Brokoli Pecas Ndahe
Oktober 29, 2007 § 27 Komentar
Saya baru sampai di pabrik dan buka komputer pagi ini. Belum juga sempat meredakan napas yang ngos-ngosan. Belum juga minum air putih dingin. Ealah, lah kok setumpuk undangan dan memo sudah memenuhi meja.
Begitu buka komputer dan email, hwsayu … banyak amat pesan-pesan yang masuk. Saya buka satu per satu, saya intip dan baca pelan-pelan.
Hwadoh! Lah kok hampir semuanya mengingatkan saya bahwa pesta sudah berlalu dan mulai hari ini saya kembali menjadi buruh pabrik lagi seperti biasa — yang harus menaati perintah para bos dan juragan.
Setenggok tugas sudah menanti. Sebakul pekerjaan sudah menunggu. Ya, ampun … « Read the rest of this entry »
Pemuda Pecas Ndahe
Oktober 26, 2007 § 22 Komentar
Terus terang, saya gamang juga menghadapi perhelatan akbar Pesta Blogger 2007 Sabtu besok. Soale saya ndak tahu mau ngomong apa di sana.
Untuk menenangkan pikiran yang byar-pet itulah saya sengaja sowan, sekaligus mohon doa restu kepada Paklik Isnogud. Saya ingin mendengar dan mendapat pencerahan dari “telaga yang meneduhkan” itu. Siapa tahu Paklik akan memberi saya sesuatu yang bisa saya bagi ke teman-teman sesama bloger.
Begitulah. Saya pun melangkahkan kaki ke rumah Pakliklah yang asri. Begitu tiba di rumahnya, orang yang saya cari ternyata berada di kebun belakang. Dia sedang berdiri sambil memandang deretan pot-pot anthurium dengan daun-daun ajaibnya. Ada Gelombang Cinta, Jenmani, dan sebagainya.
Ia tersenyum begitu melihat saya datang. « Read the rest of this entry »
Kutang Pecas Ndahe
Oktober 20, 2007 § 47 Komentar
Gambaran perempuan tentang lelaki yang seksi itu memang macam-macam. Ada yang bilang pria seksi itu yang otaknya encer. Ada lagi yang menganggap pria itu baru bisa disebut seksi kalau bisa kulitnya putih, tubuhnya langsing, dan pantatnya penuh.
Seorang kawan, tentu saja perempuan, punya pendapat lain. Dia bilang lelaki yang seksi itu yang, “Tatapannya bisa membuat pedhot [putus] tali kutang.”
Halah. Saya ngakak mendengar komentarnya yang lucu bin wagu itu. Maklum saja, Ki Sanak. Teman saya itu memang mengaku rada ndesit karena berasal dari Semin, sebuah desa kecil di Gunung Kidul sana. [Ups, bakal ada yang protes nih]
Tapi, dia ngamuk ketika saya ngakak begitu mendengar istilahnya yang ajaib dan ndak umum itu.
“Sik, Mas. Sampean kok malah ngguyu. Ndak terima aku,” begitu katanya. « Read the rest of this entry »
Sugih Pecas Ndahe
Oktober 18, 2007 § 24 Komentar
Ini berita baru, tapi saya tak terkejut. Hasil survei Merrill Lynch dan Capgemini menunjukkan bahwa jumlah orang kaya di Indonesia naik 16,2 persen pada 2006, menjadi 20 ribu orang — nomor tiga di Asia-Pasifik.
Yang dimaksud orang kaya itu, menurut Merrill Lynch dan Capgemini, adalah orang dengan kekayaan lebih dari US$ 1 juta (sekitar Rp 9,2 miliar) dalam bentuk aset finansial, seperti uang tunai, ekuitas, dan surat berharga.
Hasil survei berjudul Asia-Pacific Wealth 2007 itu diumumkan di Hong Kong, Selasa lalu. Survei tersebut merupakan bagian dari Survei Kemakmuran Dunia 2007 yang diumumkan pada Juni 2007.
Kenapa saya ndak kaget? Pertama-tama tentu saja karena saya [untunglah] ndak masuk dalam kategori wong sugih seperti yang dimaksud dua lembaga keuangan internasional itu.
Kedua, jumlah 20 ribu terlalu moderat. Menurut saya, jumlah wong sugih di Indonesia itu sesungguhnya jauh lebih besar. Maklum, banyak orang yang pinter menyembunyikan kekayaannya. Terus, bagaimana ngitungnya? « Read the rest of this entry »
Telunjuk Pecas Ndahe
Oktober 14, 2007 § 15 Komentar
Saya selalu terheran-heran [sekaligus kagum] setiap kali menyusuri ranah digital dan menengok beberapa blog yang tetap “hidup” hari-hari ini. Karena, saya masih menemukan blog-blog yang tetap rajin menerbitkan beberapa tulisan terbaru dan mendapat komentar.
Di saat libur Lebaran begini kok ya ada yang masih rajin nge-blog? Ketika sebagian orang tengah asyik beranjang sana-anjang sini, bersalam-salaman dengan tetangga-sanak-kerabat, kok ya ada yang lebih memilih hanyut di alam digital: mencari inspirasi, membuka pc atau laptop, lalu ketak-ketik menjadikannya sebuah posting?
Siapakah yang mereka cari? Siapakah yang akan mereka temui? Siapakah yang mereka salami? Adakah yang mereka tunggu? Adakah sop iga di Internet? Adakah kehangatan pelukan pacar gelap di sana? « Read the rest of this entry »
