Bukit Pecas Ndahe

Desember 30, 2007 § 11 Komentar

Di atas bukit-bukit itu, kembang api melukis langit. Apinya menyala. Sinarnya membelah malam.

Di ujung cemara itu, dar-der-dor suara mercon mengoyak sepi. Gaungnya berderai sampai jauh.

Di bawah mendung itu, ada hati yang layu. Ngelangut. Membeku bersama rindu. Aku tak tahu punya siapa.

Kamukah? Atau kita …

Kunang-kunang Pecas Ndahe

Desember 26, 2007 § 23 Komentar

Kunang-kunang datang dan pergi
Tapi, kenapa ada yang berpendar sampai pagi?
Adakah kesetiaan, adakah gelora, yang menahannya hingga ujung hari?

Entah. Mungkin dia sekadar mendustai takdirnya sendiri …

Kavadi Pecas Ndahe

Desember 21, 2007 § 19 Komentar

Malam seperti itu, hujan sering turun. Ada kabut tipis dalam gelap, tumbuh dari udara panas. Kulit terasa lekat. Tapi hujan telah menunjukkan janjinya, untuk datang. Kaki-kaki telah bergegas. Orang mencari tempat dan atap.

Di antara suara sandal itu ada sepasang kaki yang lain. Bukan lain karena telanjang dan tua, tapi karena ritmenya berbeda. Langkah itu mirip langkah seorang penari kavadi. Cekatan, bersemangat, meskipun yang empunya berambut putih meskipun seluruh tubuhnya jembel, meskipun ia seperti sendiri.

Wajahnya adalah wajah tersiksa seorang penari kavadi — tersiksanya seorang kesurupan. « Read the rest of this entry »

Reverie Pecas Ndahe

Desember 20, 2007 § 11 Komentar

Ada yang tak pernah selesai kau bincangkan
tentang hati dan nurani
ketakutan, kepedihan, dan kemuraman — jalan yang panjang

Ada yang tak pernah selesai kita katakan
epos, fabel, prosa
olah, renyut, dan latingku — keluhan yang membeku

Mungkin karena kita tak tahu kapan
air berubah bandang
gerimis menjadi hujan
angin menjelma badai

Dan kamu: sebuah asrar.
Embun pagi, langit lazuardi, yang menari bersama ratri …

:: untuk lamunan yang bisu.

Sekali Pecas Ndahe

Desember 19, 2007 § 27 Komentar

Seseorang pernah berkata:

Laki-laki hanya sekali jatuh cinta. Sebelum dan sesudahnya, ia mencintai bayang-bayang — bayang-bayang perempuan yang telah atau akan menjadi cintanya.

Haiyah! Aku pernah meragukannya, sampai suatu hari …

:: sebuah pesan pendek untuk pelangi di ujung senja.

Where Am I?

You are currently browsing the Sketsa category at Ndoro Kakung.