Lengkung Pecas Ndahe
Februari 28, 2014 § 18 Komentar
Desain unik, layar cemerlang, dan nyaman dipegang. Itulah kesan yang pertama kali saya dapat ketika mencoba Lenovo Yoga Tablet 10 HD+.
Tak heran bila salah satu produk baru yang diperkenalkan oleh Lenovo di ajang Mobile World Congress, di Barcelona, ini langsung merebut perhatian pengunjung sejak hari pertama perhelatan akbar itu dibuka pada 24 Februari 2014.
Beruntung saya bertemu duta Lenovo, Ashley Rodrigue, yang dengan antusias memamerkan kecanggihan alat yang dibanderol seharga US$349 itu. « Read the rest of this entry »
Masjid Pecas Ndahe
Februari 13, 2014 § 59 Komentar
Mengapa orang harus dibujuk salat di masjid? Apakah masjid sudah tak lagi menjadi tempat menarik bagi umat? Pertanyaan itu menari-nari di benak saya setelah membaca berita mengenai rencana wali kota Bengkulu yang akan memberikan hadiah mobil kepada warga yang paling rajin salat di masjid setiap Rabu.
Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, ia memberikan iming-iming itu untuk motivasi warga agar ramai-ramai salat di masjid. Dan, katanya, hadiah mobil itu dari miliknya sendiri. « Read the rest of this entry »
Moge Pecas Ndahe
Februari 11, 2014 § 36 Komentar
Siapakah para pesepeda motor gede (moge) itu? Penggemar fanatik? Para pria kaya? Orang-orang yang kehilangan akal sehat?
Saya tak mampu menjawabnya ketika melihat foto yang saya ambil dari akun Instagram Triawan Munaf. Dia Triawan merekam gambar di bawah ini dari harian The Jakarta Globe.

Foto yang menunjukkan serombongan pengendara moge itu kemudian beredar di Twitter dan memicu kontroversi. Banyak yang mengecam tindakan pengendara yang masuk busway itu — tindakan yang melanggar aturan lalu lintas. « Read the rest of this entry »
Jokowi Pecas Ndahe
Februari 7, 2014 § 30 Komentar
Jokowi ke laut saja. Sudah setahun lebih gubernur DKI ini tersita waktu, tenaga, dan pikirannya mengurus daratan. Kalau tak salah, Jokowi terakhir menginjakkan kaki di Kepulauan Seribu pada Desember 2012.
Padahal di laut dan kepulauan di seberang Jakarta juga banyak masalah. Di Kepulauan Seribu, misalnya, setidaknya ada lima masalah utama: persediaan air bersih, permukiman, tempat pemakaman, dermaga, dan harga tiket kapal penyeberangan.
Memang jika dibandingkan, luas wilayah dan jumlah penduduk di Jakarta jauh lebih banyak dibanding Kepulauan Seribu. Tapi tetap saja kepulauan tersebut masuk wilayah administrasi pemerintah provinsi Jakarta sehingga layak diberi perhatian yang sama.
Lagi pula, di laut dan kepulauan dekat Jakarta tak ada kemacetan. Tak ada pesepeda motor yang melawan arus. Tak ada pasar yang penuh preman seperti di Tanah Abang.
Tak ada pula pengemudi kendaraan pribadi yang masuk busway. Maklum, di laut dan Kepulauan Seribu belum ada busway. Yang ada di laut dan Kepulauan Seribu paling sampah kiriman penduduk daratan Jakarta yang terbawa arus. « Read the rest of this entry »
