Cangkir Pecas Ndahe

Februari 21, 2008 § 50 Komentar

Setahu saya, cangkir itu cuma punya satu pegangan. Karena, logikanya, peminumnya cuma satu orang. Ngapain pegangannya lebih dari satu, gitu kan? Tapi, saya malah nemu sebuah cangkir teh dengan tiga pegangan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, siang ini.

Saya ndak tahu kenapa desainer cangkir itu menyediakan tiga. Apa ya ada orang yang dalam keadaan normal mau rebutan minum dari satu gelas?

Kalau tidak, lalu apa fungsi pegangan tiga itu?

Altis Pecas Ndahe

Februari 20, 2008 § 48 Komentar

Akhirnya saya datang juga ke acara Blogger Luncheon with Corolla siang tadi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Sengaja kali ini saya ndak mengulasnya panjang kali lebar karena acara perkenalan dengan sedan All New Corolla Altis itu ndak terlalu penting buat sampean, Ki Sanak. Apalagi acara makan-makannya.

Selain itu, saya ndak terlalu paham urusan kendaraan model beginian. Sampean sendiri juga bisa mencari informasi tentang mobil itu di Google atau di situs resmi Toyota — dengan catatan kalau sampean berminat.

Buat saya, ada banyak kejadian yang lebih menarik dan penting di acara itu. Misalnya saja, saya bisa melihat bagaimana aksi Paman Tyo yang duitnya sudah tak meteran lagi itu mencari bahan posting untuk blognya. « Read the rest of this entry »

Khayalan Pecas Ndahe

Februari 20, 2008 § 28 Komentar

Dear khayalan,

Semalam kulihat bintang di kejauhan
Sinarnya redup tertutup awan
Sepertinya ia menangis sendu merawan
Melihat kita hidup dalam kesengkarutan …

:: untuk perempuan yang tersenyum di akhir amarah

Lamunan Pecas Ndahe

Februari 19, 2008 § 45 Komentar

Dear lamunanku,

Tadi pagi kukirim sepucuk rinduku kepadamu
Aku menitipkannya pada Pak Pos yang naik sepeda kring-kring-kring itu
Sengaja tak kupakai SMS atau email seperti anak-anak sekarang
Aku lebih suka cara yang klasik — seperti wajahmu

Aku tak tahu apakah titipan berbungkus amplop biru itu sudah sampai
Pak Pos belum memberi tahu
Mungkin kiriman itu terjebak kemacetan di jalan
Biasa, pagi begini, mana gerimis pula, lalu lintas kan sedang lucu-lucunya
Barangkali juga nyasar ke tetangga sebelah
Coba kau tanyakan saja ke mereka

Moga-moga kamu suka kiriman itu
Meski kutahu hatimu sedang berkelindan resah
Tak banyak yang kutulis
Hanya sebaris rindu dan keinginan bertemu

Kalau kau tak sempat membacanya
Simpanlah saja dulu di salah satu laci hatimu
Siapa tahu kamu mau menjenguknya nanti
Bila gundahmu sudah pergi … jauh

PS: I love you

:: untuk perempuan di persimpangan.

Sandal Pecas Ndahe

Februari 19, 2008 § 37 Komentar

Sandal itu memang ndak sopan. Makanya, sandal dilarang masuk ke gedung Mahkamah Konsitusi.

Mahkamah adalah ruangan resmi. Ada tata cara dan etika yang harus dipatuhi. Kalau sampean nekat melanggar, ya pasti bakal dicegat satpam — minimal sampean diusir dipersilakan keluar.

Nah, bagaimana dengan sandal yang ini? « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Februari, 2008 at Ndoro Kakung.