Clear.fi Pecas Ndahe
Mei 30, 2010 § 51 Komentar
Di Hotel Pangu 7 Star Beijing, Acer memperkenalkan konsep clear.fi. Dengan konsep ini, kolaborasi pelbagai perangkat makin mulus. Kuncinya pada satu sistem operasi terbuka. Apakah itu?
Kenalkan teman saya. Sebut saja namanya Mas Nganu. Usia masih di bawah 30 tahun. Lajang. Duitnya meteran alias berkantong tebal.
Dia menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, terutama komputer dan gadget. Tak heran bila tas kerja dan kantongnya berisi aneka macam alat kerja digital dan komunikasi nirkabel. Semuanya versi dan model terbaru. « Read the rest of this entry »
Timeline Pecas Ndahe
Juli 13, 2009 § 74 Komentar
Apa yang paling penting dari sebuah notebook? Bobotnya yang ringan? Kecepatannya? Kelengkapan aplikasi? Kelancaran koneksi ke Internet? Atau baterai yang tahan lama?
Posting saya tentang Netbook ternyata memanen banyak komentar dan pertanyaan. Dari beberapa penanya, ada yang ingin tahu tentang notebook dengan baterai yang tahan lama.
Notebook dengan baterai tahan lama memang dambaan para pengguna notebook. Mereka umumnya menginginkan perangkat bergerak yang bisa dipakai terus tanpa harus dihubungkan ke listrik (AC).
Di pasar, beredar aneka laptop, notebook, dan netbook, dengan baterai yang tahan dipakai terus antara 1 – 4 jam, tergantung kapasitas sel baterai. Waktu masih baru, baterai notebook Acer Aspire 5583 NWXMI saya mampu bertahan kurang lebih dua jam. Lama-lama kinerjanya menurun hingga kurang lebih satu jam saja. Baterai laptop sampean tahan berapa lama?
Terbatasnya kinerja baterai merupakan keluhan umum pengguna notebook, terutama yang tinggal di daerah-daerah yang kerap terjadi pemadaman listrik. Sebagian memakluminya dengan mengatakan, “Kalau mau yang lama, ya pakai saja PC. Colokin listrik. Beres.”
Masalahnya, bagaimana kalau tak ada listrik? « Read the rest of this entry »
Netbook Pecas Ndahe
Juli 6, 2009 § 96 Komentar
Bila sampean membutuhkan perangkat yang enteng dan mungil dengan harga rendah, pilihlah netbook. Tapi kalau sampean memerlukan peranti untuk aneka pekerjaan, carilah notebook.
Saya punya teman yang sebetulnya pintar dan baik hati. Tapi kadang-kadang suka sok tahu dan kemlinthi. Sebut saja namanya Mat Teki. Dia dipanggil Teki karena memang selalu update dalam soal teknologi informasi. “Wah kalau dia mah, techie banget deh,” begitu komentar kawan-kawan.
Hampir setiap kali muncul produk teknologi baru, dia pasti beli. Ketika zamannya masih segelintir orang Indonesia yang mengenal BlackBerry, Mat Teki malah sudah menenteng alat canggih itu ke mana-mana. “Oleh-oleh paman dari Kanada,” katanya waktu itu.
Sewaktu iPhone heboh di Jakarta beberapa bulan lalu, sudah sejak tahun lalu dia sudah mengantongi gadget buatan Steve Jobs dkk. itu.
Saya bersyukur mengenal Mat Teki sebagai teman. Berkat dialah saya ikut kecipratan pengetahuan. Masalahnya, Mat Teki sering sok tahu. Dia kerap membeli alat baru tanpa mengenali apa dan bagaimana mengenai produk itu lebih jauh. Dalam bahasa pemasaran, dia orang yang tak peduli dengan product knowledge. Halah. Kredonya: beli dulu, misuh-misuh belakangan. « Read the rest of this entry »
Konsumen Pecas Ndahe
Juni 8, 2009 § 100 Komentar
Perilaku konsumen telah berubah. Sebelum membeli, mereka memanfaatkan Internet untuk membandingkan satu produk dengan produk lain. Konsumen semakin cerdas?
Bulan purnama membuat Sabtu pekan lalu terasa sangat lengas. Hawa panas menerpa sepanjang hari, membuat saya malas keluar rumah. Kebetulan juga karena sedang bokek, sekalian saja saya melewatkan weekend di rumah saja.
Iseng-iseng saya menyalakan televisi dan menemukan acara bincang-bincang yang menarik perhatian di Metro TV. Dipandu oleh Desy Anwar, acara itu menampilkan dua pembicara: Hermawan Kertajaya dan Philip Kotler. Tak sulit ditebak. Dari profil kedua pembicara ini sudah jelas terlihat bahwa tema bincang-bincang pasti mengenai pemasaran.
Benar saja. Begitu menyimak perbincangan mereka, saya tahu bahwa mereka memang tengah membahas perihal ilmu marketing dan perilaku konsumen masa kini.
Aha! Saya bukan ahli pemasaran seperti Hermawan atau Kotler. Pun bukan penulis blog mengenai marketing seperti teman saya yang kemlinthi tapi baik hati itu, Nukman Luthfie.
Nukman who? Ealah, sampean ndak kenal? Wah, kelewatan … « Read the rest of this entry »
