Daendels Pecas Ndahe

Juli 9, 2007 § 26 Komentar

Pernah dengar Jalan Raya Daendels? Aha, yang rajin buka buku sejarah pasti ingat.

Ya, itu sebuah poros jalan yang dibangun pada masa Hindia Belanda, membentang dari Anyer sampai Panarukan. Pembangunan jalan ini diwarnai oleh peluh dan darah pribumi. Pramudya Ananta Toer menuliskan sebuah novel yang bagus tentang jalan itu, judulnya Jalan Raya Pos.

Tapi, suka ndak suka, jalan raya ini telah menjadi urat nadi Pulau Jawa, membuat roda ekonomi bergulir lancar. Setiap Lebaran, jalan itu bahkan selalu padat oleh pemudik.

Komunitas :wikimu mengajak teman-teman semua, baik itu penulis, pewarta, blogger maupun fotografer meniti tali sejarah masa lalu dengan menyusuri Jalan Raya Pos dalam acara Rally de Bloggers Postweg.

Pesta para pecinta sejarah, fotografi, dan tulis-menulis ini akan terbagi dalam 4 tahap rute dalam waktu yang berbeda:

# Anyer – Jakarta

# Jakarta – Bandung

# Bandung – Cirebon – Semarang

# Semarang – Surabaya – Panarukan

Tahap pertama, kita akan menyusuri Bandung – Semarang terlebih dulu, pada 17-19 Agustus 2007 mendatang. Ini pas banget dengan libur 3 hari dan tak akan menganggu waktu kerja atau kuliah (bagi yang masih mahasiswa/wi).

Pada tahap pertama, beginilah rute dan daftar lokasi yang akan dikunjung:

Berangkat dari Jakarta menggunakan bus AC, langsung masuk jalan tol Cipularang menuju Bandung. Di Bandung, kita akan tengok-tengok sebentar jejak bangunan kolonial Belanda: gedung Asia Afrika, arsitektur sepanjang Jalan Braga. Tapi, kita tidak dapat mampir ke Gedung Sate karena sedang ada peringatan 17 Agustus.

Dari Bandung langsung ke Cadas Pangeran, Sumedang. Di sini kita akan melihat sebentar patung Pangeran Kornel, bupati Sumedang Larang yang mengulurkan tangan kiri pada orang Belanda. Lalu, kita mampir sebentar ke makam Cut Nyak Dien, pejuang perempuan Aceh.

Perjalanan berlanjut ke Cirebon. Di sini kita akan mendengar cerita nilai-nilai bhinneka tunggal ika sejak masa Kraton Kasepuhan Cirebon. Kalau masih ada sisa waktu, kita akan samperin Batik Trusmi yang terkenal itu.

Setelah Cirebon, bus akan berhenti di Pekalongan. Di sini kita dengerin cerita tentang batik dari pemandu Museum Batik. Museum ini masih gress, baru tahun ini diresmikan oleh Presiden SBY. O ya, yang punya hasrat belanja batik Pekalongan, akan ada waktu ke grosir batik. Murah meriah : daster 20 ribu, kemeja 40 ribu….ups, kok malah buka dasaran.

Dari Pekalongan kita meluncur ke Semarang. Di kota lumpia ini, bangunan tua peninggalan Hindia Belanda menanti untuk kita tengok. Mulai dari Lawang Sewu, Gereja Blenduk, Pasar Johar, dll. Kalau masih ada sisa waktu, kita akan kunjungi juga Klenteng Sam Po Kong yang megah.

Perjalanan tahap ini kita akhiri dengan naik Kereta Uap dari jaman Hindia Belanda, di Ambarawa. Kereta uap ini selain kuno, jalurnya pun istimewa, yakni menanjak ke atas bukit. Agar kereta kuat menanjak, Meneer-meneer Belanda membuat gerigi di tengah rel. Tut … tut … tut …siapa hendak turut …

Selama perjalanan, kita juga tidak akan melewatkan aneka makanan khas setiap daerah, mulai dari nasi timbel, nasi jamblang, nasi megono, dan seterusnya. Di Semarang, kita akan mengudap makanan laut di pinggir pantai yang romantik.

Untuk sementara sampai di sini dulu tahap pertama perjalanan kita. Petualangan berikutnya akan kita dapat dari kota-kota lain pada tahap berikutnya.

Lalu bagaimana mengikuti acara Rally de Bloggers Postweg (Reli Blogger di Jalan Pos) yang pertama ini?

Ini kira-kira yang perlu disiapkan:

Agar nyaman di jalan, maka jumlah peserta dibatasi sebanyak 40 orang. Setiap peserta mendaftar menjadi anggota/member di situs :wikimu. Karena ini relinya para penulis atau fotografer, setiap peserta diminta membuat minimal satu (1) artikel atau minimal 3 buah foto yang nantinya akan ditayangkan di situs :wikimu.

Cara mendaftar, kirim nama dan nomer ponsel via email ke jalanpos@wikimu.com.

Setelah dihitung-hitung dengan subsidi, maka ketemu angka untuk biaya untuk perjalanan ini adalah Rp 980.000/orang.

Harga itu sudah termasuk akomodasi, makan, transportasi, dll selama 3 hari 2 malam. Biaya ditransfer ke rek BCA (no rekening akan diberitahukan setelah mendaftar). Pembayaran dapat dicicil dua (2) kali, bulan Juli dan Agustus, dan sudah lunas selambat-lambatnya 10 hari sebelum hari pelaksanaan.

Pendaftaran terakhir adalah 7 Agustus 2007. Info lebih jauh bisa ditanyakan via email jalanpos@wikimu.com (Dina) atau via telepon 021- 5260758 atau 0818 06921504 (Bayu).

Ayo Ki sanak, buruan daftar. Saya tunggu sampean semua di sana …

Iklan

§ 26 Responses to Daendels Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Daendels Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: