng-iseng yang disebut 123 meme.

Aturan permainan:
a. Buka halaman 123 dari sebuah buku yang paling dekat dengan sampean sekarang.
b. Cari kalimat kelima di halaman itu.
c. Tuliskan tiga kalimat yang muncul setelah kalimat kelima di halaman 123 itu.

Oke, saya sudah melakukannya. Buku yang saat ini kebetulan ada di dekat saya adalah sebuah novel terjemahan karya Mary Higgins Clark, Pretend You Don’t See Her (diterjemahkan menjadi Anggap Dia Angin Lalu).

Tentu saja, seperti tebakan sampean, ini sebuah novel lawas, terbit pertama sekitar sepuluh tahun yang lalu. Novel yang kebetulan ada di dekat saya itu dalam edisi bahasa Indonesia, terbitan Gramedia Pustaka Utama, cetakan ketiga, Mei 2005.

Judul novel itu sama dengan judul lagu yang dipopulerkan oleh Jerry Vale, Pretend You Don’t See Her. Novel ini bercerita tentang seorang wanita muda yang secara kebetulan menyaksikan sebuah peristiwa pembunuhan, dan untuk menyelamatkan nyawanya ia harus masuk Program Perlindungan Saksi. « Read the rest of this entry »

Prasangka Pecas Ndahe

Januari 29, 2008 § 22 Komentar

Baiklah, Nduk … Kuberi tahu sesuatu. Sejarah arti kata-kata memang bukan sejarah sebuah rencana yang disusun beres sebelum bahasa lahir.

Kata “prasangka” dan “bau”, misalnya, tak bisa dengan segera diberi arti. Kita harus menunda artinya sebelum kita tahu di mana ia terletak dan bagaimana hubungannya dengan kata yang lain — dan bagaimana pula situasi si pembicara dan si penerima.

Sebab, kata memang senantiasa bergerak antara kamus dan konteks. Ia terus-menerus berada dalam keadaan yang tak stabil dan tak 100 persen pasti. « Read the rest of this entry »

Payudara Pecas Ndahe

September 26, 2007 § 30 Komentar

Where Am I?

You are currently browsing the Komunikata category at Ndoro Kakung.