Memberdayakan peternak sapi melalui program Farmer 2 Farmer

Juli 15, 2019 § 1 Komentar

Apa tempat wisata di Belanda yang paling ingin dikunjungi para pelancong? Kota Amsterdam jelas salah satunya. Di kota ini terdapat beberapa lokasi populer dan menjadi incaran turis, seperti kanal-kanal, Dam Square, Museum Van Gogh, Rijksmuseum, atau pasar bunga terapung Bloemenmarkt.

Tempat wisata lain yang juga dicari para turis, antara lain Kinderdijk yang dijuluki “desa 1000 kincir angin”, Taman Bunga Keukenhof, dan Maastricht Vrijhof, yang memang layak dikunjungi karena keindahan pemandangannya. Instagramable, kata anak muda. « Read the rest of this entry »

Iklan

Museum Pecas Ndahe

November 3, 2014 § 27 Komentar

Philips adalah cerita tentang kerja keras, keuletan, dan inovasi tanpa henti. Saya melihat jejak cerita itu di kota kelahirannya Eindhoven, Belanda.

Eindhoven, menurut Wikipedia, luasnya sekitar 88 kilometer persegi dan populasinya 213.809 jiwa (1 Januari 2010), menjadikannya sebagai kota terbesar kelima di Belanda dan terbesar di Provinsi Brabant Utara.

Akhir September lalu saya terbang ke Eindhoven atas undangan PT Philips Indonesia. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Negeri Kincir Angin. « Read the rest of this entry »

RMS Pecas Ndahe

Oktober 5, 2010 § 56 Komentar

“Ah, RMS kan sudah tidak ada!”

Kata-kata itu keluar dari mulut Johannes H. Manuhutu, presiden pertama “Republik Maluku Selatan” atau RMS. Saya mendapatkan kisah ini dari arsip lama majalah Tempo terbitan 15 Februari 1975.

Saya publikasikan ulang di sini sebagai pengingat, setelah siang tadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba-tiba membatalkan rencana lawatan ke Belanda. Apa sebabnya?

“Karena ada pergerakan yang tuntut permasalahan Hak Asasi Manusia di Indonesia ke Pengadilan di Den Haag. “Yang tuntut organisasi yang di dalamnya ada RMS (Republik Maluku Selatan),” kata Yudhoyono seperti dikutip Tempo Interaktif.

Nama RMS mendadak disebut-sebut lagi sore ini setelah batalnya kepergian Yudhoyono ke Belanda. Siapakah gerangan RMS? Mari kita baca tulisan di Tempo itu tentang Johannes H. Manuhutu.

« Read the rest of this entry »

Gayus Pecas Ndahe

Maret 26, 2010 § 69 Komentar

Apa yang bisa kita lakukan dengan uang Rp 25 miliar di tangan? Mungkin sampean bisa membeli 25 mobil mewah Toyota New Alphard seri 3.5 G. Sampean dapat pula membeli 25 kamar tipe Vaganza yang sangat luks di Apartemen Bellagio Residence, Jakarta. Atau bisa juga sampean membangun empat sekolah dasar mewah di Tangerang City.

Gayus Halomoan P. Tambunan memilih menyimpan uang sebanyak itu di bank. Dan kegegeran pun meledak gara-gara uang Rp 25 miliar itu konon hasil penggelapan pajak.

Tentang pajak, saya jadi teringat sebuah cerita lama yang tersimpan di antara ribuan koleksi perpustakaan pabrik saya. Saya ingin membagi cerita itu ke sampean hari ini.

Syahdan, suatu hari di masa kolonialisme Belanda di Indonesia, seorang penduduk Desa Sambong, Blora, telah menolak membayar pajak. Tidak ragu lagi, asisten wedana menurunkan perintah agar si pembangkang dipenjarakan.

Tetapi sebelum masuk kurungan, orang itu meminta kepada kawan-kawannya untuk memberikan “penghargaan” kepada penguasa daerah begitu dia selesai menjalani masa hukuman. Para sahabatnya setuju.

Benar saja. Setelah hukuman selesai dijalani, ratusan penduduk mendatangi kantor asisten wedana. Inilah saatnya si bekas terhukum dan kawan-kawannya akan memberikan “penghargaan”. « Read the rest of this entry »

Summer Course Pecas Ndahe

Maret 13, 2009 § 66 Komentar

kompetiblog-banner

“Ke Belanda dengan Rp 4.000,” kata Paman Tyo.

Dalam hati saya membatin, “Ah, kemahalan. Anak-anak Jogja hanya perlu mengeluarkan Rp 1.000 agar dapat terbang ke Belanda.”

Loh memangnya ada apa ini? Ho-ho-ho … jangan bingung dulu, Ki Sanak. Saya dan Paman sedang membicarakan tentang kompetisi blog berhadiah utama summer course di Negeri Kincir Angin. Kompetisi ini resmi diumumkan pada Selasa, 10 Maret 2009.

Kompetisi yang dibuka untuk wartawan dan non wartawan ini akan berlangsung mulai 15 Maret dan berakhir pada 30 April 2009. Tertarik? Apa saja syarat dan ketentuannya? « Read the rest of this entry »

Belanda Pecas Ndahe

Januari 13, 2009 § 42 Komentar

Sampean pengen lihat kincir angin berputar menderu-deru? Melihat warna-warni tulip bermekaran sepanjang hari? Atau sampean sekalian mau menimba ilmu di Belanda?

belanda

Ndak usah bingung, ndak perlu pusing memikirkan ongkos dan cara menuju ke sana. Sampean bahkan tak perlu mahir “holan spreken” alias bahasa Belanda.

Kenapa? Karena kuliah berlangsung dalam bahasa Inggris. Selain itu, ada peluang mendapatkan beasiswa.

Serius? Apa syaratnya supaya bisa kuliah di Belanda? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with belanda at Ndoro Kakung.