Cemara Pecas Ndahe

Agustus 29, 2007 § 19 Komentar

Di bawah bukit-bukit yang kering. Di tengah pucuk-pucuk cemara mendesau. Pada dasarnya kita semua adalah pelaku, sekaligus saksi setiap peristiwa. Kita beraksi dalam lakon yang berubah setiap hari.

Kita bertarung. Terluka. Berpeluh. Menangis dan tertawa. Kita menjadi bagian dari sejarah peradaban. Dan, sejarah bukanlah sebuah kreasi show business.

Sejarah terukir di jalanan, di dalam keraton, di balik gedung parlemen, di lapangan, juga di atas ranjang.

Lalu apakah itu marijuana, warna-warni psikedelik, kliyeng-kliyeng yang hangat, seks yang longgar? Sebuah pemberontakan atau kerusuhan yang bergairah? « Read the rest of this entry »

Brondong Pecas Ndahe

Agustus 28, 2007 § 34 Komentar

Kali ini saya mau mengajak sampean berbicara tentang brondong. Hohoho … bukan cemilan dari jagung itu, Ki Sanak. Ini tentang pria-pria muda yang mencari [atau sudah punya pasangan] perempuan yang lebih tua itu.

Kenapa brondong? Karena laki-laki usia 20-an itu ‘napsuan’. Beda banget dengan pria-pria di atas 30-an yang lebih matang dan tahu apa yang diinginkan.

“Kalau lelaki twenty something itu berhubungan dengan perempuan thirty something – yang lebih matang dan tahu apa yang dirinya mau – si perempuan jadi merasa ‘capek deh’.”

Itu bukan kata-kata saya lo, Ki Sanak. Itu komentar teman saya, perempuan kemayu tapi baik hati itu. Demi keamanan bersama, nama dan link blognya ndak saya tulis di sini, kecuali dia berubah pikiran, hehehe … « Read the rest of this entry »

Kuis Pecas Ndahe

Agustus 11, 2007 § 30 Komentar

Ki Sanak, mari kita lupakan acara pemilihan gubernur Jakarta yang sudah ketahuan pemenangnya itu. Mari kita tinggalkan gegeran penemuan lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza. Kini saatnya kita kembali ke kehidupan yang normal, yang penuh tikungan mengejutkan itu.

Nah, sekarang saya punya sebuah kuis buat sampean semua. Tentu saja ini kuis iseng-iseng tanpa hadiah, jadi jangan dianggap serius. Tapi, siapa tahu dengan menjawab kuis ini wawasan jadi bertambah.

Begini kuisnya. Ini ada sebait puisi Spanyol. Bacalah baik-baik, paling sedikit dua kali:

COMO CAMBIAR LA CINTA
Quite la cubierta y enrolle toda la cinta
gastada en un solo carrete
Saque la cinta de la horquilla portacintas
Tome los carretes y: descuelge la cinta del carrete vacio.

Pertanyaan:

a) Apa tema puisi ini sebenarnya? Pilih salah satu:

1. Tentang asmara yang merana di Andalusia.
2. Tentang sindiran untuk keluarga Somoza yang korup di Nikaragua.
3. Tentang keterampilan menggunakan sepuluh jari.

b) Siapa penerbitnya?

c) Di mana bisa dibeli?

Jelas? Sudah dijawab (dalam hati juga boleh)? Inilah jawaban yang benar. « Read the rest of this entry »

Mulut Pecas Ndahe

Agustus 1, 2007 § 18 Komentar

Mulutmu harimau kamu. Mengerkah kepalamu. Begitulah ajaran lama yang seharusnya kita pegang. Supaya kita ndak waton ngomong, asal njeplak.

“Makanya Mas, jaga mulut sampean, jangan asal ngomong,” kata teman saya. “Soalnya mulut sampean itu tajam seperti silet. Bisa melukai hati.”

Lah tapi kan saya ngomong apa adanya. Berdasarkan bukti. Ndak asal njeplak.

“Halah, bukti apa, Mas … Mbok ya sampean ini jangan kayak politikus itu, yang katanya punya bukti ini, bukti itu. Padahal sampean cuma ndobos doang. Nggedabrus, ora nggenah.”

Loh, bukti ya bukti. Kok situ pakai nanya bukti itu apa. Memangnya sampean ndak tahu apa yang dimaksud dengan bukti? « Read the rest of this entry »

Slow Pecas Ndahe

Juli 30, 2007 § 17 Komentar

Halah, nduk … nduk … Baru kemarin rasanya kita bertemu, lah kok sampean sudah menelepon sehari lima belas kali?

Halah, nduk … nduk … Jumpa pertama itu kan biasanya untuk saling mengenal, lah kok situ sudah mengira kita seperti teman lama?

Halah, nduk … nduk … Ini urusan pekerjaan loh. Profesional. Lah kok sampean sudah minta-minta saya datang ke apartemen?

Halah, nduk … nduk … Hidup bukan cuma hari ini. Masih banyak waktu. Kalau nanti malam kita ndak bisa makan berdua, ya mbesuk-mbesuk masih ada kesempatan kan?

Apa? Get crunch on me? Apa itu?

Love at first sight? Halah. Apa lagi ini? Maksudmu opo, seh?

Sik, sik … Sampean ndak salah lihat kan? Ndak salah menilai? Sudah dipikir masak-masak? Saya kok jadi ingat lagu Slow Down Baby yang dinyanyikan She, band perempuan nggemesin itu …

No … no … no. .. tunggu dulu
cinta jangan buru-buru
masih ada banyak waktu
biarkan cinta mengalir

slow down baby…
take it easy just let it flow …

Numpang tanya, Ki Sanak. Apa sampean pernah mengalami kejadian seperti ini? Terus, sebaiknya bagaimana ya ….

Where Am I?

You are currently browsing the Psikologia category at Ndoro Kakung.