Gerakan Pecas Ndahe

Agustus 6, 2008 § 58 Komentar

Jadi blogger sebaiknya jangan cuma memikirkan blog sendiri atau riwil mengomentari posting orang lain yang ndak selalu perlu dikomentari.

Keluarlah dari zona nyaman dan berikan sesuatu yang nyata pada masyarakat. Talk less, do more.

Misalnya? Bergabunglah dengan Gerakan Seribu Buku. Halah, gerakan apa pula ini? Ini perli atau perlip?

Menurut si empunya gagasan, beginilah maksudnya.

Gerakan Kumpul 1000 Buku berawal dari para blogger yang nongkrong di BHI (bunderan hotel Indonesia). Kemudian muncullah ide bagaimana mengumpulkan buku-buku yang telah terbaca dan tidak diperlukan. Lahirlah β€œGerakan Kumpul 1000 Buku”.

Gerakan ini juga didasari dari fakta di lapangan bahwa harga buku yang melambung, sedangkan daya beli masyarakat cukup rendah untuk belanja buku.

Meskipun begitu, ada kalangan yang merupakan pecinta buku. Mereka yang termasuk kutu buku biasa menghabiskan waktu di toko buku dan belanja berbagai buku yang disuka.

Akhirnya buku koleksi menjadi semakin banyak, bertumpuk dan kadang kekurangan tempat.

Nah, bagi yang merasa kelebihan buku layak baca, ada baiknya menyumbangkannya kepada pihak yang membutuhkan. Gerakan Kumpul 1000 Buku ini berusaha untuk memfasilitasi permasalahan tersebut.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang gerakan ini, segeralah meluncur ke TKP. Lihat dan baca apa yang sampean bisa lakukan.

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah mulai mengumpulkan buku untuk disumbangkan?

Iklan

Tagged: , , , , , ,

§ 58 Responses to Gerakan Pecas Ndahe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Gerakan Pecas Ndahe at Ndoro Kakung.

meta

%d blogger menyukai ini: