Archive for July, 2007

Zaenal Pecas Ndahe

Free Image Hosting at allyoucanupload.com

Ini namanya aneh, tapi nyata. Dua orang yang namanya mirip tiba-tiba jadi pembicaraan orang karena sama-sama baru saja dipecat. Halah.

Yang satu, Zaenal Arief, dipecat sementara (skorsing enam bulan) dari tim sepak bola nasional, karena melakukan tindakan indisipliner, yaitu meninggalkan penginapan tanpa izin dan kembali melampaui batas yang telah ditentukan.

Free Image Hosting at allyoucanupload.com

Yang satunya lagi, Zaenal Ma’arif, dipecat dari keanggotaannya di DPR atas usul Partai Bintang Reformasi karena berpoligami.

Bayangkan, bedanya cuma satu suku kata saja [”ma”], tapi ternyata nasibnya mirip.

Aha, Shakespeare tampaknya harus merevisi pernyataannya dulu, dari what’s in a name menjadi what’s your name.

Tapi, tunggu dulu. Lah kok posting ini kayaknya layak masuk kolom Sungguh-sungguh Terjadi di harian Kedaulatan Rakyat di Yogya itu ya? Adakah di antara sampean yang berminat mengirim ke sana, Ki Sanak?

15 comments

Slow Pecas Ndahe

Halah, nduk … nduk … Baru kemarin rasanya kita bertemu, lah kok sampean sudah menelepon sehari lima belas kali?

Halah, nduk … nduk … Jumpa pertama itu kan biasanya untuk saling mengenal, lah kok situ sudah mengira kita seperti teman lama?

Halah, nduk … nduk … Ini urusan pekerjaan loh. Profesional. Lah kok sampean sudah minta-minta saya datang ke apartemen?

Halah, nduk … nduk … Hidup bukan cuma hari ini. Masih banyak waktu. Kalau nanti malam kita ndak bisa makan berdua, ya mbesuk-mbesuk masih ada kesempatan kan?

Apa? Get crunch on me? Apa itu?

Love at first sight? Halah. Apa lagi ini? Maksudmu opo, seh?

Sik, sik … Sampean ndak salah lihat kan? Ndak salah menilai? Sudah dipikir masak-masak? Saya kok jadi ingat lagu Slow Down Baby yang dinyanyikan She, band perempuan nggemesin itu …

No … no … no. .. tunggu dulu
cinta jangan buru-buru
masih ada banyak waktu
biarkan cinta mengalir

slow down baby…
take it easy just let it flow …

Numpang tanya, Ki Sanak. Apa sampean pernah mengalami kejadian seperti ini? Terus, sebaiknya bagaimana ya ….

17 comments

Pahlawan Pecas Ndahe

Seorang perempuan pernah bertanya, “Apakah semua lelaki begitu ingin tampil menjadi pahlawan bagi seorang perempuan?”

Suaranya menggeletar. Matanya basah.

Saya tahu, ia sedang kecewa, mungkin juga cemburu, karena mengetahui bahwa lelaki terdekatnya tiba-tiba memutuskan untuk menikahi seorang perempuan yang bahkan belum pernah ditemuinya. Seorang perempuan yang mengidap penyakit gawat dan umurnya mungkin tinggal sebentar lagi …

“Saya sudah lama mendengar cerita ini. Tapi saya tetap tak habis pikir ketika dia memberitahu saya mengenai keputusannya menikahi perempuan itu,” katanya.

“Benarkah lelaki selalu mau jadi pahlawan bagi perempuan?” ia mengulang pertanyaan.

Saya diam, teringat pada para pria yang selalu sigap membuka pintu, menahan lift, membawakan tas belanja, menggandeng tangan sewaktu mau menyeberang …

Adakah lelaki itu memang pahlawan bagi perempuan? Read more

15 comments

Lee Pecas Ndahe

Free Image Hosting at allyoucanupload.com

Ia sudah senior. Seorang mentor. Namanya Lee Kuan Yew. Kita tahu siapa dia. Hari-hari ini dia tengah melawat ke Jakarta, bertemu banyak orang. Dan, banyak berkata-kata. Tentang hubungan Indonesia-Singapura, soal politik, ekonomi, dan sebagainya.

Ah, pak tua itu belum pikun juga rupanya …

Paklik Isnogud cuma senyum-senyum ketika saya mengajaknya ngobrol tentang Mr Lee itu. Saya ikut mesem juga. “Ah, sampean pasti mau ngeledek pak tua itu ya, Paklik?”

“Ndak, Mas, Ndak … Saya justru kagum pada Tuan Lee itu,” jawab Paklik.

Kagum? Kenapa?

“Saya ingat sebuah cerita tentang Tuan Lee, Mas. Sampean mau dengar?”

Saya mengangguk. Read more

12 comments

AIDS Pecas Ndahe

Free Image Hosting at allyoucanupload.com

Misalkan tubuh sampean dipasangi microchip sehingga ke mana pun sampean bergerak, orang lain bisa tahu. Mau di WC kek, tidur di kamar kek, kerja di kantor kek, main sepak bola, atau sedang mojok di apartemen istri simpenan, sampean pasti ketahuan. Bagaimana rasanya? Read more

19 comments

Pilkada Pecas Ndahe

Hidup memang penuh pilihan. Tapi, apa yang mesti dipilih, itu masalahnya …

Free Image Hosting at allyoucanupload.com

Perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta memasuki tahap kampanye. Para pasangan kandidat mulai melancarkan jurus-jurus menarik simpati publik, dari orasi hingga ke kampanye dalam bentuk brosur, spanduk, baliho, dan sebagainya.

Suka ndak suka, publik hanya punya dua pasangan calon yang harus dipilih. Bukan keputusan yang mudah. Setiap pasangan punya kelebihan dan kekurangan. Mau pilih siapa?

Syukurlah saya ndak harus terjebak dalam dilema itu. Saya bukan penduduk Jakarta. KTP saya dikeluarkan oleh administratur wilayah di luar Jakarta. Tapi, saya bisa merasakan kebingungan yang dihadapi warga Ibu Kota. Hahaha … rasain lo! Ups, maaf …

Saya ingat, Paklik Isnogud punya cerita menarik tentang acara pilih-memilih seperti itu — yang kerap bikin bingung para pemilih. Read more

10 comments

Next Page »