Muchdi Pecas Ndahe

Juli 1, 2008 § 35 Komentar

Pada dasarnya, saya baik dengan semua orang. Kalau orang baik kepada saya, saya bisa bersikap lebih baik kepadanya. Sebaliknya, kalau orang jahat kepada saya, saya bisa lebih jahat kepada orang itu. — Muchdi Purwoprandjono [mantan Deputi V/Penggalangan Badan Intelijen Negara] dalam wawancara dengan majalah Tempo.

Aha, kebaikan dan perbuatan baik rupanya membutuhkan prasyarat. Ini seperti kalimat yang biasa menyembur dari bibir pasangan yang sedang dimabuk asmara, “Kalau kau mencintaiku, aku akan mencintaimu dua kali lebih banyak. Tapi, kalau kau tak cinta, mana sudi aku mencintaimu.”

Well, hidup rupanya tak mengajarkan kita kesediaan memberi lebih dulu, dengan tulus. Kebajikan baru terlaksana setelah ada kebaikan yang mendahuluinya.

Adakah Muchdi beroleh ilmu yang sama seperti itu sehingga kalimatnya terdengar kering? Entah. Saya bukan hakim yang berhak memutuskan dia bersalah atau tidak.

Sejauh yang terbaca, Muchdi bisa berbuat lebih jahat kepada orang yang [dianggapnya] berbuat jahat kepada dirinya.

Apakah almarhum Munir telah berbuat jahat kepadanya? Munir, pejuang hak asasi manusia, meninggal di atas pesawat Garuda dalam penerbangan menuju Belanda. Mungkin dia dibunuh. Siapa pembunuhnya? Apakah Muchdi, intel kawakan itu, terlibat? Adakah Muchdi memiliki motif?

Muchdi, Prabowo Subianto, dan Chairawan [ketiganya pernah di Kopassus], disebut-sebut terlibat penculikan aktivis anti-Orde Baru pada 1997. Almarhum Munir adalah salah satu tokoh yang gencar mengungkap kasus penculikan itu.

Sejarah mencatat, tiga perwira itu lalu diajukan ke Dewan Kehormatan Perwira yang diketuai [waktu itu] Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Subagyo H.S. Dan akhirnya, mereka dibebastugaskan.

Apakah Muchdi dendam pada Munir? Apakah dia punya motif?

Ah, kalimat itu terus berputar di ingatan saya. “Kalau orang jahat kepada saya, saya bisa lebih jahat kepada orang itu … ”

>> Selamat hari Selasa, Ki Sanak. Apakah sampean masih punya dendam pada seseorang hari ini?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 35 Responses to Muchdi Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Muchdi Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: