Surga Pecas Ndahe

Oktober 21, 2015 § 49 Komentar

Seorang kawan mengirimkan tulisan ini ke grup WA yang saya ikuti. Sebuah tulisan yang menyentuh menurut saya. Dan membuat saya merenung dalam-dalam.

ibu, anak, mother

Foto ilustrasi dari Pixabay.com

Saya kira tulisan ini juga telah beredar dari satu grup ke grup lain. Saya minta maaf jika di antara sampeyan semua, ada yang sudah pernah membacanya. Saya bagikan lagi di sini karena saya ingin agar sampeyan yang belum pernah membacanya bisa beroleh manfaat. « Read the rest of this entry »

Hikmah Pecas Ndahe

Agustus 12, 2009 § 65 Komentar

Iklan yang bagus, konon, bukan sekadar pameran merek atau produk yang membujuk orang untuk membeli. Bukan iming-iming. Godaan. Ia bahkan tak semata-mata bicara tentang konsumerisme itu sendiri.

Begitulah yang saya tangkap dari iklan sampo yang memukau ini. Iklan ini saya temukan dari blog sang Begawan Paman Tyo. Saya bagikan kembali untuk sampean semua agar dapat ikut mengambil hikmahnya.

Apa yang menarik dari iklan itu? « Read the rest of this entry »

PKN Pecas Ndahe

Maret 3, 2009 § 84 Komentar

Kali ini kita ngobrol tentang anak sekolah dan pekerjaan rumahnya. Syahdan ada seorang bocah lelaki dari salah satu kota satelit Jakarta. Dia masih duduk di bangku kelas 3 sebuah sekolah swasta cukup ternama, cabangnya ada di mana-mana.

Pada suatu hari, ibu guru meminta anak itu dan semua murid kelas 3 membuka buku pelajaran PKN atawa Pendidikan Kewarganegaraan. Pagi itu, ibu guru hendak menerangkan materi tentang harga diri. Setelah menerangkan panjang kali lebar, lengkap dengan contoh-contohnya, ibu guru mengambil kesimpulan atas pelajaran itu.

“Jadi harga diri adalah penilaian seseorang terhadap diri orang lain. Orang lain menilai diri kita berdasarkan tingkah laku kita. Paham anak-anak?” tanya ibu guru.

Murid-murid serentak menjawab, “Pahaaaaaaaaaam …”

Ibu guru melanjutkan penjelasannya. “Harga diri seseorang berperan penting dalam pergaulan. Orang yang harga dirinya baik adalah jika orang itu bertingkah laku sesuai norma. Sebaliknya, orang yang harga dirinya tidak baik adalah orang tingkah lakunya tidak sesuai norma. Tahu bedanya anak-anak?”

Anak itu menjawab berbarengan dengan teman-temannya, “Tahuuuuuuuuu …”

“Nah, kalau sudah tahu, sekarang ibu akan memberikan PR untuk kalian. Kalian harus membawa gambar-gambar contoh orang yang harga dirinya tidak baik. Tidak usah banyak-banyak. Satu saja sudah cukup. Besok dikumpulkan ya. Mengerti?” tanya ibu guru.

“Mengertiiiiiiiiiii …” jawab murid-murid. Dan bel tanda pelajaran berakhir pun berdentang. Murid-murid pulang dengan riang. « Read the rest of this entry »

Dee Pecas Ndahe

Juli 17, 2008 § 61 Komentar

Dewi Lestari (Dee) memutuskan tali pernikahannya dengan Marcell. Aha, sampean pasti sudah tahu itu. Saya ndak mau mengulang cerita basi yang sudah habis dikunyah-kunyah infotainment.

Saya juga bukan hendak bergunjing di sini atau mengomentari perceraian mereka. Menikah dan bercerai itu urusan mereka, bukan urusan saya. Lah wong saya ini kenal pun tidak.

Saya hanya hendak mengajak sampean ikut membaca penjelasan Dee tentang perceraiannya.

Narasi Dee sungguh rapi dan enak dibaca kendati kebenaran yang dia tuturkan begitu pahit. Dee, seperti dalam beberapa tulisannya yang lain, memamerkan kemahirannya menyusun kalimat dan kata.

Saya sungguh terpesona oleh gayanya bertutur yang mengalir lancar, penuh dengan kalimat-kalimat yang mencengangkan, dan layak kutip, seperti misalnya:

Hidup punya masa kadaluarsa, hubungan pun sama. Jika tidak, semua orang tidak akan pernah mati dan semua orang tidak pernah ganti pacar dari pacar pertamanya.

Kali lain, Dee menulis … « Read the rest of this entry »

Oposisi Pecas Ndahe

Juli 16, 2008 § 45 Komentar

“Saya mau jadi oposisi. Saya ogah memimpin meski saya bisa memimpin jauh lebih baik,” begitu seseorang berkata kepada saya.

“Kenapa?” saya bertanya. “Cobalah sesekali menjadi pemimpin dan mengubah keadaan. Mungkin lebih baik. Daripada hanya jadi tukang teriak di luar garis, mending sekalian ikut main.”

“Nggak ah. Saya kan masih muda. Memimpin itu ntar kalau dah tuwir nanti, dan bisa bilang, ‘been there, done that’.”

Oh, ok. Tapi, apakah anak muda harus selalu berbeda? Harus mengambil tempat di seberang?

Mungkin benar kata orang bahwa selalu bersama-sama itu tak selamanya berarti baik. Kadang ketidakkompakan justru diperlukan. Kenapa? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with pelajaran at Ndoro Kakung.