Tika Pecas Ndahe

Desember 13, 2007 § 73 Komentar

Bagaimana rasanya bila blog sampean tiba-tiba kebanjiran pengunjung dan komentarnya berderet-deret? Kalau sampean ndak tahu karena merasa belum pernah mendapat berkah seperti itu, bertanyalah pada Tika.

Iya, Tika yang banget ituh

Dulu, ketika masih indekos di Blogspot, dia sebetulnya juga sudah terkenal sih. Tapi, komentatornya belum sebanyak sekarang.

Begitu pindah ke rumah sendiri dengan mesin WordPress, barulah cem-ceman teman sekantor Momon ini menangguk kesuksesan tiada tara … ra … ra ….

Setiap posting baru mendapat 90-an komentar, jauh di atas rata-rata jumlah komentar sewaktu di Blogspot dulu. Tika jadi seleb? Bagaimana rasanya?

Olala … Ternyata kesuksesan itu justru menganggu dirinya. Pada sebuah pagi, dia mengaku terus terang ke saya lewat YM. Begini katanya…

tika banget: seminggu ini lagi muales posting

ndorokakung: kenapa?

tika banget: lagi mual liat blog sendiri. rasanya kok insting nulis sayah tumpul banget

tika banget: sumprit. tiba-tiba ndak suka baca blog sendiri

Wah, ini menarik, dalam hati saya berkata. Bagaimana mungkin seorang yang baru saja menikmati bulan madu dengan rumah blog barunya justru merasa ogah-ogahan. Ada apa gerangan?

tika banget: jadi yang pernah kita omongin waktu dulu itu, pakdhe. aku jetlag gara2 tiba2 diamati banyak orang (padahal ya waktu di blogspot dulu udah gitu sih) cuma dari hari ke hari rasanya jadi tambah bukan sayah. ndak tikabanget ituh

tika banget: cuma ngejar postingan tiap hari

tika banget: ndak ada soulnya

Tsaaaaah … Soul. Passion. Hmmm … ke manakah gerangan dikau pergi? Saya ndak tahu. Yang jelas Tika melanjutkan keluh kesahnya.

tika banget: pakdhe pernah ndak ngerasa gitu?

tika banget: terlalu fokus sama blog sendiri sampe lupa kalo tujuan ngeblog dulu ituh buwat memperkaya wawasan.

tika banget: lupa nikmatnya baca baca blog orang laen dan nemu info baru

tika banget: gairah buwat menelusuri link nyari tau ini itu lenyap gara2 otak terlalu prioritas buwat cari bahan postingan

tika banget: sumprit pakdhe, sekarang sayah tau kenapa artis2 dadakan itu pada jetlah trus jadi pada bertingkah aneh-aneh.

ndorokakung: lah itu dia jawabnya

ndorokakung: popularitas itu seperti candu

tika banget: sayah itu sampe sekarang masi ndak nyaman dipanggil seleb blog. rasanya kayak ditarik2 dua sisi. satu sisi, sapa tho yang ndak seneng jadi beken. sisi laen, sayah malah ngerasa aneh, lha wong sayah ngerasa kualitas sayah cuma segitu kok dielu elukan. jadi malah ngerasa fake banget sayah ini. bener, popularitas itu candu …

Begitulah Ki Sanak, petikan percakapan saya dengan Tika yang banget ituh. Sebuah pelajaran tentang bagaimana seorang seleb blogger bisa tiba-tiba merasa kehilangan semangat dan gairah justru setelah dia berada di puncak menara popularitas.

Untunglah, Tika sanggup menemukan jalannya sendiri untuk memperbaiki dan menghidupkan kembali gairah nge-blog itu. Dan, ia sepertinya berhasil. Buktinya dia bahkan sudah membangkitkan hasrat berfantasi ituh.

And she is happy now …

Saya tertarik menceritakan kasus Tika ini karena merasa siapa tahu ada banyak di antara sampean yang juga pernah atau sedang mengalami seperti Tika. Dengan menuliskannya di sini, saya berharap semoga sampean beroleh hikmah dan pelajaran. Agar sampean tetap bersemangat terus untuk nge-blog tanpa kehilangan muka diri sampean sendiri.

Ndak usahlah kepengen sukses atau jadi seleb blog. Lebih baik menjadi diri sampean sendiri — seperti Tika. Bila nanti popularitas itu akhirnya menghampiri sampean, bersyukurlah saja. Dengan begitu sampean bakal tetap menginjakkan kaki di bumi.

Carpe diem

Iklan

§ 73 Responses to Tika Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tika Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: