Lompat ke isi

Pelangi Pecas Ndahe

Januari 10, 2008
oleh Ndoro Kakung


aku matahari
kamu hujan

KITA melahirkan pelangi …

37 Komentar leave one →
  1. Januari 10, 2008 12:52 pm

    adanya hujan mulu ndoro…
    dingin dingin tanpa matahari…
    yang muncul apa dong? :)

  2. Januari 10, 2008 1:00 pm

    ndoro melahirkan toh, normal apa sesar? :)

  3. Januari 10, 2008 1:06 pm

    pelanginya cewek apa cowok ndoro?

  4. Januari 10, 2008 1:09 pm

    giliran perempuan yang diatas ya ndoro???(nglirik gambar tangan)

  5. Januari 10, 2008 1:57 pm

    Kayaknya pegangan tangannya model pegangan lagi multiple O tuh :) )

  6. Januari 10, 2008 2:05 pm

    lagi ngapain tu orang ndoro? hehehe…

  7. Januari 10, 2008 2:22 pm

    Yang jelas…pelangi itu indah…

  8. Januari 10, 2008 2:27 pm

    Thiinx:: keselarasan yang luar biasa indah dan mengagumkan ndoro.

  9. Januari 10, 2008 3:30 pm

    haaa….3 baris, dalem!
    ndoro…pinjem yaaaa…boleh yaaaaaa :(

  10. Januari 10, 2008 4:14 pm

    Kalau begitu, jadinya adalah “siapa menabur benih, akan menuai bayi pelangi” dong, Ndoro…
    :D

  11. Januari 10, 2008 4:48 pm

    Jadi teringat dengan sajak legendaris dari Sitor Situmorang yang amat pendek itu, Ndoro. Juga teringat dengan sajak-sajak a la haiku yang pendek, acap menghentak, dan selalu memukau.

    Ya, Ndoro, mungkin sampen bisa eksperimen untuk membuat sajak haiku.

  12. Januari 10, 2008 5:15 pm

    ohhh, kawin campur tho maksude :D

  13. Januari 10, 2008 6:49 pm

    hihi.. Loucou idenya. Putih di atas hitam, berarti pelanginya abu2 dunk, ndoro. Btw koq kayak tangan yang mampir di mangkuk putih…?

  14. Januari 10, 2008 7:08 pm

    Hayaaah ono opo to mbaaah…piye nek seng lahir badai, angin puting beliung, dan teman-temannya?

  15. Januari 10, 2008 7:15 pm

    bagus banget, ndoro. jauh lebih bagus dari puisi saya. ( ya iyalah ):p

  16. Januari 10, 2008 8:06 pm

    Amin :mrgreen:

  17. Januari 10, 2008 10:13 pm

    hohoho…mo mbikin anak ya ndoro?

  18. Januari 10, 2008 10:28 pm

    ternyata memang ndak salah ya dugaan saya tentang panjenengan… desperately romantic!

  19. Januari 10, 2008 11:23 pm

    Itu tangan satu orang kan?

  20. Januari 11, 2008 12:27 am

    Mas, pelangi itu hanya timbul tidak setia. Buat saya ini cuma jadi gombalan tp menarik.

  21. Januari 11, 2008 12:28 am

    Mas, pelangi itu tidak setia. Buat saya ini cuma jadi gombalan tp menarik.

  22. Januari 11, 2008 12:56 am

    lho pelangi itu ciptaan Tuhan, kan ada lagunya :P

  23. Januari 11, 2008 1:23 am

    adakah hubungannya?

  24. Januari 11, 2008 6:26 am

    puisine sip
    woman on top sip

  25. Januari 11, 2008 9:26 am

    aku matahari
    kamu hujan

    dan saya awan di antara kalian berdua…

    Gak jadi pelangi deh….

  26. Januari 11, 2008 3:45 pm

    anaknya mirip sapa ndoro ..

  27. Januari 11, 2008 9:06 pm

    Pelangi LGBT ya ndoro? :P

  28. Januari 11, 2008 9:48 pm

    … dan aku adalah peramal cuaca yang kadang jadi halilintar, bahkan di siang bolong. :D

    duh ndoro ini memang lelananging blog. top tenan wis. :D

  29. Januari 12, 2008 12:06 pm

    Awas Virus Ndoro…

  30. Januari 12, 2008 3:02 pm

    *terkesima*…..

    kok tulisan begitu gak kepikiran di benak saya ya?

  31. Januari 12, 2008 8:34 pm

    matahari = panas
    hujan = dingin
    panas + dingin = pilek, umbelen.

  32. Januari 12, 2008 8:36 pm

    Bagiku Sang Matahari nan Perkasa,
    terbiasa membuat Pelangi dengan cukup “curahan air mancur” bundaran HI.
    Cukup itu saja..atau air mancur lainnya yang berkenan :D

  33. Januari 13, 2008 12:00 pm

    saya cuma ingin menjadi bintang,
    karena saya akan menghilang sesaat
    saat hujan datang..
    untuk menikmatinya..

  34. Januari 13, 2008 12:23 pm

    welaa…jadi nama anaknya ndoro tuh pelangi toh.. :D

  35. drte angel tautan tetap
    April 28, 2008 1:55 pm

    kok bisa GETHO SECH!@#$%^&*()_+|????
    Ko Q_ta gX Prnh dnger plangi nangis sech?? Kn klo byi ru lahr psti nangs? Ya Nggak? BTW, tu bayi cew or cow????
    eh ksih tw donk!!!!!!
    It’z ; Noey ; Bmbe

  36. Desember 12, 2009 11:47 pm

    ahaha…
    ini fiksi mini atau gaya sapardi?
    cuma gitu doang, tapi semesta terangkum, bussyeetttttt :D

Lacak Balik

  1. 5 Pertanyaan Hujan kepada Mentari Tentang Keberadaan Pelangi Kita (*) « Mas Kopdang

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS