Penculikan Pecas Ndahe

September 18, 2008 § 67 Komentar

Tiga nama terseret dalam sebuah pusaran sejarah dan terpelanting ke ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.

Mereka adalah almarhum Munir, Desmon Junaedi Mahesa, dan Muchdi Purwoprandjono. Tiga orang ini memiliki satu kata yang menjadi benang merah hubungan mereka: penculikan.

desmon sang pembela

berita hari ini di koran yang tangkas dan cerdas

Munir, kita tahu, adalah aktivis hak asasi manusia yang terbunuh di atas pesawat Garuda Indonesia. Bersama beberapa aktivis, Desmon pernah diculik pada awal Januari 1998 dan dilepaskan pada 3 April 1998. Sebagai orang Kontras, Munirlah yang waktu itu memberikan advokasi kepada aktivis korban penculikan.

Siapakah para penculik mereka? Sejarah mencatat, beberapa anggota pasukan khusus Angkatan Darat (Kopassus) terlibat dalam penculikan itu. Para pelaku bahkan sudah divonis. Muchdi diduga kuat juga terlibat dalam aksi itu. « Read the rest of this entry »

Pandora Pecas Ndahe

Agustus 1, 2008 § 140 Komentar

Apa yang terjadi setelah kotak Pandora terbuka?

Beyond your imagination … and the story goes.

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah membuka sesuatu?

Peran Pecas Ndahe

Juli 7, 2008 § 38 Komentar

badutTingkah laku para tokoh publik makin lama kian lucu dan menggemaskan. Ada yang suka disuap, berubah jadi calo perkara, hobinya melepas syahwat dengan sekretarisnya, dan sebagainya.

Di tempat lain, ada yang sibuk menunggangi. Ada pula yang sering menyalakan kompor, bakar ini dan itu, seraya menggalang angket. Bahkan ada juga yang sukanya lempar tangan sembunyi batu, berteriak semprul bin sontoloyo.

Mereka bukan hanya membikin kita merasa geli, melainkan juga menyodorkan satire paling pahit. Kalau sudah begini, ada kemungkinan mereka akan berebut lahan rejeki dengan para pelawak sejati.

Benarkah tokoh-tokoh itu sudah berubah peran jadi badut? Apa sih bedanya antara joker, clown, dan comedian?

Paklik Isnogud yang tengah menimang-nimang cangkir kopi di tangan hanya tersenyum ketika saya menanyakan perihal itu.

“Meski ada beda sedikit perbedaan arti dan makna, mereka punya fungsi dan peran yang sama di masyarakat,” jawab Paklik.

“Apa peran mereka, Paklik?” « Read the rest of this entry »

Wadam Pecas Ndahe

Juli 2, 2008 § 49 Komentar

mbilung bencongTebak berhadiah: Siapakah pria yang berpose [bukan candid] a la wadam ini? Penebak tepat akan mendapat hadiah menginap tujuh hari tujuh malam dengan wadam ini di Bali.

Sekadar info, lelaki berbatik coklat ini diambil fotonya sewaktu ikut kontes wadam di kampusnya di Brighton,14 Maret 2002. Brighton itu “ibu kota” para homo dan gay di Inggris. Kontes itu rangkaian dari acara yang lebih besar. Namanya Brighton Festival.

Gayanya oke, ya? Persis wadam beneran, kan? Lihat deh, caranya mencangklong tas. Terus posenya yang agak miring, mirip bener sama yang tiap malem nongkrong di Taman Lawang, Menteng, itu. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with lelucon at Ndoro Kakung.