Lakonet Pecas Ndahe

Maret 29th, 2008 § 28 Komentar

Siapa bilang blogger itu tukang tipu? Siapa bilang blogger itu hacker; blogger itu orang kurang kerjaan; blogger itu suka menyamun halaman situs orang dan mengintip gambar-gambar syur … ???

Barangsiapa masih memiliki imaji keliru tentang blog dan sosok blogger, silakan mampir ke Lakonet. Ini blog tentang kocap kacarita wayang ing babat blog. Halah. Blog apa ini?

Dari yang terbaca di halaman Profil:

Lakonet kepanjangan dari Lakon Internet. Lakon dalam istilah Jawa lazim dikenal wayang. Blog ini digagas untuk menampung ide-ide bagaimana jika lakon atau wayang disajikan lewat media internet, dunia maya.

Penggagas blog ini adalah Ki Harsono Siswocarito. Lakon yang disampaikan Ki Harsono dalam blog ini berbeda dari lakon atau wayang kebanyakan. Lakonet Ki Harsono ini menggunakan estetika sastra pedhalangan seperti suluk, murwa atau pelungan, nyandra janturan dan pocapan, antawacana atau caturan, swara dan omomatopia seperti wayang asalnya tapi disini digarap dengan media yang berbeda.

Ki Harsono Siswocarito ingin menggagas Lakonet, yaitu lakon yang dimainkan dengan media internet. Lakon ini bisa disebut Lakonmaya karena menggunakan media maya.

Blog ini juga bertaut dengan blog saudaranya, Wayang Citra. Pemiliknya sama. Lakonet mulai online 4 Januari 2008, tapi belum terlalu banyak pengunjung yang melongok. Mungkin wayang dan ceritanya sudah ndak jadi hype di kalangan anak muda zaman sekarang.

Barangkali blog itu belum populer. Mungkin juga memang ndak banyak pengunjung yang suka wayang dan cerita jagat pakeliran. Yah, ndak apa-apa. Toh setiap zaman punya hype-nya sendiri. Tak perlu khawatir. Yang penting masih ada orang-orang seperti Ki Harsono yang setia melestarikan budaya wayang.

Harsono sudah memulai. Ia memanfaatkan medium baru: Internet. Usahanya layak didukung dan ditularkan ke delapan penjuru angin. Ia simbol dari masa lalu yang pandai bersiasat memanfaatkan roda zaman yang terus berderak. Entah sampai kapan …

Jadi siapa yang masih berani mengatakan blogger itu tukang tipu? Siapa bilang blogger itu hacker; blogger itu orang kurang kerjaan; blogger itu suka menyamun halaman situs orang dan mengintip gambar-gambar syur???

KAMU?

§ 28 Responses to Lakonet Pecas Ndahe

  • venus mengatakan:

    ndoro, coba sekarang ndoro sms teman ndoro yang kemaren bilang kalo blogger itu penipu :D

  • tukang ketik mengatakan:

    om, http://www.bolanova.com mohon dipromosikan juga dong…

    walaupun ga nyinggung-nyinggung bloger dan hacker, tapi khan ada hadiahnya :D

  • nOKia mengatakan:

    Bukan….bukan saya om yang bilang…….

    ndoro KRMT yang bilang…..saya cuman cantrik aja…

    *kabuuuuuurrrrr takut ditimpuk trailer ama KRMT

  • Anang mengatakan:

    ah si roy itu ya.. dia kan pakar pronomatik masyur tenama negri ni yg umungannya benilai duit di tipi2.. wkwkwk… jaguh bgt nguprek gmbr tlanjang dan vidio pengeras batang dan pelicin lubang hekekeke.. tenang mas roy.. yuk kita ngeblog… drpd maen tuduh2 smbrgn.. hew,.. kita buktikan bsama2 kalu blogger tu bukan penepu…

  • pema mengatakan:

    SIAPA inih……??? Hi Roy!! masa sech…

  • munyuk pemalu mengatakan:

    :( bukan saya ndoro…sumpah, bukan!

  • Titis Sinatrya mengatakan:

    Thiiinx : Lakonet = top markotob.

  • Anusapati mengatakan:

    Bila disinonimkan dengan wayang, Ndoro lebih pas dengan siapa? Arjuno (karena pernah ngaku lelananging jagad)? Resi Bisma (karena sodara Paklik Isnogoud yang bijak)? atau buto cakil (karena hobi mancing-mancing kekesalan pak KRMT)? – hehehe

  • la maddukelleng mengatakan:

    memprihatinkan si mas roy itu
    ada baiknya dia berhenti menjadi juru bicara kebodohan…apa sulitnya menjadi manusia intelek sahaja..
    kan udah jadi pakar tuh

  • tito mengatakan:

    lha ndoro orang kurang kerjaan atau bukan? :p Suka menyamun halaman situs orang dan mengintip gambar-gambar syur, nggak? :p

    heh, kok nggosip di blogku?! emang kalau sampe saya dikawini mau ngasih modal?

