Jakartensis Pecas Ndahe

November 6, 2007 § 39 Komentar

Bukan homo Jakartensis namanya kalau ndak tampil nggaya dan modis. Meski Senin pagi kemarin kemacetan menumpuk di mana-mana, gerimis turun sedikit-sedikit, dan awan tipis menggantung, perempuan ini lebih suka menaruh jaket kulit hitamnya di pangkuan, memamerkan lengan dan pundaknya yang berisi, padat, lagi mulus. Sleeveless, euy. Halah!

Saya jadi terpana juga ketika ojek sepeda motor yang ditumpanginya mendadak menyalip. Saya kaget karena sempat melirik tali kutangnya yang berwarna ungu seperti hendak berlomba dengan tali kaosnya yang tipis untuk menarik perhatian orang.

Dalam hati saya bertanya-tanya, siapa perempuan itu? Kenapa pagi-pagi begitu dia lebih suka tampil transparan [maksudnya buka-bukaan]? Apa ya ndak takut masuk angin? Lagi pula, sayang kan kalau badannya jadi bau asap.

Saya perhatikan, bodinya cukup semloheh. Kakinya yang halus hanya memakai sendal. Ehm … seksi. Di perempatan, saya sempat melihat dia membuka helmnya sebentar, mungkin karena gerah dan gatel. Dari samping, terlihat betul hidungnya sangat mancung.

Rambutnya yang pendek dan sedikit awut-awutan menampakkan lehernya yang mulus dan putih. Alamak, homo Jakartensis

Ndak setiap pagi saya seberuntung kemarin pagi. Dilewati perempuan yang membuat mata segar seperti ini, hati jadi terhibur, dan pikiran jadi iseng usil.

Ternyata ndak ada ruginya bawa kamera ke mana-mana. Ya kalau ada kejutan yang menyenangkan seperti inilah, saya tinggal ceprat-cepret ambil gambar, lalu memamerkannya ke sampean semua. Hehehe …

Iklan

§ 39 Responses to Jakartensis Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Jakartensis Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: