Wadam Pecas Ndahe

Juli 2, 2008 § 49 Komentar

mbilung bencongTebak berhadiah: Siapakah pria yang berpose [bukan candid] a la wadam ini? Penebak tepat akan mendapat hadiah menginap tujuh hari tujuh malam dengan wadam ini di Bali.

Sekadar info, lelaki berbatik coklat ini diambil fotonya sewaktu ikut kontes wadam di kampusnya di Brighton,14 Maret 2002. Brighton itu “ibu kota” para homo dan gay di Inggris. Kontes itu rangkaian dari acara yang lebih besar. Namanya Brighton Festival.

Gayanya oke, ya? Persis wadam beneran, kan? Lihat deh, caranya mencangklong tas. Terus posenya yang agak miring, mirip bener sama yang tiap malem nongkrong di Taman Lawang, Menteng, itu. « Read the rest of this entry »

Mug Pecas Ndahe

Juli 2, 2008 § 46 Komentar

Pesta Blogger 2008 memang masih lama. Tapi, teman-teman sudah mulai pusing cari dana. Kejar sana, kejar sini, calon sponsor yang diburu tak terpegang juga.

Saya mulai mikir, kira-kira kalau jualan cinderamata seperti ini laku ndak ya? Yah, hitung-hitung untuk menambal kekurangan anggaran perhelatan itu.

gelas ndoro mug

mug kuning mug hijau

Eh, eh, tapi siapa yang bersedia memproduksinya ya? Terus enaknya dikasih harga berapa?

>> Selamat hari Rabu, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean sudah minum kopi?

Sontoloyo Pecas Ndahe

Juli 1, 2008 § 55 Komentar

sampul sontoloyo“Menteri sontoloyo!” begitu seseorang berteriak kencang. Halah. Terus terang saya geli. Ternyata masih ada yang mengingat dan memakai kata jadul itu.

Tahukah sampean arti kata “sontoloyo”? Dari manakah asal kata ini? Dari blog pemain lama ini [lirik Paman Tyo], saya beroleh jawab.

“Sontoloyo, kuwi ateges wong kang nduwèni panggawéyan angon bèbèk. Mulanè ana tetembungan ‘Sontoloyo, angon bèbèk ilang loro’.”

Terjemahan: “Sontoloyo adalah orang yang memiliki pekerjaan sebagai penggembala bebek. Oleh sebab itu, ada ujaran, ‘Sontoloyo, menggembala bebek hilang dua’.”

Jadi menteri sontoyolo itu artinya adalah menteri yang menjadi penggembala bebek. Nah, siapakah bebeknya?

>> Selamat makan siang, Ki Sanak. Apakah menu makan siang sampean tadi bebek panggang?

Muchdi Pecas Ndahe

Juli 1, 2008 § 35 Komentar

Pada dasarnya, saya baik dengan semua orang. Kalau orang baik kepada saya, saya bisa bersikap lebih baik kepadanya. Sebaliknya, kalau orang jahat kepada saya, saya bisa lebih jahat kepada orang itu. — Muchdi Purwoprandjono [mantan Deputi V/Penggalangan Badan Intelijen Negara] dalam wawancara dengan majalah Tempo.

Aha, kebaikan dan perbuatan baik rupanya membutuhkan prasyarat. Ini seperti kalimat yang biasa menyembur dari bibir pasangan yang sedang dimabuk asmara, “Kalau kau mencintaiku, aku akan mencintaimu dua kali lebih banyak. Tapi, kalau kau tak cinta, mana sudi aku mencintaimu.”

Well, hidup rupanya tak mengajarkan kita kesediaan memberi lebih dulu, dengan tulus. Kebajikan baru terlaksana setelah ada kebaikan yang mendahuluinya. « Read the rest of this entry »

Kenyataan Pecas Ndahe

Juni 30, 2008 § 29 Komentar

Apalagi yang kau cari kawan? Pertandingan usai sudah. Tak ada lagi umpan-umpan matang di depan gawang. Tendangan salto. Sistem 4-3-3. Pertahanan gerendel. Peluh. Ganjalan. Gol. Penalti. Kartu merah. Hasrat reda, gairah jadi kuyu, seperti umbul-umbul yang kena hujan.

Orang pulang dan berhitung, tentang ongkos beli karcis dan beli obat antiserak. Akuntansi, perhitungan utang dan piutang — dan kecemasan untuk tidak kebagian tempat dalam hidup — kembali mengambil peran.

Hidup jalan terus, dengan pesona dan keberengsekannya. Kita bertemu kembali dengan lawan dan kawan-kawan lama. Kita hadapi lagi urusan lama dan baru, seperti dulu. Yah, masih yang itu-itu juga.

Mari kembali ke pojokan kedai kecil, tempat kita biasa minum secangkir teh tarik. Kau tentu masih ingat kedai itu bukan? « Read the rest of this entry »