Presiden Pecas Ndahe

Agustus 7, 2008 § 75 Komentar

Seseorang tibat-tiba datang dan mengajukan pertanyaan aneh. Saya bilang aneh karena ia bertanya begini.

“Ndoro, para mantan presiden dan presiden kita sekarang itu sebetulnya saling mengenal nggak sih? Kalau kenal, kenapa saya jarang melihat mereka saling berkunjung? Mengapa mereka tak pernah terlihat bersama-sama di luar acara resmi kenegaraan, dalam suasana yang bersahabat?

Almarhum Soeharto, misalnya. Ketika dia berkuasa dulu, rasa-rasanya nggak pernah terlihat pernah bertandang ke rumah Soekarno. Kalaupun pernah, saya belum sekalipun melihat foto mereka berdua dalam situasi santai, saling merangkul dan tertawa.

B.J. Habibie, penerus Soeharto, yang sempat menjadi presiden sebentar, begitu juga. Ia nggak pernah terlihat mendatangi Cendana setelah jadi presiden. Soeharto pun seingat saya nggak pernah main ke kediaman resmi Habibie.

Lalu Abdurrahman Wahid kayaknya belum pernah berkunjung ke rumah Habibie ketika jadi presiden, apalagi berfoto berdua di kediaman resmi mereka. « Read the rest of this entry »

Gerakan Pecas Ndahe

Agustus 6, 2008 § 58 Komentar

Jadi blogger sebaiknya jangan cuma memikirkan blog sendiri atau riwil mengomentari posting orang lain yang ndak selalu perlu dikomentari.

Keluarlah dari zona nyaman dan berikan sesuatu yang nyata pada masyarakat. Talk less, do more.

Misalnya? Bergabunglah dengan Gerakan Seribu Buku. Halah, gerakan apa pula ini? Ini perli atau perlip? « Read the rest of this entry »

Hening Pecas Ndahe

Agustus 5, 2008 § 78 Komentar

Di tengah suara bising dan berisik yang berkelindan menjadi sengkarut, mungkin sekarang saatnya kita berhenti sejenak dan menengok telaga yang tenang.

Becerminlah dan melihat lebih dalam di balik bayang-bayang yang lindap. Barangkali kini waktunya kita merumuskan kembali apa yang mesti kita susun dalam ujaran kehidupan.

Begitulah piwulang Paklik Isnogud yang selalu terngiang di telinga setiap kali saya di tengah kelimun kabut dan badai yang membutakan mata angin.

“Sebab hidup,” kata Paklik, “bukan cuma kata-kata yang berisik. Diam, kekosongan, juga keheningan, adalah penduduk lain dari kehidupan.” « Read the rest of this entry »

Jakartamu Pecas Ndahe

Agustus 4, 2008 § 74 Komentar

Sampean mau jadi bagian sejarah? Bergabunglah dan serukan kampanye GW Cinta Jakarta.

Adalah Tukang Koran yang membikin kampanye asyik itu. Ia mengaku memperoleh inspirasi kampanye itu dari Milton Glaser.

Glaser adalah pencipta logo “I heart NY” pada 1976. Waktu itu, dia tidak menyadari bahwa sesungguhnya dia sedang menciptakan sejarah.

“I heart NY” dibuat untuk mempromosikan pariwisata Kota New York. Logo yang sangat sederhana itu menjadi terkenal karena kemudian pemerintah New York mencetaknya di kaus dan berbagai merchandise lain sebagai suvenir. « Read the rest of this entry »