Hoax Pecas Ndahe

Juli 14, 2010 § 93 Komentar

SMS dan email hoax kian gencar menyerbu belakangan ini. Nyaris setiap hari mereka masuk ke handphone dan inbox kita. Pertanda banyak orang iseng atau hidup makin susah?

Begitulah. Syahdan pada sebuah pagi yang muram. Langit mendung kelabu. Tiba-tiba handphone saya berdering-dering tanda ada pesan pendek masuk. Dalam hati saya bertanya-tanya, siapa yang sepagi ini nekat mengganggu kesunyian? Adakah warta genting yang datang?

Dengan setengah malas saya buka dan baca SMS itu. Olala! Ternyata bukannya kabar penting yang datang melainkan ternyata lagi-lagi orang menawarkan kredit murah tanpa agunan. « Read the rest of this entry »

Posterous Pecas Ndahe

Juli 11, 2008 § 54 Komentar

posterous

Posterous

Dari Enda Nasution saya beroleh kabar tentang adanya layanan blog hosting menarik: Posterous. Kenapa menarik?

Berbeda dari layanan blog hosting lainnya, Posterous mengkhususkan diri melayani pengiriman posting melalui email — cocok untuk mobile blogger pemakai peranti genggam, seperti PDA, SmartPhone, iPhone, atau BlackBerry.

Sesuai namanya, sampean bisa posting terus — apa pun bentuk dokumen sampirannya: teks, foto, audio, atau video — lewat email ke satu alamat: post@posterous.com.

Bagaimana dia akan membedakan itu kiriman email dari saya atau sampean? « Read the rest of this entry »

Kinky Pecas Ndahe

Juli 5, 2007 § 27 Komentar

Sejarah bisa dimulai dari sebuah ketidaksengajaan. Hanya butuh satu menit untuk membuatnya.

Tak selamanya Diajeng mengirim email berisi rasa cemasnya, ketakutan, atau kekangenannya pada saya. Sering kali ia juga menulis sesuatu yang remeh temeh atau sebaliknya justru serius. Ia misalnya pernah bertanya, “Mas tahu nggak, butir-butir Pancasila itu apa aja sih?“

Halah. Opo tumon sih? Mosok butir-butir Pancasila ditanyakan? Siapa yang hapal? Lagi pula ketika dia mengirim email waktu itu saya sedang ditunggu-tunggu para bos yang ingin segera tahu hasil proyek yang tengah saya kerjakan. Tapi, Diajeng mendesak, minta emailnya segera dibalas saat itu juga.

Terpaksa saya telepon. Ketika saya tanya mengapa ia menanyakan butir-butir Pancasila dan bukan butir-butir pasir di laut, ia langsung menelepon saya. Sambil ngakak ia menjawab, “Iseng aja, Mas. Abis, Masnya nggak nelepon-nelepon sih …”

Kali lain ia mengajak saya mengulas film yang baru saja kami tonton. Pernah juga ia mengirim email tentang sesuatu yang sangat lain daripada sebelumnya. Sesuatu yang berbeda. A kinky one. « Read the rest of this entry »

Angin Pecas Ndahe

Juli 2, 2007 § 28 Komentar

Izinkan mentari pagi menghangatkan hatimu di masa muda
Dan biarkan angin siang yang lembut mendinginkan gairahmu — Arthur Rimbaud

Saya sedang dalam bimbang, menimbang-nimbang, antara berangkat ke Melrimba Garden untuk memenuhi permintaan Diajeng atau melupakannya sama sekali, ketika mendadak saya teringat handphone saya.

Saya cari kantong tak ada. Di tas juga tak ada. Alamak, pasti tertinggal di rumah. Saya tadi memang meninggalkannya di dekat televisi karena baterainya harus diisi ulang. Dan telepon itu dalam keadaan off ketika saya tinggal. Pantas Diajeng menelepon ke pabrik dan meninggalkan pesan singkat itu di resepsionis.

Tanpa handphone itu bisa apa saya. Padahal nomor barunya ada di phonebook. Dan sialnya saya belum hapal. Tanpa handphone, saya seperti orang buta kehilangan tongkat. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with email at Ndoro Kakung.