Pelangi Pecas Ndahe

aku matahari
kamu hujan
KITA melahirkan pelangi …
Tulisan ini dikirim pada pada Januari 10, 2008 12:24 pm dan di isikan dibawah Sketsa. Anda dapat meneruskan melihat respon dari tulisan ini melalui RSS 2.0 feed.
Anda dapat merespon, or trackback dari website anda.
Januari 10, 2008 pukul 12:52 pm
adanya hujan mulu ndoro…
dingin dingin tanpa matahari…
yang muncul apa dong?
Januari 10, 2008 pukul 1:00 pm
ndoro melahirkan toh, normal apa sesar?
Januari 10, 2008 pukul 1:06 pm
pelanginya cewek apa cowok ndoro?
Januari 10, 2008 pukul 1:09 pm
giliran perempuan yang diatas ya ndoro???(nglirik gambar tangan)
Januari 10, 2008 pukul 1:57 pm
Kayaknya pegangan tangannya model pegangan lagi multiple O tuh :))
Januari 10, 2008 pukul 2:05 pm
lagi ngapain tu orang ndoro? hehehe…
Januari 10, 2008 pukul 2:22 pm
Yang jelas…pelangi itu indah…
Januari 10, 2008 pukul 2:27 pm
Thiinx:: keselarasan yang luar biasa indah dan mengagumkan ndoro.
Januari 10, 2008 pukul 3:30 pm
haaa….3 baris, dalem!
ndoro…pinjem yaaaa…boleh yaaaaaa
Januari 10, 2008 pukul 4:14 pm
Kalau begitu, jadinya adalah “siapa menabur benih, akan menuai
bayipelangi” dong, Ndoro…Januari 10, 2008 pukul 4:48 pm
Jadi teringat dengan sajak legendaris dari Sitor Situmorang yang amat pendek itu, Ndoro. Juga teringat dengan sajak-sajak a la haiku yang pendek, acap menghentak, dan selalu memukau.
Ya, Ndoro, mungkin sampen bisa eksperimen untuk membuat sajak haiku.
Januari 10, 2008 pukul 5:15 pm
ohhh, kawin campur tho maksude
Januari 10, 2008 pukul 6:49 pm
hihi.. Loucou idenya. Putih di atas hitam, berarti pelanginya abu2 dunk, ndoro. Btw koq kayak tangan yang mampir di mangkuk putih…?
Januari 10, 2008 pukul 7:08 pm
Hayaaah ono opo to mbaaah…piye nek seng lahir badai, angin puting beliung, dan teman-temannya?
Januari 10, 2008 pukul 7:15 pm
bagus banget, ndoro. jauh lebih bagus dari puisi saya. ( ya iyalah ):p
Januari 10, 2008 pukul 8:06 pm
Amin
Januari 10, 2008 pukul 10:13 pm
hohoho…mo mbikin anak ya ndoro?
Januari 10, 2008 pukul 10:28 pm
ternyata memang ndak salah ya dugaan saya tentang panjenengan… desperately romantic!
Januari 10, 2008 pukul 11:23 pm
Itu tangan satu orang kan?
Januari 11, 2008 pukul 12:27 am
Mas, pelangi itu hanya timbul tidak setia. Buat saya ini cuma jadi gombalan tp menarik.
Januari 11, 2008 pukul 12:28 am
Mas, pelangi itu tidak setia. Buat saya ini cuma jadi gombalan tp menarik.
Januari 11, 2008 pukul 12:56 am
lho pelangi itu ciptaan Tuhan, kan ada lagunya
Januari 11, 2008 pukul 1:23 am
adakah hubungannya?
Januari 11, 2008 pukul 6:26 am
puisine sip
woman on top sip
Januari 11, 2008 pukul 9:26 am
dan saya awan di antara kalian berdua…
Gak jadi pelangi deh….
Januari 11, 2008 pukul 3:45 pm
anaknya mirip sapa ndoro ..
Januari 11, 2008 pukul 9:06 pm
Pelangi LGBT ya ndoro?
Januari 11, 2008 pukul 9:48 pm
… dan aku adalah peramal cuaca yang kadang jadi halilintar, bahkan di siang bolong.
duh ndoro ini memang lelananging blog. top tenan wis.
Januari 12, 2008 pukul 12:06 pm
Awas Virus Ndoro…
Januari 12, 2008 pukul 3:02 pm
*terkesima*…..
kok tulisan begitu gak kepikiran di benak saya ya?
Januari 12, 2008 pukul 8:34 pm
matahari = panas
hujan = dingin
panas + dingin = pilek, umbelen.
Januari 12, 2008 pukul 8:36 pm
Bagiku Sang Matahari nan Perkasa,
terbiasa membuat Pelangi dengan cukup “curahan air mancur” bundaran HI.
Cukup itu saja..atau air mancur lainnya yang berkenan
Januari 12, 2008 pukul 9:15 pm
[...] hanya akan membuat atsmosfer hidup kita AMBRUK… “BRUK…. !” Itu saja… *) Inspired by pelangi-nya [...]
Januari 13, 2008 pukul 12:00 pm
saya cuma ingin menjadi bintang,
karena saya akan menghilang sesaat
saat hujan datang..
untuk menikmatinya..
Januari 13, 2008 pukul 12:23 pm
welaa…jadi nama anaknya ndoro tuh pelangi toh..
April 28, 2008 pukul 1:55 pm
kok bisa GETHO SECH!@#$%^&*()_+|????
Ko Q_ta gX Prnh dnger plangi nangis sech?? Kn klo byi ru lahr psti nangs? Ya Nggak? BTW, tu bayi cew or cow????
eh ksih tw donk!!!!!!
It’z ; Noey ; Bmbe