Embun Pecas Ndahe

April 25, 2008 § 45 Komentar

Aku melihat senyummu tadi pagi, Jeung. Sebentar saja. Ia mengintip dari balik daun-daun cemara. Lalu lesap bersama embun yang menguap.

Secepat itukah kau pergi, seperti gerimis kepagian? Kenapa?

Mestinya kau tahu, aku bukan pangeran negeri kabut — penunggang kuda putih dengan gandewa di tangan. Jadi usahlah kau takut. Lalu beringsut. Menjauh. Dengan lembut.

Aku cuma pengelana murba yang berlawalata sepanjang masa. Rumahku udara. Pergi ke mana suka. Senjataku kata. Tamengku cinta. Jalanku sunyi. Arahku matahari. « Read the rest of this entry »

Wongkito Pecas Ndahe

April 24, 2008 § 42 Komentar

Saya menerima undangan dari Komunitas Blogger Wongkito, Palembang, untuk datang ke acara Blogger’s Day. Kapan?

Hari/Tanggal : Kamis/1 Mei 2008
Tempat : Ketty Resto Lt. 3 Palembang Indah Mall (PIM)
Pukul : 13.00 – 17.00
Tema : “Asyiknya Jadi Blogger!”
Pembicara : Enda Nasution (Presiden Blogger Indonesia)

Ada apa aja dan bisa ngapain aja?

Bisa ngobrol banyak sama temen-temen blogger, ajang kopi darat akbar, bisa sharing sama presiden blogger Indonesia, bisa tanya apa-aja soal nge-blog dan blogger, dan masih banyak yang laen.

Tapi, tapi … Palembang itu jauh, euy. Saya ndak bisa datang, meskipun ingin. Terima kasih sudah mengundang. Saya mengirim salam dengan ikut menyebarkan pengumuman lewat blog ini saja.

Semoga sukses untuk Wongkito galo …

NB: Enda, jangan lupa bawa oleh-oleh mpek-mpek ya …. 😀

Senja Pecas Ndahe

April 23, 2008 § 41 Komentar

Baiklah Jeung, aku akan bercerita tentang senja yang memerah saga. Tentang warna-warni pelangi dan bidadari yang menari di tepi lazuardi. Tapi, hapuskan dulu air matamu. Ku tak kuasa menanggung pedih dan perihmu.

Ada masanya senja meneteskan air mata. Mengubah sungai jadi air telaga duka. Dan bidadari menembangkan megatruh yang nelangsa. Daun-daun luruh, lalu lesap ditelan bumi.

Mungkin kamu juga tahu, hidup memang disesaki belukar penuh duri. Tak usahlah kau semak dan gamam hati. Selalu ada jalan simpang. Kamu tinggal memilih, ke kiri atau kanan. Pesanku satu, janganlah kau ambil jalan yang dilewati orang. Mungkin tak cocok buatmu. Pilihlah saja yang tak terlalu sukar, asal nyaman bagimu.

Nanti, sebelum malam datang membawa selimut kelamnya, ku kan duduk di sisimu. Menikmati padang bintang yang berpendar-pendar di angkasa. Tapi jangan kau pinta aku memetiknya. Nanti dia kehilangan pesonanya. Lebih baik kita hitung satu per satu dan menyimpan kilaunya dalam kenangan masa silam. Kenangan yang ingin kita lupakan dalam kuburan masa silam. « Read the rest of this entry »

Dita Pecas Ndahe

April 23, 2008 § 42 Komentar

namanya nona dita
ngeblog seperti cahaya
postingnya tiada terkira
sehari bisa sejuta

blog nona dita

siapakah dia?
datanglah ke blognya
dan bertukar sapa

posting ini untuknya
upah jerih payahnya
menulis tentang saya …

* skor 1 – 1 ya *

Perbedaan Pecas Ndahe

April 22, 2008 § 27 Komentar

Senin malam itu lima lelaki bergegas. Mereka menyusuri jalan besar di Kampung Ciparay, Sukarya, Kecamatan Samarang, Garut, Jawa Barat.

Menikung ke kanan, kapak dan pentung terayun di tangan mereka. Seorang di antara mereka “menampar” kaca jendela masjid itu.

Prang, prang. Sunyi pecah. Lainnya, merusakkan pintu, menghancurkan genting, membobolkan langit-langit bilik.

Malam itu memang tak ada perlawanan. Seperti biasa, selepas salat Isya pintu masjid dikunci. Masjid itu milik pengikut Ahmadiyah Qadian, dibangun pada 1973. « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for April, 2008 at Ndoro Kakung.