Memberdayakan peternak sapi melalui program Farmer 2 Farmer

Juli 15, 2019 § 1 Komentar

Apa tempat wisata di Belanda yang paling ingin dikunjungi para pelancong? Kota Amsterdam jelas salah satunya. Di kota ini terdapat beberapa lokasi populer dan menjadi incaran turis, seperti kanal-kanal, Dam Square, Museum Van Gogh, Rijksmuseum, atau pasar bunga terapung Bloemenmarkt.

Tempat wisata lain yang juga dicari para turis, antara lain Kinderdijk yang dijuluki “desa 1000 kincir angin”, Taman Bunga Keukenhof, dan Maastricht Vrijhof, yang memang layak dikunjungi karena keindahan pemandangannya. Instagramable, kata anak muda.

Apakah saya juga mampir ke destinasi-destinasi wisata yang sudah masyhur itu sewaktu ke Belanda tempo hari? Oh, tentu tidak. Saya bukan turis biasa, jangan disamakan dengan wisatawan pada umumnya. Saya memilih pergi ke lokasi yang tak populer, yaitu peternakan sapi.

Hah, peternakan? Begitu mungkin reaksi sampeyan. Ada apa di sana? Mengapa saya ke sana?

Selain ada sapi, tentu saja, karena di sana ada empat peternak sapi perah dari Jawa Barat dan Jawa Timur yang sedang mengikuti program Farmer to Farmer yang diadakan oleh Frisian Flag Indonesia. Ini semacam program pelatihan dan magang dari peternak untuk peternak.

Tahun ini menjadi tahun ketujuh dari implementasi program Farmer to Farmer. Program dimulai dari awal tahun dengan melibatkan para peternak sapi perah lokal yang berasal dari empat koperasi peternak sapi perah di Jawa Barat dan Jawa Timur, yaitu Koperasi Peternakan Sapi Bandung Selatan (KPSBS) Pangalengan dan Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang di Jawa Barat, Koperasi Usaha Tani Ternak Suka Makmur dan Koperasi Bangun Lestari di Jawa Timur.

Setelah melewati proses seleksi, 110 peternak sapi perah terpilih untuk mengikuti kompetisi. Proses penilaian berlangsung sejak Februari 2019. Akhirnya terpilih 4 peternak yang berhak mengikuti pelatihan di Belanda, yaitu Yanto, Mita, Nenih, dan Apid.

Tahun ini merupakan tahun kedua FFI mengirim peternak Indonesia untuk belajar langsung dari para peternak sapi yang sudah sukses di Belanda. Empat peternak itu dikirim Frisian Flag selama dua minggu (23 Juni – 4 Juli 2019) di kawasan peternakan sapi perah di Belanda Utara, sekitar 1,5 jam dari Kota Amersfoort atau sekitar 2,5 jam dari Amsterdam.

Hingga tahun ini, Program Farmer2Farmer yang diluncurkan pertama kali pada 2013 ini telah menjangkau sekitar 1.000 peternak sapi perah lokal. Para peternak peserta Farmer2Farmer diharapkan dapat membagikan pengetahuan mereka tentang Good Dairy Farming Practices (GDFP) kepada peternak lainnya, sehingga jumlah peternak sapi yang berpengetahuan semakin banyak.

Mengapa para peternak sapi peserta program harus menularkan ilmu kepada peternak lain? Jumlah populasi sapi laktasi di Indonesia sekitar 267 ribu ekor dari total sapi perah 533 ribu ekor. Jumlah ini cenderung menurun setiap tahun jika dibandingkan dengan kenaikan populasi. Di lain sisi, tingkat konsumsi susu nasional juga masih rendah. Kebutuhan susu nasional mencapai 4,5 juta ton, tapi produksi lokal baru mencapai 864,6 ribu ton atau sekitar 19 persen dari kebutuhan nasional.

Para peternak sapi perah belum mampu memenuhi kebutuhan nasional karena menghadapi berbagai tantangan, dari produktivitas susu sapi rendah, pemilihan sapi perah, hingga manajemen kandang. Usaha peternakan sapi perah di Indonesia umumnya masih dilakukan dengan cara tradisional dan skala kecil dengan jumlah ternak kurang dari sepuluh ekor. Manajemen kandang serta sistem pemeliharaan yang dilakukan pun masih jauh dari standar “Good Farming Practices For Animal Production Food Safety” yang ditetapkan oleh Badan Pangan dan Agrikultur PBB, FAO.

Sebagian besar usaha peternakan di Indonesia bahkan belum memperhatikan manajemen pemeliharaan secara umum, mengabaikan pengendalian kesehatan hewan, kondisi biologi dan veteriner hewan, pemberian pakan dan air minum, lingkungan dan infrastruktur serta penanganan produk yang dihasilkan.

Ada begitu banyak yang harus dilakukan untuk memenuhi standar produksi susu nasional baik dari kualitas maupun kuantitas. Kami yakin, langkah-langkah yang diambil ini merupakan investasi dalam sistem pangan yang berkelanjutan,” kata Fetti Fadliah, PR Manager Frisian Flag Indonesia.

Lewat program Farmer to Farmer, kata Fetti, setidaknya ada tiga aspek yang akan terpenuhi, yaitu peternak sejahtera, pemenuhan bahan baku industri pengolahan susu, dan konsumsi susu segar terpenuhi.

Di Belanda, para peternak yang dikirim oleh FFI itu belajar tentang good dairy farming practice (GDFP) dan mendapatkan pelatihan intensif dari peternak setempat. GDFP adalah tata laksana peternakan sapi perah yang meliputi segala aktivitas teknis dan ekonomis dalam hal pemeliharaan sehari-hari seperti reproduksi, cara dan sistem pemberian pakan, sanitasi, serta pencegahan dan pengobatan penyakit.

Saya melihat langsung langsung bagaimana para peternak sapi perah Indonesia itu menimba ilmu dari rekannya sesama peternak sapi perah di Belanda. Mereka terlihat begitu tekun, antusias, dan menemukan banyak hal baru selama magang.

Bagi Erliana Sofia (Erlin), pengurus koperasi Bangun Lestari, Tulungagung, Farmer to Farmer membuatnya lebih paham cara mengelola manajemen koperasi dan cara berternak yang baik. “Di tempat saya nanti, saya ingin membuat kandang free stall (sapi tidak diikat seperti di kebanyakan peternak di Indonesia), yang membuat sapi lebih nyaman dan produksi susu meningkat,” kata Erlin.

Erlin berharap Frisian Flag Indonesia mengajak lebih banyak lagi anggota dan pengurus koperasi susu ikut program Farmer to Farmer agar produksi susu nasional meningkat dan para peternak Indonesia makin berdaya dan sejahtera.

>> Selamat hari Senin, Ki Sanak. Apakah sampean berminat jadi peternak sapi?

Iklan

Tagged: , , ,

§ One Response to Memberdayakan peternak sapi melalui program Farmer 2 Farmer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Memberdayakan peternak sapi melalui program Farmer 2 Farmer at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: