Aplikasi Pecas Ndahe

Mei 16, 2011 § 46 Komentar

Pada sebuah malam yang riuh, seorang kawan tiba-tiba memamerkan BlackBerry miliknya.

“Sudah pernah lihat ini belum, Ndoro?” dia bertanya seraya menunjukkan sesuatu di layar.

BlackBerry app Ndoro Kakung

Lelaki itu Oon namanya, kepala pengembang aplikasi di TujuhLangit. Malam itu, di tengah berlangsungnya Obrolan Langsat, dia menunjukkan aplikasi BlackBerry khusus untuk saya. « Read the rest of this entry »

Pejabat Pecas Ndahe

Mei 5, 2011 § 62 Komentar

Tiba-tiba Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bicara soal Facebook dan Twitter ketika berpidato di depan para pengusaha Amerika Serikat.

Ia juga bicara tentang anak-anak muda yang memadati ranah Internet dan tingginya popularitas media sosial di Indonesia. Adakah kebanggaan? Adakah kecemasan? Bagaimana reaksi para pejabat di bawahnya mendengar pidato itu?

Kita tahu bagaimana media sosial meroket di panggung dunia maya. Orang berduyun-duyun memakainya sebagai salah satu “obat ajaib” yang mampu merobohkan sekat-sekat informasi.

Tapi kita juga melihat kegamangan. Terutama di kalangan para pejabat publik, pelayan masyarakat, yang ngumpet di sudut-sudut birokrasi yang ruwet. « Read the rest of this entry »

Berlin Pecas Ndahe

April 20, 2011 § 55 Komentar

MUSIM semi di Berlin. Pada sebuah siang yang cerah dengan suhu 10 derajat Celsius. Ketika Laut Baltik mengirimkan angin dingin yang memerihkan pipi dan mengeringkan bibir. Bersama 12 blogger dari pelbagai negara, pada 9 April 2011 saya mengunjungi dinding paling legendaris di Eropa: Tembok Berlin.

Grafiti di sisi timur Tembok Berlin.

Dulu dinding ini pernah memisahkan Berlin menjadi dua wilayah: Barat dan Timur. Tapi kini tembok ini tak seangker dulu. Sejauh mata memandang, tembok itu sekarang penuh grafiti yang indah karya pelukis-pelukis lokal.

“Setiap dua tahun sekali, pemerintah mengundang para artis setempat untuk ikut berpartisipasi melukis dinding ini,” kata pemandu wisata yang mengantar kami berkeliling. « Read the rest of this entry »

Asuransi Pecas Ndahe

April 19, 2011 § 41 Komentar

Asuransi itu seperti ban serep di mobil. Ia merupakan perlindungan terhadap kemungkinan buruk, misalnya ban kempes di tengah jalan. Ban cadangan memberikan semacam rasa aman bagi pengemudi: ada sesuatu yang bisa diandalkan ketika kesulitan datang.

Ibarat mobil, hidup kita juga memerlukan ban cadangan. Asuransi memberikan perlindungan terhadap risiko-risiko dalam hidup setiap orang, seperti kecelakaan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

Pertanyaannya, siapa yang perlu asuransi? Apa keuntungan dan kerugian memiliki asuransi? Bagaimana memilih perusahaan asuransi yang andal? « Read the rest of this entry »