Baraya Pecas Ndahe

Agustus 10, 2009 § 29 Komentar

logo-barayaSetelah sukses di Malang dan Semarang, rangkaian acara Blogshops-Pesta Blogger 2009 berlanjut ke Bandung, Jawa Barat. Nah, wilujeung sumping!

Seperti di dua kota sebelumnya, komunitas narablog setempat akan menjadi tuan rumah. Di Bandung, tuan rumah itu ada dua: Bandung Blog Village (BBV) dan Bandung Kota Blogger (Batagor).

BBV dan Batagor akan bekerja sama dan menggelar perhetalan yang diberi nama Baraya Blogger. Apa itu?

Menurut penjelasan yang tertulis di blog agregator Batagor:

Baraya Blogger yang dalam Bahasa Indonesia berarti “Saudara Blogger”, adalah suatu nama kegiatan Blogger Bandung hasil kerja sama komunitas blogger regional di sini, yaitu Batagor (Bandung Kota Blogger) dan BBV (Bandung Blog Village). Dua komunitas yang selama ini sering mengadakan kegiatan secara terpisah, meski tidak jarang juga kami saling membantu.

Asal muasal pembentukan Baraya Blogger adalah dalam rangka menyambut kegiatan Roadshow to Pesta Blogger 2009, yang akan datang ke Bandung pada tanggal 12 Agustus 2009. Tapi terlepas dari kegiatan Pesta Blogger, dua komunitas itu berencana akan secara rutin mengadakan “Pesta Blogger Mini” melalui Baraya Blogger ini untuk para blogger yang berdomisili di Bandung dan sekitarnya pada tahun-tahun selanjutnya.

Jadi seandainya sampean narablog yang berdomisili di Bandung, atau pernah tinggal di Bandung, atau peduli dengan kemajuan Bandung, bergabunglah bersama komunitas itu. Boleh pilih salah satu atau kedua-duanya sekalian. « Read the rest of this entry »

Calo Pecas Ndahe

Agustus 7, 2009 § 89 Komentar

Lama-lama, narablog itu mirip calo. Bisa dimintai tolong membuat acara ini dan itu. Eh diundang ikut lelang pula. Doh!

Begitulah yang saya rasakan dan alami beberapa hari belakangan ini. Tentu saja perasaan itu tak datang dari ruang hampa. Cerita dimulai ketika beberapa hari yang lalu saya terbang ke Bangkok, Thailand, untuk suatu urusan dinas. Halah, dinas! Pokoknya bukan acara piknik begitulah.

Urusan itu saya bereskan dalam sekejap, nyaris tanpa gangguan apa pun. Kecuali saat saya sedang makan siang. Mendadak telepon genggam saya menjerit nyaring. Krang-kring-krang-kriiiiiiing … !

Saya lihat nomor identitasnya tak keluar. Berarti panggilan internasional. Mungkin dari Jakarta, begitu saya membatin. Karena merasa panggilan itu mungkin penting dan mendesak, saya pun menerimanya.

Setelah berbasa-basi membuka percakapan, si penelepon memperkenalkan diri. “Mas, ini saya Miss Riwil dari maskapai penerbangan internasional Kalong Lupa Makan Airlines. Perusahaan saya mau membuat lomba penulisan blog. Boleh minta tolong nggak?”

Dalam hati saya mengeluh. Again? Tapi demi menyenangkan hati perempuan yang menelepon itu, mulut saya pun berkata lain. “Eh, boleh dong. Apa yang bisa saya bantu?”

“Banyak, Mas. Bagaimana kalau besok kita meeting saja untuk membicarakan masalah ini?”

“Di mana?”

“Di Plasa Senayan, Mas.” « Read the rest of this entry »

Mbah Surip Pecas Ndahe

Agustus 5, 2009 § 69 Komentar

Mbah Surip melejit bagaikan meteor. Tiba-tiba berpendar terang di tengah gelap malam. Melintas cepat. Lalu menghilang. Tanpa menggendong apa-apa. Benarkah dia korban industri musik kita?

Hari-hari ini, siapa tak kenal Mbah Surip? Dari balita sampai manula, dari petani di Sawahlunto hingga di tukang ojek di Tanahabang. Bahkan para pengamen jalanan pun bisa membawakan lagunya dengan sangat fasih.

“Tak gendong, ke mana-mana. Tak gendong …”

Dan kita pun tersentak ketika Urip Ariyanto alias Mbah Surip, lelaki kelahiran 5 Mei 1957, di Magersari, Mojokerto, Jawa Timur, ini meninggal Selasa kemarin setelah terkena serangan jantung.

Kita pun seolah tersadar, Mbah Surip hanya singgah sebentar. Dalam persinggahannya yang singkat itu ia menjadi salah satu orang yang membuat kita beriang-riang di tengah tekanan hidup yang kian kehilangan humor dan kejenakaan. Ia menyanyi dengan gembira, lucu, seolah tanpa beban. Menyanyi dengan hati, bisik seseorang.

Di mata Mbah Surip, hidup mungkin sebuah lukisan pemandangan yang indah. Tanpa cacat. Itu sebabnya, mungkin, dia selalu terbahak-bahak, setiap kali bernyanyi.

Barangkali juga ia merasa hidup itu sebuah masa yang hanya perlu dinikmati belaka. Urip mung mampir nyanyi. Dan karena itu ia tak pernah terdengar mengeluh. « Read the rest of this entry »

Semarang Pecas Ndahe

Agustus 3, 2009 § 55 Komentar

Mari lupakan sejenak bruhaha dan bruhihi tentang blog yang kontroversial itu, juga segala kehebohan tentang situs berita itu. Kali ini saya mau mengajak sampean mengingat kembali rangkaian acara Blogshops Pesta Blogger 2009. Ada apa?

loenpia

Begini ceritanya, Ki Sanak. Setelah berjaya pada acara perdana di Kota Malang pada 27-28 Juli lalu, Blogshops berikutnya akan berlangsung di Kota Semarang besok pagi, Selasa, 4 Agustus 2009. Tuan rumahnya adalah komunitas narablog Semarang, Loenpia.

Sebelum menulis posting ini, saya sempat menengok blog komunitas Loenpia. Ternyata di sana sudah terpasang pengumuman mengenai agenda acara Blogshops itu. Saya sekadar mengingatkan sampean kembali. Barangkali ada yang belum sempat menengok blog anak-anak Loenpia, Semarang. « Read the rest of this entry »

Detik Pecas Ndahe

Juli 31, 2009 § 156 Komentar

Situs Detikcom menayangkan screenshot halaman depan blog Bushro yang mengklaim telah meledakkan JW Marriott dan Ritz Carlton. Ada yang aneh. Perhatikan saja dari gambar di bawah ini.

screen shot detik

Kelihatannya image itu diambil dengan cara memotret halaman depan situs itu dari sebuah pc atau laptop sehingga agak blur. Screenshot kemungkinan besar tak dilakukan dengan cara print screen.

Perhatikan tanda editing yang menyala, disimbolkan dengan ikon obeng dan kunci yang bersilangan di sebelah kanan. Tanda editing ini hanya muncul jika pemilik blog log in. Artinya, orang yang mengambil foto itu kemungkinan besar adalah pemilik account blog Bushro. Sebab, dalam mode editing, hanya pemilik blog bersangkutan yang bisa menampilkan ikon editing langsung. Jadi?

Moga-moga analisis ini salah ….

PS: special thanks to Fahmi Syafrizal (Air Putih) for sending me this background.