  • Indonesia Today mengatakan:

    Setuju Ndoro.TQ Henny

  • annots mengatakan:

    pementasan wayang yg onlen 24 jam, bener2 semalam suntuk

  • Aris Heru Utomo mengatakan:

    Thanks infonya Ndoro. keren blognya Ki Harsono.

    Btw diprint donk postingan ini dan dikirim lewat faksimil atau email ke temennya Ndoro itu, soalnya saya gak yakin dia mau baca lsg postingan ini.

  • Hedi mengatakan:

    wah bagus ini

  • edo mengatakan:

    Jadi siapa yang masih berani mengatakan blogger itu tukang tipu? Siapa bilang blogger itu hacker; blogger itu orang kurang kerjaan; blogger itu suka menyamun halaman situs orang dan mengintip gambar-gambar syur???

    KAMU?

    ampun.. saya ngga brani ndoro..
    bukan saya yang bilang blogger tukang tipu
    sumpah! :)

  • uwiuw mengatakan:

    awalnya ide Ki Harsono Siswocarito itu aneh dan konyol tapi kalau diinget2 memang begitu nasib semua pioner…hehe semoga aja idenya yg mati…krn sekalipun bukan orang jawa, sy suka ngeliat ori-ori yg berjuang mempertahankan budayanya sampe titik darah penghabisan

  • Rara mengatakan:

    lakone opo ndoro? apik2 tho?? :)

  • Ilham S mengatakan:

    Wah..bagus, lakon2 yg belum tahu jadi tahu..disajikan secara populer..eh mbeling…Ndoro, nama saya baru komen di sini..Jadi, Salam Kenal ya.. meski sering mampir sini lho saya.. dulu satu dua kali komen dg nama lain..

  • Sumpah bukan saya!!

  • didut mengatakan:

    sy suka cerita wayang (walau gak suka pementasan wayang)
    lari ke TKP

  • Munyuk Happy mengatakan:

    Ndoro, yang jelas blog ini mampu membuat meniadakan penghalang yang selama ini diemohi generasi muda: bahasa jawa yang terlalu “tinggi” (di sini ada versi Bahasa Indonesia namun masih punya “roh” Jawa) dan aksesibilitas pertunjukkan (biasanya kan semalam suntuk, ini bisa kita “lihat” sesuka kita).

    Memang benar kata Ndoro: ini memang siasat jitu dengan memanfaatkan roda zaman.

    Jadi, blogger itu tukang siasat?

  • Marisa mengatakan:

    @ Munyuk Happy dan Ndoro Kakung

    Tentang generasi muda.

    IMHO. Bukan masalah hype atau bahasa.
    Masalah asosiasi perilaku, yang tercermin dari gaya bahasa.

    Rujukannya bukan pada budaya Jawa atau budaya suku apapun, tapi lebih kepada budaya yang konservatif dan tertutup. Merendah untuk meninggi, ujungnya malah menyinyir, menjilat, atau malah sembarangan menunjuk jari.

    Situs semacam Lakonet adalah bukti kalau budaya bisa berdampingan dengan teknologi. Think global, act local. Bukan act global, think local.

    Ngkali ye. :mrgreen:

  • ndoro_munyuk mengatakan:

    moon di maapke om kulo yang satu itu ndoro….jangan diambil hati, anggap saja angin lalu..

  • Wow rame kali tuh obrolannya. Salam kenal buat semua.

  • stey mengatakan:

    udah lama ga liat wayang..

  • Retty mengatakan:

    He..he…he…jadi nonton wayang nggak perlu semalam suntuk saja…dua malam tiga hari kalau kuat dan nggak ada kerjaan juga bisa ya?! (Apa iya ada blogger yang punya waktu segitu banyak? Bayar biaya internet dari mana?)

    Anjing menggonggong kafilah berlalu…terlanjur jadi blogger, ya sudah biarkan saja angin gossip berlalu…

  • bubba mengatakan:

    lakone nopo pak mantheb? kok ada blogger kurang kerjaan segala?

  • ika mengatakan:

    RS lagi RS lagi,,,hhhh lebih enak juga RS (Rapidshare) heheheheh

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Lakonet Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 258 pengikut lainnya.