Lompat ke isi

IPDNmania Pecas Ndahe

April 17, 2007
oleh Ndoro Kakung

Saya baru tahu ternyata ada blog baru yang seru. Tentu saja isinya menyangkut institut yang lucu bin menggemaskan itu.

Kenapa seru? Rupanya blog bernama IPDNmania itu memicu kontroversi baru yang menyulut api peperangan di blogosphere, membuat para blogger seperti Venus, Anto, Wadehel, dan mungkin banyak lagi, ngamuk. Sampai-sampai mereka membuat petisi segala. Wis jan, pokoke ramai bener. Syeneng aku …

Saya ndak tahu siapa pembuat blog wagu tur lucu itu. Saya cuma gumun, kenapa kita mesti ngamuk melihat kemunculan blog itu?

Blog itu mungkin saja bukan bikinan alumnus, praja, rektor, atau dosen IPDN. Mungkin saja pembuatnya sekadar blogger yang ingin mengail popularitas di air yang memang sudah keruh. Mungkin ini kerjaan para telik sandi yang tugasnya memang suka mancing-mancing. Mungkin juga dia itu bukan siapa-siapa. Saya ndak tahu.

Bukankah di ranah yang tak terpermanai ini orang bisa melakukan apa saja, termasuk sekadar usil ngisengin orang, memperdayai, menyesatkan, atawa menggocek bola liar supaya tujuannya tercapai?

Jadi mengapa kita harus menanggapinya dengan serius? Mengapa harus berpanas kepala? Padahal mungkin saja pembuat blog itu justru sedang tertawa ngakak menikmati segala bruhaha ini.

Boleh-boleh saja sih, kita bereaksi. Sampean juga boleh berang kok. Saya ndak mau melarang. Kalau memang merasa cocok, ya silakan dijalankan. Sumonggo. Terserah mana yang baik buat sampean saja. Saya penganut eklektikisme seperti Paman.

Tapi, Ki Sanak, kalau boleh menyarankan, lebih baik santai saja. Baca, simak, dan perhatikan secara baik-baik dan saksama saja. Ngapain kita mengikuti irama gendang permainan orang lain? Bukankah lebik baik kita menari dengan lagu kesukaan kita sendiri?

Atau kalau sampean mau ikut meramaikan permainan, lebih baik sekalian membuat blog tandingan, misalnya, ipdnjaya, ipdntop, ipdngakadamatinye, bubarkanipdn, dan sebagainya.

An eye for an eye. Iseng dibales iseng. Usil dibalas usil. Itu baru sip namanya! :D

Soalnya saya menganggap blog itu sekadar lucu-lucuan belaka. Maklum, kita hidup di dunia yang semakin tua dan penuh tikungan mengejutkan. Ojo dumeh, ojo gumunan, lan ojo kagetan. Inget dawuhe simbah: sing ra melu edan ra keduman.

Kalau ternyata blog itu memang dimaksudkan sebagai sesuatu yang serius, itu urusan pembuatnya. Bukan urusan saya. Jadi masalah loe apa? Embuh …

Saya malah mau mengusulkan kepada pemilik blog itu supaya sekalian pasang Google Adsense. Sekarang lagi musimnya SEO, Bung! Kan, lumayan tuh, bisa menangguk laba dari trend sesaat berupa trafik yang tinggi. Ya nggak?

33 Komentar leave one →
  1. April 17, 2007 12:35 am

    ndoro..marahnya saya bukan karena blog itu kok…wong dilihat dari headernya yang dulu itu kepala botak SMACKDOWN, jelas2 itu orang iseng..

    kalau saya marah karena IPDN ga kunjung bubar, mau tumbal berapa nyawa lagi tho? sudahlah bubarkan, serahkan pendidikan pejabat kepada pemda masing2.

    maaf ndoro, parusan posting ya? sudah disamber komentar…
    ;)

  2. April 17, 2007 1:39 am

    Yang penting ga terbawa arus. Setuju?

  3. April 17, 2007 5:07 am

    aku pikir malah blog itu punya venus kekekekk…gak baca keseluruhan, cuma sekilas.

  4. April 17, 2007 6:15 am

    kesannya pro status Quo IPDN…
    kok bisa-bisanya itu loh..!

  5. April 17, 2007 7:32 am

    lagian … berenti di yang terlihat mata?

  6. April 17, 2007 7:40 am

    OOT:
    gumunan yoben.. ;)

  7. April 17, 2007 8:02 am

    mangkanya Ndoro mending didelete aja tuh Blognya, secara Blog yang ini sudah mapan kok bikin yang lain heboh lagi wakakakakakkk…

  8. April 17, 2007 8:13 am

    “terpermanai” artinya apa sih ndoro??

