Plasa Pecas Ndahe
Maret 27, 2010 § 72 Komentar
Lima belas tahun yang lalu, Jack Ma bukan siapa-siapa. Ia “hanya” seorang guru bahasa Inggris di sebuah sekolah di Cina. Tapi sekarang lelaki berperawakan kecil ini boleh disebut sebagai pengusaha raksasa di industri belanja daring berkat portal e-commerce Alibaba.com.
Alibaba.com adalah sebuah hipermarket, tempat lebih dari 40 juta pedagang dari 240 negara menjajakan produknya. Portal ini menjual aneka macam barang, mulai peniti hingga traktor, dari kalkulator sampai truk trailer. Pendapatannya melejit terus dari tahun ke tahun. Pada akhir 2008, misalnya, perolehan Alibaba.com naik 39 persen menjadi US$ 440 juta. Ringkasnya, Alibaba.com adalah contoh situs web business to business terbesar yang menghubungkan produsen di Cina dengan dunia.
Jack Ma lahir di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Cina, pada 10 September 1964. Ketika masih muda, hobinya adalah mengayuh sepeda selama 45 menit setiap hari ke sebuah hotel tempat menginap para wisatawan asing. Kebiasaan ini dia lakukan demi melatih kemampuan bahasa Inggrisnya dengan wisatawan asing. Untuk apa? « Read the rest of this entry »
Gayus Pecas Ndahe
Maret 26, 2010 § 69 Komentar
Apa yang bisa kita lakukan dengan uang Rp 25 miliar di tangan? Mungkin sampean bisa membeli 25 mobil mewah Toyota New Alphard seri 3.5 G. Sampean dapat pula membeli 25 kamar tipe Vaganza yang sangat luks di Apartemen Bellagio Residence, Jakarta. Atau bisa juga sampean membangun empat sekolah dasar mewah di Tangerang City.
Gayus Halomoan P. Tambunan memilih menyimpan uang sebanyak itu di bank. Dan kegegeran pun meledak gara-gara uang Rp 25 miliar itu konon hasil penggelapan pajak.
Tentang pajak, saya jadi teringat sebuah cerita lama yang tersimpan di antara ribuan koleksi perpustakaan pabrik saya. Saya ingin membagi cerita itu ke sampean hari ini.
Syahdan, suatu hari di masa kolonialisme Belanda di Indonesia, seorang penduduk Desa Sambong, Blora, telah menolak membayar pajak. Tidak ragu lagi, asisten wedana menurunkan perintah agar si pembangkang dipenjarakan.
Tetapi sebelum masuk kurungan, orang itu meminta kepada kawan-kawannya untuk memberikan “penghargaan” kepada penguasa daerah begitu dia selesai menjalani masa hukuman. Para sahabatnya setuju.
Benar saja. Setelah hukuman selesai dijalani, ratusan penduduk mendatangi kantor asisten wedana. Inilah saatnya si bekas terhukum dan kawan-kawannya akan memberikan “penghargaan”. « Read the rest of this entry »
N900 Pecas Ndahe
Maret 25, 2010 § 38 Komentar
Namanya Sastra Jendra Hayuningrat. Teman-temannya memanggil dia Jendra. Umurnya belum genap 10 tahun. Masih duduk di bangku kelas IV di sebuah sekolah dasar.
Seperti layaknya anak-anak seusia dia, Jendra suka sekali bermain game di komputer. Dalam sehari, dia rata-rata menghabiskan lebih dari tiga jam tanpa henti bermain game. Bisa lebih di hari libur.
Belakangan ini dia keranjingan Point Blank, FarmVille dan Pet Society. Tapi dia selalu antusias bila menemukan game-game lain, termasuk yang di handphone. « Read the rest of this entry »
Terobosan Pecas Ndahe
Maret 22, 2010 § 83 Komentar
Bagaimana Wikipedia menjadi salah satu dari sepuluh situs Internet terbaik? Padahal mereka hanya memiliki selusin karyawan tetap dan tidak memiliki sumber pendapatan lain selain dari donasi-donasi kecil.
Pertanyaan itu tertulis dalam buku Tribes karya Seth Godin. Gara-gara penasaran dan ingin tahu apa jawaban atas pertanyaan yang menggoda itu pulalah saya melanjutkan membaca tulisan Godin.
Dalam buku itu, Godin mengisahkan tentang Jimmy Wales, salah satu pendiri Wikipedia. Cara Wales membangun tribe seperti Wikipedia adalah dengan menyediakan informasi yang bermanfaat.
Ia merangkul kelompok kecil — hanya lima ribu akun anggota untuk mengerjakan hampir keseluruhan artikel berjumlah besar — dan memberi mereka sebuah visi. Ia tidak menginstrusikan apa-apa. Ia tidak mengelola. Ia membiarkan mereka sendiri melakukannya. « Read the rest of this entry »
The BoBs Pecas Ndahe
Maret 18, 2010 § 81 Komentar
Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa blog ini masuk dalam daftar finalis kompetisi The Bobs dalam dua kategori, yaitu Best Weblog Indonesian dan Blogwurst Award.
Tentu saja saya kaget karena merasa tak pernah mengirimkan blog ini sebagai peserta kompetisi itu. Saya bertanya-tanya, orang iseng mana yang telah sudi membuang waktu dan tenaga untuk saya? « Read the rest of this entry »
