Lebaran Pecas Ndahe
Oktober 13, 2007 § 7 Komentar
Ah, seandainya saya bisa beli Lebaran di pasar swalayan …
Maaf Pecas Ndahe
Oktober 10, 2007 § 58 Komentar
Lebaran sebentar lagi, Ki Sanak. Mungkin Jumat, mungkin Sabtu. Terserah sampean mau ikut yang mana. Kalau saya sih, milih tergantung mood. Halah. Lebaran kok tergantung mood ya?
Tapi, kapan pun harinya, saya cuma mau lebih dulu meminta maaf kepada sampean semua yang sudah sering berkunjung ke sini. Barangkali ada gambar, kata, atau tulisan yang membuat sampean ndak nyaman.
Saya bukan orang yang sempurna, begitu juga semua yang ada di sini. Karena itu, jauh-jauh hari saya mohonkan keikhlasan hati sampean memaafkan semua kesalahan saya. Mumpung sampean masih sempat buka Internet, mumpung sampean masih sempat datang ke sini.
Soalnya saya ingat cerita tentang maaf dan kesalahan dari Paklik Isnogud. Ia punya cerita yang bagus soal ini. « Read the rest of this entry »
Mudik Pecas Ndahe
Oktober 9, 2007 § 32 Komentar
Hari-hari ini ribuan warga mulai kabur meninggalkan Jakarta, tempat mereka hidup dan mencari nafkah sehari-hari.
Jalanan diwarnai mobil-mobil yang mengangkut koper dan dos-dos karton. Terminal-terminal sesak dipadati para penumpang. Begitu juga pelabuhan air dan udara. Para perantau pulang mudik.
Sampean mudik juga, Ki Sanak? Saya tidak.
Apa sebenarnya makna mudik itu? Sekadar pulang kampung? Perjalanan kembali ke sangkan paraning dumadi? Atau sebuah ritual tahunan para perantau? « Read the rest of this entry »
Janji Pecas Ndahe
Oktober 7, 2007 § 23 Komentar
Hari ini Fauzi Bowo-Prijanto dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru. Aneh, kenapa dipilih hari Minggu ya?
Detikcom tumben menurunkan berita bagus untuk menyambut kejadian itu: tentang janji-janji kampanye Fauzi-Prijanto.
Sebelum terpilih, pasangan itu memang menebar janji macam-macam, tepatnya 19 program strategis. Di antaranya, mereka berjanji akan membenahi pemukiman kumuh, memperbaiki sarana dan prasarana perkotaan, perhubungan, dan transportasi.
Akankah mereka menepati janji? « Read the rest of this entry »
Tentara Pecas Ndahe
Oktober 5, 2007 § 21 Komentar
Paklik Isnogud punya anekdot bagus tentang tentara Indonesia. Begini katanya, “Tentara itu profesi yang cuma boleh ngumpul ramai-ramai dua kali: waktu ulang tahun atau ada dangdutan di markasnya.”
Saya ngakak. Dan, sedikit khawatir. Soalnya, guyonan Paklik itu sedikit berbahaya. Kalau saja Paklik melontarkan joke itu di zaman “normal” dulu, besok pasti dia sudah hilang mendadak tak tentu rimbanya.
Untunglah, zaman sudah berubah. Kalaupun ada tentara yang mendengar ledekan itu, paling-paling Paklik cuma kena sikut. Semoga sih, tidak ya. Hehehe … « Read the rest of this entry »