  9. April 17, 2007 9:26 am

    Inilah dunia blog dan dunia maya, setiap orang bebas menyampaikan pendapatnya, entah itu sesuai dengan nilai yang diterima masyarakat umum ataupun tidak. Itulah indahnya nge blog. Perkara maksudnya buat lucu-lucuan sih terserah, makanya kita gak boleh terlalu berlebihan, ntar kita gak ada bedanya dong dengan si Menteri Malaysia itu.

  10. April 17, 2007 10:16 am

    ndoro, daripada cuma ngetawain dan sibuk matahin semangat orang, lebih baik bantuin. ikut tanda tangan ya, ndoro yg mulia? :)

  11. April 17, 2007 10:38 am

    ….Rupanya blog bernama IPDNmania itu memicu kontroversi baru yang menyulut api peperangan di blogosphere, membuat para blogger seperti Venus, Anto, Wadehel, dan mungkin banyak lagi, ngamuk. Sampai-sampai mereka membuat petisi segala. Wis jan, pokoke ramai bener. Syeneng aku …

    Pak, anda mau memperbaiki paragraf itu, terutama saya ditebalkan, atau seseorang perlu membuat tulisan khusus untuk menjelaskan pada bapak alasan dibuatnya petisi itu?

  12. April 17, 2007 11:04 am

    Ndoro aku ikutan koment yahh..

    Terjadinya tindak kekerasan itu kan karena pengaruh orang2 kampusnya jg. Bukan tidak mungkin praja2 senior berani melakukan hal tersebut, tanya kenapa ?? Mereka (praja) kan di beri otoritas buat melakukakn hal tersebut, lihat saja tindakan2 dilakukan baik malam maupun siang. Masa sih orang2 kampus kg tau, atau pura2 kg tau.. Kalo boleh aku kasih opsi yah (sok jd tim evaluasi IPDN, hihihi)

    1. Sudah jelas sistem nya harus di ganti, mulai dari dosen2 sampai tingkat dekanat, jgn hanya rektor yg di ganti.

    2. Penutupan utnuk sementara, jangan hanya setahun tap sampai praja terakhir lulus baru IPDN di buka lagi. Hal ini untuk menghilangkan rasa dendam sesama praja.

    3. Ya di kembalikan ke daerah2 masing, tp aku lebih prefer di embed di Universitas2 Negeri di masing2 daerah.

    gitu ae..

  13. April 17, 2007 11:45 am

    “Tapi, Ki Sanak, kalau boleh menyarankan, lebih baik santai saja. Baca, simak, dan perhatikan secara baik-baik dan saksama saja. Ngapain kita mengikuti irama gendang permainan orang lain? Bukankah lebik baik kita menari dengan lagu kesukaan kita sendiri?”

    Wah ya petisi ini cara kita bersuara pak (baca:mbengok), lha hareee genee segitu banyak yg terbunuh kok masih mau menari pake lagu dangdut… wis ga usuum maneh….boro2 bisa joged… Suwun nggeh ndorr… artikelnya bagus deh tapi sayang kurang baca, terlalu cepat mengambil kesimpulan, makanya sering2 mampir blog aku…hwehehehe

  14. April 17, 2007 12:04 pm

    @ wadehel n with my smile : ga usah perang sama ndoro. berbeda itu indah. petisi jalan terus, with or without ndoro, hehehe…

  15. April 17, 2007 2:07 pm

    yaaa…ndoro ga lengkap kopasnya nih… ada kata ‘daripada’ di blog ipdnmania itu…kek omongan soeharto, hahaha!

  16. April 17, 2007 2:25 pm

    @With my Smile >> Lah ini yg salah kaprah. Justru aku ini salah satu yg nda ikuta2an, temen2 ini yg lagi “panas” mau mbubar2kan IPDN. Kl aku pikir2 mereka berpendapat ky itu sah2 saja, lah wong namane emosi udah sampai titik puncak. Kl aku mbuh, sante ae. Kl mo di bubarin nasib2 anak2 yg sekolah disitu piye ? sapa yg mo nanggung ? Negara ? Mereka sekolah disitu kan tujuannya sama kayak yg lain, mo ngerubah nasib. Makanya keluarnya opsi yg aku tulis tadi, orang2 yg masih sekolah disana jg harus di perhatikan dunk nasibnya. Lah wong banyak dari wong cilik juga koq. Tapi, ad tapine sistem kekerasan yah harus di hapuskan, alias di haramkan. Kalau sudah haram tau sendiri akibatnya kl masih mbandel ya toh..

    –cinta damai–

  17. April 17, 2007 3:10 pm

    Tragedi IPDN memang menyedihkan. Mengerikan.

    Bagaimana dengan blog pemancing air keruh itu?
    Tampaknya memang bukan dari IPDNers tulen.

