Meja Pecas Ndahe

Desember 8, 2007 § 58 Komentar

Sudah lama saya mau menunjukkan ke sampean segala rupa tentang unofficial desk saya di pabrik. Sebuah tempat di mana hati dan sanubari saya berdenyut mengikuti detik berubah jam, berubah pekan, bulan, dan tahun. Halah.

Ya begini ini. Sepi. Nyaris kosong. Mesin tulis sederhana saya cuma berteman HP kelas standar, rokok putih, tempat minum, dan kamus thesaurus. Untunglah ada koneksi Internet, jalur GSM, juga SMS, yang nyaris tanpa putus menghubungkan saya dengan dunia di luar sana.

Ada kalanya secangkir kopi dan sepotong pisang goreng mampir di sana, bawaan teman-teman. Ada kalanya cuma senyuman yang singgah, atau justru umpatan para juragan yang mendarat.

Semua pernak-pernik itu silih berganti menjadi ornamen penghias meja — sesaat saja. Setelah itu, ya kembali seperti semula. Kosong lagi. Begitu seterusnya, setiap hari.

Tapi, saya suka. Saya menggunakannya sebagai tempat nge-blog karena my official desk meja saya yang satunya lagi lebih kumuh sesak. Saya cuma memakainya untuk memainkan gunting penyuntingan pekerjaan pabrik. Untuk urusan blog, saya lebih suka bekerja di meja minimalis clear and clean ini.

Jadi kalau ada yang masih bertanya dari mana semua ide itu berasal, ya dari kombinasi barang-barang yang tergolek di meja kerja saya ini, Ki Sanak.

Dari sanalah kata-kata dan larik-larik itu berdatangan, lalu menari-nari bersama ketukan tuts-tuts mesin tulis. Melompat, berlagak, menggoda sampean semua.

Nah, sekarang giliran sampean sekarang memamerkan meja kerja. Mau?

Iklan

§ 58 Responses to Meja Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Meja Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: