Akronim Pecas Ndahe

Agustus 30, 2008 § 84 Komentar

Bangsa kita ternyata sangat kreatif kalau disuruh membuat akronim. Apalagi kalau menyangkut nama daerah, kota, atau kawasan tertentu.

Seorang kawan menuturkan beberapa contoh. Dulu ada Jabotabek, lalu berubah jadi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Lalu ada Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan), Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen), Pawonsari Bakulrejo (Pacitan, Wonogiri, Wonosari, Bantul, Kulon Progo, Purworejo), dan Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang).

“Untunglah, tidak ada yang membalik urutannya menjadi Semarang-Solo-Yogya. Kalau disingkat menjadi Semar Loyo,” kata kawan itu. « Read the rest of this entry »

Blokade Pecas Ndahe

Agustus 29, 2008 § 61 Komentar

Gawat juga kelakuan pemerintah negeri jiran. Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia kemarin telah memerintahkan 19 penyedia jasa internet (ISP) di negeri itu untuk menutup akses ke situs Malaysia Today.

blokade situs malaysia today

berita di the new straits times

Malaysia Today adalah situs berita populer yang kerap mengkritik pemerintahan Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi. « Read the rest of this entry »

Sekadar Pecas Ndahe

Agustus 28, 2008 § 32 Komentar

Lah, apa yang terjadi dengan blog Hedi Biang Bola?

tampilan yang aneh

Ke mana perginya semua isi dan template yang dulu?

Kenangan Pecas Ndahe

Agustus 28, 2008 § 27 Komentar

Setelah almanak disobek dan hari berganti, apa lagi yang masih tersisa untukku perempuan musim semi? Secuil reminisensi?

Ah, mungkin kau bahkan tak peduli betapa resah telah bersekutu dengan gelisah. Dan aku ditikam sepisau sepi, diiris-iris segaris sunyi. Luruh dalam kabut lusuh menjelang subuh.

Kau pergi secepat gerimis kepagian. Lesap begitu saja entah ke mana. Jejakmu lindap dalam kelimun halimun. Kelompang.

Mungkin kau tak tahu. Gerimis jatuh seperti manik-manik berketai-ketai. Langit rubuh. Di atas samudera malam, bintang-bintang berketap-ketap muram. Terang siang jadi boyak.

Adakah secuil memori?

Aku ingat, engkau pernah mendaras doa, dalam bait-bait liris pahatan Paul Eluard.

pada lazuardi rombengan
pada kolam legam matahari
pada danau gairah rembulan
kutuliskan namamu …

Setelah itu wajahmu jadi pelangi. Warna-warni baiduri. Rencengan melati. Senyummu senja: batas antara terang dan dunia bayang-bayang. « Read the rest of this entry »

Keran Pecas Ndahe

Agustus 27, 2008 § 61 Komentar

Ada keran air minum gratis di dua halte bus Transjakarta mulai hari ini. Warga dan calon penumpang busway yang mendadak kehausan bisa langsung menyesapnya. Tinggal pencet, air mancur, lalu sodorkan mulut sampean. Dijamin segar, katanya.

keran air

Asyik sih, seperti di negara-negara maju itu. Tapi, saya jadi mikir, berapa lama fasilitas publik ini mampu bertahan? Rasanya sih ndak sampai setahun sudah rusak. Berani taruhan?

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah mencoba keran air minum gratis itu?

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Agustus, 2008 at Ndoro Kakung.