THR Pecas Ndahe

September 15, 2008 § 90 Komentar

Bagaimana rasanya bila hari ini sampean mendapat kiriman kartu ucapan dari tempat kerja sampean yang isinya begini,

“Mohon maaf lahir dan batin, tahun ini perusahaan tidak memberikan THR”?

Aha, tentu saja sampean sedih dan kecewa. Untunglah kartu itu hanya imajinasi saya saja. Saya yakin ada beberapa di antara sampean yang hari ini malah sudah menerima THR alias tunjangan hari raya. Kelihatan tuh, dari dompet sampean yang tebal.

Selamat buat sampean yang sudah menerima THR. Jangan lupa sisihkan sebagian untuk fakir miskin atau sanak saudara yang masih membutuhkan uluran tangan sebelum sampean kehilangan kesempatan bersedekah dan berzakat.

Dan, harap sabar untuk sampean yang belum beruntung mendapatkannya. Barangkali sebentar lagi sampean juga akan memperolehnya.

Ngomong-omong soal THR, ingatan saya melayang ke sebuah email yang baru saja beredar dari milis ke milis. Mungkin sampean juga pernah membacanya. Email itu menjelaskan bahwa THR itu bukanlah “kebaikan tuan-tuan majikan”, tapi hak para buruh rudin seperti kita ini. Mengapa? « Read the rest of this entry »

Kemangi Pecas Ndahe

September 12, 2008 § 70 Komentar

Perempuan itu wangi daun-daun kemangi. Khas. Kuat, tapi lembut. Aku bertemu dengannya pada sebuah siang yang redup di tepi kebun tebu.

Langkahnya ringan, melayang, nyaris tanpa suara, seperti kijang di rimbun pepohonan hutan. Geraknya menawan, mirip penari-penari bedoyo kasultanan.

Matahari tunduk di bawah hitam rambutnya. Rembulan lesi disiram bening matanya. Perempuan itu wangi daun-daun kemangi.

Kami berserobok jalan di sela tebu-tebu yang tinggi menguning. Kupu-kupu berlarian, burung berkicauan, dan ranting-ranting bertautan ketika dia mendesah pelan, “Maaf, numpang lewat.”

“Silakan. Puan, hendak ke mana?” tanyaku sopan.

“Ke titik nol,” jawabnya singkat.

Aku terpana memandang parasnya yang putih dan sedingin puncak Himalaya. Apakah api itu sudah pergi? Ke manakah gerangan hasrat dan gelora?

Perempuan itu tak menoleh. Langkahnya lurus menuju belukar. Kian lama, kian samar. Hanya wangi daun-daun kemangi yang masih tertinggal di ujung hidung. Meremas angan, mengeremus kenangan. Kuat, tapi lembut, mesra.

>> Selamat hari Jumat, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean mau mengudap lalapan daun kemangi untuk buka puasa nanti?

Berahi Pecas Ndahe

September 11, 2008 § 69 Komentar

Apa lagi yang bisa kau harap dari seorang perempuan bukit air mata selain hampa dan luka menganga?

***

Jakarta seperti seekor kucing di ujung berahi. Berisik. Hiruk-pikuk. Menjengkelkan. Semburan asap knalpot hitam kendaraan umum menyembur persis napas yang hendak memuncak orgasme.

Jalanan bergemuruh bak irama jantung yang berdetak terus memompa darah ke seluruh aorta dan pembuluh arteri. Kerlap-kerlip lampu neon advertensi pertokoan berkeredep laksana mata yang berbinar di tengah telaga kepuasan.

Lelaki itu, yang matang di pertengahan 30 tahun, duduk resah di dalam kabin sedan Jaguar S-Type perak metalik yang adem. Matanya yang tertutup kacamata sport berbingkai titanium hitam TAG Heuer itu sebentar-sebentar melirik arloji Breitling Chronomat di tangan kirinya.

Senja hampir rubuh di barat. Orang-orang kantoran melesat ke jalanan menuju pulang. Bedug Maghrib sebentar lagi ditabuh.

Dalam jemu, lelaki itu memutar lagu dari iPod Nano yang tergolek di bangku samping. Sesaat kemudian terdengar sebuah nomor yang nglangut dari Maroon 5, She Will Be Loved. « Read the rest of this entry »

Kubah Pecas Ndahe

September 10, 2008 § 67 Komentar

Fenomena kubah terbang melesat di Kailolo, Pulau Haruku, Maluku Tengah, pada 2003. Meski agak basi, sebagai blogger kuper saya baru tahu tentang keajaiban ini dari Youtube, yang juga telah disiarkan stasiun televisi TV 7 tempo hari.

Antara percaya tak percaya, keajaiban mungkin memang ada dan bisa terjadi di mana-mana. Bagaimana menurut sampean, Ki Sanak? Apakah ini trik atau … « Read the rest of this entry »

Sherina Pecas Ndahe

September 10, 2008 § 93 Komentar

Women are all snakes, they gossip, they backstab, they betray, they’re poisonous, yet they are beautiful. I won’t lie, I’m one of them and I’m proud of it.

she has a thing for Asian guys

she has a thing for Asian guys

Ho-ho-ho …. saya suka sekali kutipan itu. Siapa yang bikin? Ayo tebak! « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently viewing the archives for September, 2008 at Ndoro Kakung.