Iseng Pecas Ndahe
Desember 23, 2007 § 56 Komentar
Singkat saja: Bagaimana seandainya SEMUA orang sudah punya blog?
Kelik Pecas Ndahe
Desember 14, 2007 § 35 Komentar
Ini cerita tentang “the boy next door”. Seorang teman, yang mejanya berada di seberang meja saya di pabrik. Seorang priyayi Ngayogyakarta Hadiningrat, dari jenis yang paling anteng.
Saking antengnya sampai saya ndak sadar kalau dia ternyata punya blog yang dahsyat: Piringan Hitam. Dan, satu lagi yang ndak saya duga sebelumnya, ia ternyata memiliki dua blog lain yang cukup langka: Pabrik Bunyi dan Arah Guru.
Saya sebut langka karena blog yang satu itu tentang “music that promotes humanity” [embuh maksudnya apa], dan yang satunya lagi berisi resensi tentang blog-blog milik para guru. « Read the rest of this entry »
Tika Pecas Ndahe
Desember 13, 2007 § 73 Komentar
Bagaimana rasanya bila blog sampean tiba-tiba kebanjiran pengunjung dan komentarnya berderet-deret? Kalau sampean ndak tahu karena merasa belum pernah mendapat berkah seperti itu, bertanyalah pada Tika.
Iya, Tika yang banget ituh …
Dulu, ketika masih indekos di Blogspot, dia sebetulnya juga sudah terkenal sih. Tapi, komentatornya belum sebanyak sekarang.
Begitu pindah ke rumah sendiri dengan mesin WordPress, barulah cem-ceman teman sekantor Momon ini menangguk kesuksesan tiada tara … ra … ra ….
Setiap posting baru mendapat 90-an komentar, jauh di atas rata-rata jumlah komentar sewaktu di Blogspot dulu. Tika jadi seleb? Bagaimana rasanya? « Read the rest of this entry »
Indon Pecas Ndahe
Desember 5, 2007 § 47 Komentar
Setiap isu kontroversial selalu memunculkan free rider. Ah, lagu lama …
Beberapa kawan memberi tahu saya tentang blog ini. Andri, misalnya, mengabarkannya via email. Begitu juga beberapa kawan lain. Salah satu di antara mereka malah langsung bertanya, “Blog ini enaknya diapain, Ndoro?”
Lah saya malah bingung. Kenapa tanya saya? Jangan-jangan salah alamat nih?
Saya lalu melongok blog yang dia maksud dan membacanya dengan seksama. Aha, saya jadi paham kenapa teman saya itu bertanya begitu. « Read the rest of this entry »