    Seperti perpanjangan milis, blog untuk kepentingan alumni atau lingkungan terbatas biasanya:

    1. Mengandung jargon

    2. Memuat lelucon/ledekan/salam yang sangat “internal”, bahkan kadang setiap angkatan/subkelompok punya sendiri-sendiri, karena menyangkut ingatan kolektif yang kuat

    Sejauh ini saya belum menemukan sesuatu yang “internal” selain kata “praja” — suatu hal yang sudah jadi konsumsi umum.

    Tapi sebagai eksperimen blog, boleh juga itu. Kita bisa numpang menitipkan opini maupun pisuhan. Seperti berfoto di depan manekin toko itulah. Sudah tahu palsu ya tetap saja nampang.

    Misalkan saya doyan judi, saya akan ajak sampeyan bertaruh: blog dagelan itu pasti pendek umurnya, seiring menyurutnya isyu

  18. April 17, 2007 4:04 pm

    saya rasional kok (walau tetep marah2) :p

  19. April 17, 2007 5:38 pm

    wah seru!!tapi aku during ngerti carane ngeblog

  20. gandrik tautan tetap
    April 17, 2007 7:25 pm

    ipdn pance pabu sacilat, dikon dalad gapi wae

  21. April 18, 2007 9:38 am

    wah kang, ternyata bukan ak saja to yang merasa “rodok piyeeee” ngono sama “ramah tamah IPDN” itu…

    wes ah..aku cuman sebagai “orang luar” dan melihat saja…mungkin meman man-teman itu lebih tau apa yang terbaik buat intitusi itu.

    sedang aku??wong ndeso dan katrok ini cuman seneng sebagai penikmat saja

  22. April 18, 2007 10:44 am

    Bubarkan pKI!!!!

  23. April 18, 2007 10:45 am

    Bubarkan PKI BUNG !!!!
    Bubarkan PKI BUNG !!!!
    Bubarkan PKI BUNG !!!!

  24. April 18, 2007 12:51 pm

    Buh lah… aku ora urus. pusing mikiri utang….

  25. Ning Clekunik tautan tetap
    April 19, 2007 10:42 am

    HARUS diakui bahwa tidak semua yang di IPDN adalah BURUK…
    menurut berita di TV: diakui oleh perancang bangunan IPDN bahwa rancangan bangunan kampus IPDN meniru Westpoint…. weleh…weleh…weleh… opo tumon sekolah sipil niru2 sekolah militer??? karepe piye???
    menurut saya: sekalian aja niru Sekolah Sihir Hogwarts, biar muridnya pinter kayak Hermione dan Harry Potter. guru2nya cerdik pandai seperti Mc Gonnagal, Snape, Sprout. kepala sekolahnya tegas seperti Dumbledore…. dan punya fasilitas rumah sakit handal karena dokternya seperti Madame Pomfrey…… pasti kalau ada praja yang dada retak, kepala retak, apalagi cuma memar2 bisa segera sembuh dan ga sampai mati… dan…
    PASTI HEBOHHHH…..

  26. April 19, 2007 7:43 pm

    PKI….siapa yang mau bubarkan hah???? jangan sebut PKI di depan simbah..OK

  27. phienz tautan tetap
    April 20, 2007 7:31 am

    IPDN…..
    amat sangat mengenaskan gitu seeh…
    keluar IPDN paling mentok juga jadi Camat doank…
    ha..ha..
    sekolah dianiaya giTu ternyata gak balance ama kerjaannya…

  28. April 20, 2007 6:42 pm

    kalo nurut saya, kita harus bersyukur ada blog itu. lumayan bisa MELAMPIASKAN NAFSU MISUHI

    “DANC**K A*U MAT**E PI**K GAT**L”

    huahhhh lego rasane!
    hehehehehe

  29. fetonk tautan tetap
    April 21, 2007 3:37 pm

    bubarkan saja tuh yang namanya ipdn,,,
    disana tuh mencetak pamong-pamong praja bermental preman….salut buat Bpk inu……

  30. April 27, 2007 1:29 am

    rame2 kirim report dong k wordpress klo tu blog da bkin rusak…jgn cuma bs ngomong…percuma jahil d bls jahil…bunuh d bales bunuh dong…apa beda ny lo org ma ipdn???
    mari berbuat sekecil apapun

  31. April 27, 2007 4:28 pm

    hidup IPDN…! hidup simbok venus, astronot endonesah…! hidup blog blog rak mutu..!
    kok yo do iyik.. nggih mboten ndoro..? kebal kebur udud isih akeh, bokong megal megol isih semebar kok yo do ngurusi urusane wong liyo.. :D

Lacak Balik

  1. orangufan » Blog Archive » (akhirnya) telah hadir, IPDNmania blog
  2. Ndoro Kakung Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS