Antasari Pecas Ndahe

Mei 3, 2009 § 95 Komentar

Benarkah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar terlibat kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen?

antasari mencium kening ida, istrinya

Antasari Azhar mencium kening Ida, istrinya, di depan rumahnya kemarin. Foto: Tempo Interaktif.

Itulah teka-teki paling panas sepanjang akhir pekan lalu. Semuanya berawal dari kabar yang menyebutkan bahwa polisi menangkap para tersangka pembunuh Nasrudin. Lalu, polisi menduga Antasari ikut terlibat dalam kasus itu.

Antasari membantah dugaan itu. Bola kemudian bergulir liar. Ada yang mengatakan ini murni kasus kriminal dan tak ada kaitannya dengan tempat Antasari bekerja. Ada juga yang menyebut bahwa Antasari cuma korban fitnah dan upaya mendiskreditkan lembaga pemberantas korupsi. Aneka spekulasi lain juga beredar.

Buat saya, semuanya masih gelap. Baru Senin ini polisi akan memeriksa Antasari, kabarnya, sebagai saksi. Tapi memang ada gosip lain yang belum jelas kebenarannya. Apa itu? « Read the rest of this entry »

Penculikan Pecas Ndahe

September 18, 2008 § 67 Komentar

Tiga nama terseret dalam sebuah pusaran sejarah dan terpelanting ke ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.

Mereka adalah almarhum Munir, Desmon Junaedi Mahesa, dan Muchdi Purwoprandjono. Tiga orang ini memiliki satu kata yang menjadi benang merah hubungan mereka: penculikan.

desmon sang pembela

berita hari ini di koran yang tangkas dan cerdas

Munir, kita tahu, adalah aktivis hak asasi manusia yang terbunuh di atas pesawat Garuda Indonesia. Bersama beberapa aktivis, Desmon pernah diculik pada awal Januari 1998 dan dilepaskan pada 3 April 1998. Sebagai orang Kontras, Munirlah yang waktu itu memberikan advokasi kepada aktivis korban penculikan.

Siapakah para penculik mereka? Sejarah mencatat, beberapa anggota pasukan khusus Angkatan Darat (Kopassus) terlibat dalam penculikan itu. Para pelaku bahkan sudah divonis. Muchdi diduga kuat juga terlibat dalam aksi itu. « Read the rest of this entry »

Batas Pecas Ndahe

September 1, 2008 § 60 Komentar

Agus Condro Prayitno mengaku menerima Rp 500 juta setelah pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Ia juga mengungkapkan nama-nama koleganya di PDI Perjuangan yang ikut menikmati uang serupa.

naluri mega

Ini bukan soal naluri, tapi moral, Jeung! (foto: detikcom)

Rekan-rekannya yang disebut itu kemudian ramai-ramai membantah pengakuan Agus. Pengurus partai juga mencoret nama Agus dari daftar calon legislator karena dinilai mencoreng nama partai. “Kesannya semua orang PDI Perjuangan busuk,” kata salah seorang anggota fraksi partai itu.

Siapakah Agus sebenarnya? Pahlawan yang jujur atau pecundang? « Read the rest of this entry »

Muchdi Pecas Ndahe

Juli 1, 2008 § 35 Komentar

Pada dasarnya, saya baik dengan semua orang. Kalau orang baik kepada saya, saya bisa bersikap lebih baik kepadanya. Sebaliknya, kalau orang jahat kepada saya, saya bisa lebih jahat kepada orang itu. — Muchdi Purwoprandjono [mantan Deputi V/Penggalangan Badan Intelijen Negara] dalam wawancara dengan majalah Tempo.

Aha, kebaikan dan perbuatan baik rupanya membutuhkan prasyarat. Ini seperti kalimat yang biasa menyembur dari bibir pasangan yang sedang dimabuk asmara, “Kalau kau mencintaiku, aku akan mencintaimu dua kali lebih banyak. Tapi, kalau kau tak cinta, mana sudi aku mencintaimu.”

Well, hidup rupanya tak mengajarkan kita kesediaan memberi lebih dulu, dengan tulus. Kebajikan baru terlaksana setelah ada kebaikan yang mendahuluinya. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with pembunuhan at Ndoro Kakung.