2014 Pecas Ndahe

Januari 7, 2015 § 49 Komentar

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 140.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 6 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Artikel Pecas Ndahe

Agustus 11, 2014 § 56 Komentar

Apa beda antara artikel di situs web dan tulisan di blog? Begitulah pertanyaan yang kerap muncul ketika saya diajak berbincang dengan teman-teman yang ingin belajar tentang blog.

Pertanyaan itu sangat bagus dan valid — sering ditanyakan para calon pengelola situs perusahaan dan pemerintahan. Mereka sulit membedakan antara situs perusahaan dan blog perusahaan. Mereka juga masih kebingungan membedakan bentuk tulisan di situs dan blog.

Kebetulan saya menemukan tulisan menarik di situs Social Media Today. Tulisan itu menunjukkan dengan gamblang perbedaan antara artikel dan blog. « Read the rest of this entry »

Super Bowl Pecas Ndahe

Februari 3, 2014 § 7 Komentar

Mengapa blog ini tak punya tulisan baru lagi? Kenapa sudah lebih dari sebulan blog ini seperti kuburan yang ditinggal juru kuncinya? Ke manakah pemiliknya? Apakah pemiliknya masih hidup? Sibuk? Tak punya ide tulisan?

Hahaha … namanya juga blogger. Rasa malas untuk menulis kadang menyergapnya, meskipun ide dan bahan tulisan berlimpah ruah. Boleh dong istirahat sejenak.

Sampean mungkin juga pernah mengalami saat-saat seperti itu. Wajar. Manusiawi. Blogger bukanlah robot yang memproduksi konten secara terus-menerus tanpa rehat. Ia boleh bosan, malas, dan membiarkan blognya tak disentuh untuk beberapa saat.

Nah, ketika semangat menulis itu muncul lagi, proses berikutnya adalah menuangkan gagasan dan bahan yang sudah ada menjadi konten yang, semoga, bermanfaat. Apa itu? « Read the rest of this entry »

Rumah Pecas Ndahe

Desember 16, 2013 § 61 Komentar

Rumah konon adalah miniatur Indonesia yang berubah dan sekaligus beragam. Di dalamnya, orang harus bijaksana tak mendesak-desak dan tak memaksa, tapi menolak didesak dan dipaksa.

Seorang teman pernah bercerita tentang rumah idamannya. “Gue pengen rumah kecil, kamar tidurnya 3-4 biji, kalau bisa modelnya model rumah Belanda gitu, dengan sebagian besar terbuat dari kayu, serta pake kursi rotan. Biar rumahnya kecil, gue pengen halamannya luas, banyak pohon buah-buahannya soalnya gue demen makan buah. Pengennya sih, rumah itu nggak berpagar, tapi susah ya. Nggak aman gitu, loh.”

Kawan saya lainnya menginginkan rumah berlantai dua. “Aku demen banget sama rumah nuansa country, banyak kayu berwarna gelap, minimalis. Rumah itu harus bertingkat dua, kebun belakangnya luas, halaman depannya setengah kali luas kebun belakang, dan tanpa pagar. Trus pake rumput jarum dan ada pohon-pohon cemara yang tinggi sehingga berkesan teduh.” « Read the rest of this entry »

Bumi Pecas Ndahe

November 11, 2012 § 42 Komentar

Setiap kali menginjak bumi, saya teringat Gandhi. Tokoh perdamaian itu pernah mengatakan, “Bumi mampu memenuhi kebutuhan semua manusia, namun tidak akan cukup untuk melayani keinginan segelintir manusia yang serakah.”

Mahatma Gandhi mungkin sedang cemas waktu itu karena melihat manusia-manusia serakah di sekitarnya yang terus mencederai bumi. Barangkali Gandhi juga tengah gundah menatap paradoks kehidupan yang membentang di depannya. Mesin produksi terus berputar, tapi rakyat justru kian miskin, dan tanah pertanian menyempit. Tanaman pangan tercabik-cabik.

Dari situ, kita tahu Gandhi bukan saja tokoh penganjur perdamaian, tapi juga pengamat lingkungan yang baik. Ia menganggap bahwa musuh terbesar bumi bukan planet lain tapi justru para penghuninya sendiri. « Read the rest of this entry »

Tumbal Pecas Ndahe

Februari 20, 2012 § 131 Komentar

Siapakah sesungguhnya narablog alias blogger itu? Apakah mereka yang setiap hari sekadar memproduksi isi — apa pun jenisnya — di blog bisa disebut narablog? Apakah tujuan mereka membuat blog?

Tiba-tiba pertanyaan itu menari-nari seperti kupu-kupu di pikiran saya sore ini. Saya sendiri tak tahu jawabannya. Dan saya tak mau membuat definisi yang menyesatkan.

Buat saya, narablog sejati – mereka yang memiliki blog – bisa disebut sebagai para amatir yang tekun. Mereka bukan jurnalis, atau pakar di bidang tertentu, tapi memiliki cukup pengetahuan dan pengalaman tentang informasi yang berguna buat orang lain yang hendak mencari sesuatu. Informasi itu rajin dibagikan melalui blog.

Beberapa narablog bahkan menjadikan diri sebagai penyedia informasi alternatif media tradisional. Mereka mirip sekumpulan orang yang kecewa pada konglomerasi media yang membuat informasi cenderung seragam. « Read the rest of this entry »

Perli Pecas Ndahe

Oktober 27, 2011 § 109 Komentar

Hari itu saya ada di sana bersama lebih dari 500 narablog. Sabtu pagi, 27 Oktober 2007, di bioskop Blitz, Megaplex, Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informasi M. Nuh tengah menorehkan sejarah. Dalam pidato menyambut Pesta Blogger yang pertama, Pak Nuh mencanangkan 27 Oktober sebagai Hari Bloger Nasional.

Kontan tepuk tangan bergema bergaung-gaung dan senyum bertebaran di seluruh penjuru ruangan. Saya merinding. Hati saya penuh dan hangat. Saya merasakan semangat yang sama menyesaki para blogger yang hadir waktu itu.

Hari ini saya mengenang momen bersejarah itu masih dengan perasaan yang sama. Masih dengan hati yang sama meletup-letupnya. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with Blog at Ndoro Kakung.